Hamasah Gelar Pelatihan Menulis Kreatif

92
Penyerahan Buku Antologi Puisi Simpul Hati oleh Pembina Ruang Kreatif Hamasah Imratul Handayani,M.Pd kepada Ubai Dillah Al Anshori.

Pasar Usang, Rakyat Sumbar– Ruang Kreatif Hamasah STAI Imam Bonjol Padangpanjang terus mengembangkan diri dengan menggelar berbagai kegiatan yang berhubungan dengan program kepenulisan. Salah satunya dengan menggelar Pelatihan Menulis Kreatif yang mendatangkan narasumber Penyair sekaligus Redaktur Budaya Harian Umum Rakyat Sumbar Ubai Dillah Al Anshori,S.Pd,M.Sn, Minggu (26/09/2020).

Pembina Ruang Kreatif Hamasah Imratul Handayani,M.Pd didampingi Ketua Ruang Kreatif Hamasah Deni Susanti menyampaikan, kegiatan yang dilaksanakan tersebut, untuk menumbuhkan semangat belajar menulis relawan-relawan Hamasah sekaligus perkenalan mahasiswa baru terhadap Ruang Kreatif Hamasah.

“Karena Ruang Kreatif Hamasah ini berada di lingkungan kampus STAI Imam Bonjol Padangpanjang dan relawan Hamasah didominasi mahasiswa disini. Sehingga, perlu dilakukan perkenalan dan pelatihan-pelatihan, khususnya bagi relawan baru yang berasal dari mahasiswa Angkatan 2020,” kata Imratul Handayani yang juga dosen STAI Imam Bonjol Padangpanjang.

Ditambahkan Deni Susanti, dalam perjalanannya sejak berdiri tahun 2019 lalu, Ruang Kreatif Hamasah telah menerbitkan 1 buku antologi puisi dan 1 buku antologi cerita pendek (Cerpen).

“Saat ini, kita tengah mempersiapkan penerbitan antologi cerpen bergnre humor dan satu lagi bergenre horror. Sehingga, dalam tahun ini kita telah menerbitkan 4 buku antologi. Harapannya, pada tahun-tahun berikutnya, tentu akan lebih banyak lagi buku yang diterbitkan oleh Ruang Kreatif Hamasah,” sebut Deni Susanti.

Suasan Pelatihan menulis Kreatif yang dilaksanakan Ruang Kreatif STAI Imam Bonjol Padangpanjang.

Sementara itu, Ubai Dillah Al Anshori dalam kesempatan itu menyampaikan, dalam proses menulis kreatif, tentunya ada beberapa hal yang harus menjadi catatan dari penulis. Seperti, tema yang akan ditulis, jeda, tempat dan waktu menulis, serta beberapa catatan lainnya yang harus diperhatikan.

“Biasanya, bagi penulis pemula tentu akan mengalami kesulitan dalam menulis puisi. Apalagi, puisi termasuk karya sastra yang cukup sulit dibandingkan dengan membuat cerpen ataupun novel. Tetapi, selagi mau belajar, tidak ada yang tidak mungkin,” sebut Ubai yang telah memenangi Lomba Membaca Puisi Tingkat Sumatera Tahun 2019 lalu.

Ubai juga berpesan kepada relawan Hamasah, untuk lebih teliti lagi dalam membuat sebuah karya sastra, jangan sampai karya yang dihasilkan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya dan terkesan mengada-ngada.

“Contohnya, memasukan ikan Lumba-lumba didalam puisi, tetapi tempat penulisan puisinya di Kota Padang. Mana ada ikan Lumba-lumba di Kota Padang ? Begitupun dengan seperti melihat ikan ketakutan berenang, sementara berenang adalah keseharian ikan,” jelas Ubai.

Pada kesempatan, pelatihan juga diisi dengan diskusi seputar kepenulisan dan kita menembus media cetak dan terkahir penyerahan buku antologi puisi Simpul Hati oleh Pembina Ruang Kreatif Hamasah kepada Ubai Dillah Al Anshori. (ned)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here