24/04/2024

rakyatsumbar.id

Berita Sumbar Terkini

Beranda » Kabut Asap Makin Pekat, Kondisi Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

Kabut Asap Makin Pekat, Kondisi Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

Kabut asap makin pekat, kondisi udara masuk kategori tidak sehat.


Padang, rakyatsumbar.id – Kabut asap terus menyelimuti berbagai daerah di Sumbar, di Bumi Ranah Cati Nan Tigo, Rabu (18/10) pagi kabut asap begitu pekat. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Dharmasraya menginformasikan kondisi kualitas udara di daerah tersebut masuk dalam kategori tidak sehat.

Berdasarkan informasi yang disediakan oleh AQI (Air Quality International) kualitas udara di wilayah Pulau Punjung pada pukul 10:00 WIB Rabu 18 Oktober 2023, tercatat PM 2,5 (sebesar 58,4 mikrogram per meter kubik). Sehingga, pada keadaan seperti ini, udara di wilayah yang bersangkutan termasuk dalam katagori Tidak Sehat (nilai PM 2.5 range 55,5-150,4)

Akibat buruknya kualitas udara ini, DLH menghimbau agar masyarakat, tidak berada di luar rumah jika tidak ada keperluan penting dan mendesak, menggunakan masker jika terpaksa harus keluar rumah.

kepala DLH, Budi Waluyo mengatakan selain itu, pihaknya juga meminta agar masyarakat tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar,  tidak membakar sampah dan membuang bara api.

“Segera konsultasi ke dokter jika merasakan gejala pernafasan tidak normal dan Segera melaporkan dan menginformasikan,” ucapnya kepala DLH, Budi Waluyo, kemarin.

Budi Waluyo menyebutkan, kabut asap itu terjadi diduga sebagian besar akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di daerah tetangga.

“Sebagian kecil dari kita juga,” sebut mantan kabag organisasi Kabupaten Dharmasraya, tahun 2022 itu.

Terpisah, Plt Dinas Kesehatan Dharmasraya Plt Dinas Kesehatan Dharmasraya, Yefrinaldi mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tetap waspada dengan kondisi kabut asap

“Kualitas udara saat ini memang tidak sehat untuk kesehatan,” katanya via telpon genggamnya.

Ia juga menyarankan, agar seluruh Siswa yang memang setiap hari harus kesekolah, agar jaga kesehatan dan tetap pakai masker.

“Kita harapkan siswa pakai masker saat kesekolah maupun ketika berada di luar jam sekolah,” ucapnya.

Guna mengantisipasi hal tersebut, pihaknya sudah lakukan koordinasi dengan dinas pendidikan setempat, agar betul-betul memperhatikan kondisi cuaca saat ini.

“Kita juga sudah koordinasi dengan Disdik Dharmasraya, terkait kondisi cuaca saat ini,” jelasnya.

Ia berharap, agar siswa ataupun masyarakat untuk segera kerumah sakit atau pusat kesehatan, jika dirasakan adanya sesak nafas atau gejala lainya.

Sementara itu, tidak sehatnya kondisi udara di Dharmasraya, masyarakat meminta agar pemerintah daerah melalui pihak terkait, untuk meliburkan anak sekolah.

“Kalau bisa sekolah diliburkan, atau setidaknya kurang aktivitas diluar sekolah,” pinta Antoni, salah seorang warga setempat.

Pemko Padang Wajibkan Warga Pakai Masker

Tak hanya di daerah yang berbatasan dengan provinsi tetangga, di Kota Padang kabut asap juga semakin tebal. Pemerintah Kota Padang menerbitkan edaran agar warga tidak terpapar kabut asap kiriman daerah tetangga.

“Karena semakin tebalnya kabut asap, warga diimbau untuk wajib mengenakan masker,” kata Wali Kota Padang, Hendri Septa, Rabu (18/10).

Pada Rabu siang, kondisi langit Kota Padang semakin ditutupi kabut asap. Jarak pandang semakin pendek.

“Gunakan minimal masker bedah, atau sebaiknya masker N95/KN95 atau KF94 untuk mengantisipasi terjadinya ISPA,” sebut Wako. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.