19/08/2022
Beranda » Jangan Banjir Dulu Baru Bertindak

Jangan Banjir Dulu Baru Bertindak

Salah satu ruas jalan kota Padang tepatnya di persimpangan pasar Alai terendam banjir saat hujan mengguyur kota Padang, Rabu (08/07/2020).

Dewan Desak Pemko Padang Buat Perencanaan

Padang, Rakyat Sumbar—Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumbar, Hidayat meminta agar penanganan banjir di Kota Padang harus terencana sehingga dapat mengurangi titik rawan banjir dari tahun ke tahun.

“Pemkot Padang harus memiliki program dan perencanaan yang jelas, jangan banjir dulu baru bertindak,” kata Hidayat dikonfirmasi, Kamis (09/07/2020).

Dia menilai, dengan adanya perencanaan penanganan banjir dimulai dengan adanya pemetaan, lokasi banjir dan penyebabnya, lalu dicari solusi dalam jangka pendek dan jangka panjang. Ia mencontohkan program rutin yang harus dilakukan adalah pembersihan gorong-gorong dan sistem drainase yang ada di Padang.

“Apabila ada drainase yang rusak atau bermasalah langsung dicarikan solusinya dan seharusnya dengan perencaanaan dan perawatan secara bertahap banjir tidak lagi terjadi,” katanya.

Sementara,  Ketua Fraksi PDIP-P DPRD  Sumbar, Albert Hendra Lukman mengatakan, banjir merupakan persoalan yang rutin terjadi di kota ini sejak terjadinya gempa 2009.

Ia mengatakan gempa tersebut tidak hanya merusak bangunan juga sistem drainase yang ada di daerah tersebut. Ia mengatakan kalau bangunan yang rusak jelas terlihat oleh mata namun jika ada drainase rusak tidak terlihat kecuali terjadi hujan deras dan menyebabkan banjir.

“Pemkot Padang harus mencari solusi dari persoalan ini dan jangan selalu beralasan minimnya anggaran perbaikan dan perawatan sistem drainase,” kata dia.

Menurut dia walaupun banyak proyek besar irigasi dilakukan tidak akan berpengaruh jika sistem drainase rusak dan ditambah hulu sungai terjadi pembalakan liar sehingga hujan deras membuat kota ini banjir,” kata dia.

Ia mengatakan pada 2014 pernah menyalurkan anggaran melalui pokok pikiran untuk perbaikan drainase di kawasan Pondok namun pengerjaannya tidak sesuai. Pada saat itu dilakukan pengerukan sedimen di saluran air namun sedimen itu tidak langsung diangkut malah diletakkan di pinggir jalan.

“Saya tidak mengerti apakah itu teknisnya harus dijemur dulu, harusnya langsung diangkut agar tidak masuk lagi ke dalam saluran air,” katanya.

Sementara itu, Pemkot Padang harus mampu membuat perencanaan matang, orang dulu melihat sistem penanggalan untuk meminimalkan terjadinya banjir. Ketika musim kemarau mereka bersiap memperbaiki sistem saluran air sehingga sewaktu musim hujan tidak terjadi banjir yang parah.

“Saat ini kemajuan teknologi cukup tinggi dan perencanaan yang matang akan membuat penanganan banjir dapat berjalan dengan baik,” kata dia.

Sebelumnya sejumlah lokasi di Kota Padang mengalami banjir akibat hujan deras yang mengguyur daerah itu sejak Rabu (08/07/2020) siang. Banjir tidak hanya terjadi di kawasan pemukiman penduduk, namun juga jalan raya dan mengahmbat jalur transportasi. (isr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.