18/08/2022
Beranda » Kecewa Zonasi, Walimurid Geruduk Disdik

Kecewa Zonasi, Walimurid Geruduk Disdik

Sejumlah walimurid mempertanyakan sistem zonasi yang mengakibatkan anaknya tidak diterima di sekolah yang dituju.

Padang, Rakyat Sumbar— Puluhan orang tua peserta didik datang secara bergelombang datang menggeruduk Kantor Dinas Pendidikan Sumbar yang berada di jalan Sudirman, Padang. Kedatangan mereka mempertanyakan tentang kenapa anak mereka tidak diterima di SMA/SMK yang sesuai dengan penerimaan zonasi melalui situs ppdbsumbar2020.id, Senin (06/07/2020).

“Saya meminta kejelasan dari Dinas Pendidikan Sumbar bagaimana anak saya tidak dapat diterima di SMA 4 Padang,” ujar Anto, salah satu wali murid yang mendatangi Kantor Disdik, kemarin.

Dia menjelaskan, “Dari jarak zonasi saja rumah saya ke SMA 4 Padang cuma tidak lebih dari 1 KM. Sedangkan nilai rata-rata anak saya 90. Anak yang berasal dari Alang Laweh dan Aur Duri di terima.”

Setelah diterima dan berdiskusi dengan pejabat di kantor tersebut, Anto mengaku tidak mendapat jawaban yang sempurna dari petugas.

“Kami hanya diberikan jawaban untuk bisa menunggu hingga esok. Tentu jawaban ini tidak memuaskan bagi kami. Jika persoalan tentang PPDB ini tidak ada solusi, maka kami akan mengadu ke DPRD Provinsi Sumbar,” ancamnya.

Hal yang sama juga dikeluhkan oleh Safri, orang tua peserta didik yang mengeluhkan anaknya tidak diterima di SMA 7 Padang.

“Ada apa dengan sekolah, kenapa hanya menerima anak guru, anak kepala sekolah, dan anak pejabat sekolah. Kenapa anak kami tidak di terima di SMA 7,” katanya.

Ditemui disela-sela aksi para orang tua peserta didik, Kabid Dinas Pendidikan Sumbar P. SMA, Suryanto S.Pd, M. Pd menyatakan, permasalahan yang dihadapi oleh para orang tua peserta didik karena tidak menguasai penginputan secara daring.

“Pada saat ini, secara jujur, masyarakat belum bisa mengerti penginputan secara daring yang bertujuan untuk memutuskan rantai penyebaran Covid-19. Contoh, ada yang ke sini datang. Dari Jati ke SMA 10 Padang, jaraknya 364 meter. Di komputer itu kan koma itu (dibaca) titik. Akhirnya terbuat 364 kilometer, alhasil anaknya tidak bisa diterima di SMA 10,” jelasnya.

Lebih lanjut, Suryanto meminta para orang tua peserta didik memperbaiki data di sekolah saja dengan memanfaat data perubahan di ppdbsumbar2020.id.

“Di sekolah telah ada petugas operator yang bisa membantu memperbaiki dalam pengisian PPDB. Perbaikan ini dibuka selama dua hari dari hari Senin hingga Selasa, 7 Juli 2020,” jelasnya.

Selanjutnya Suryanto menjelaskan, pada
saat ini PPDB SMA/SMK Sumbar telah menerima siswa sebanyak 72.682 calon peserta didik SMA dan SMK di Sumatera Barat (Sumbar) yang dibuka dari 29 Juni 2020.

“Tadi pagi, saya cek 72.682 calon peserta didik yang telah daftar yang terdiri dari 25.326 calon peserta didik untuk tingkat SMA dan 47.356 calon peserta didik untuk tingkat SMK,” ucapnya.

Suryanto menjelaskan juga, daya tampung calon peserta didik SMK yaitu 32.508 orang, sedangkan daya tampung calon peserta didik SMA yaitu 54.755 orang. (edg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.