Gebyar Menulis Akhir Tahun Rakyat Sumbar Datangi SMP IT Al Hijrah Padangpanjang

1384
Santri SMP IT Al Hijrah ketika mendengarkan pemaparan materi dari Ubai Dillah Al Anshori pada kegiatan Gebyar Menulis Akhir Tahun Rakyat Sumbar

Padangpanjang, rakyatsumbar.id—Gebyar Menulis Akhir Tahun Rakyat Sumbar, kerjasama Harian Umum Rakyat Sumbar, PT. Semen Padang dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar yang dilaksanakan di SMP Islam Terpadu (IT) Al Hijrah Padangpanjang mendatangkan dua narasumber, Redaktur Pelaksana Harian Umum Rakyat Sumbar Jon Kenedi dan Redaktur Sastra dan Budaya Ubai Dillah Al Anshori, Selasa (09/11/2021).

Kepala SMP IT Al Hijrah Padangpanjang Imaamul Muttaqin ketika pembukaan kegiatan menyampaikan, pihaknya mengucapkan terima kepada Harian Umum Rakyat Sumbar yang telah memilih SMP IT Al Hijrah sebagai salah satu lokasi yang didatangi program Gebyar Menulis Akhir Tahun Rakyat Sumbar.

“Alhamdulilah, ini suatu nikmat tak terkira yang kita terima. Dimana, pada hari ini, kita kedatangan dua orang narasumber dari Harian Umum Rakyat Sumbar yang akan memberikan bimbingan dan pengetahuan tentang dunia tulis menulis. Apalagi, program ini sejalan dengan pengembangan dunia literasi di SMP IT Al Hijrah,” sebut Imaamul.

Disampaikannya, dalam gerakan literasi di SMP IT Al Hijrah, santri sekolah tersebut, telah sering mengikuti sejumlah iven literasi baik di tingkat Kota Padangpanjang maupun di tingkat Sumbar. Sehingga, dengan adanya bimbingan dari Harian Umum Rakyat Sumbar melalui program Bengkel Literasinya, bisa meningkatkan pengalaman dan kapasitas para santri.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Harian Umum Rakyat Sumbar, PT Semen Padang dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Apalagi, target kami tentunya para santri bisa berprestasi ditingkat regional dan nasional,”ungkapnya.

Terpisah, GM Harian Umum Rakyat Sumbar Firdaus Abie menyebutkan, program Gebyar Menulis Akhir Tahun Rakyat Sumbar merupakan program yang ditujukan untuk pelajar, mahasiswa dan guru se-Sumbar. Didukung PT Semen Padang dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat. Ada puluhan sekolah dan kampus di Sumbar yang akan dikunjungi tim Harian Umum Rakyat Sumbar.

“Setiap lokasi yang didatangi, akan diberikan materi pelatihan menulis. Materi yang diberikan tergantung kepada kebutuhan di sekolah bersangkutan. Ada yang meminta pelatihan menulis jurnalistik, karya sastra (Cerpen dan puisi), artikel ilmiah populer, teknik mengelola tabloid/majalah dan online sekolah dan lainnya,” jelas jurnalis yang saat ini juga menjabat Pemimpin Redaksi Harian Umum Rakyat Sumbar tersebut.

Ia menyampaikan, program literasi merupakan program unggulan di Rakyat Sumbar yang telah berlangsung beberapa tahun belakang. Sudah banyak siswa dan mahasiswa yang menjadi binaan Bengkel Literasi Harian Umum Rakyat Sumbar.

“Bahkan selama pandemi, kita tetap mengadakan kegiatan pelatihan yang dilakukan secara daring. Ketika pertemuan tatap muka (PTM) telah kembali dibuka, kami akan hadir langsung untuk memberikan pelatihan menulis untuk mengembangkan semangat literasi di Sumbar,” ungkapnya.

Dalam materinya Pengenalan Sastra, Ubai Dillah Al Anshori memaparkan tentang seluk beluk kepenulisan, mulai dari prosa, puisi dan drama. Dimana, ketiga bidang tersebut, saling memiliki keterkaitan dan membutuhkan ruang imajinasi.

“Dalam menulis cerpen kita membutuhkan ide, tokoh, konflik dan ending. Selain itu, juga ada kata-kata perumpuan yang menjadikan karya itu enak dibaca,” sebut Ubai.

Meskipun masih duduk di bangku SMP, ternyata para santri SMP IT Al Hijrah, juga ada yang telah menghasilkan sejumlah karya, seperti cerpen, komik dan novel.

“Pak, bagaimana cara menerbitkan novel,” tanya Ihsanul Hamdi, pelajar kelas IX yang membuat pemateri cukup kaget.

Hal tersebut dibenarkan oleh Imaamul Muttaqin yang menyampaikan, sejumlah santrinya telah ada yang menghasilkan karya berupa cerpen, komik dan novel. Meskipun belum dibukukan.

“Kita sedang berusaha, bagaiman mewujudkan keinginan para santri kita, agar karya-karya mereka bisa kita bukukan. Apalagi, sebagai sekolah swasta, kita cukup terkendala biaya untuk itu,”sebut Imaamul.

Hingga akhir sesi pelatihan kepenulisan, puluhan satri terlihat begitu antusias mengikuti pemaparan pemateri dan aktif dalam mengajukan sejumlah pertanyaan. Begitupun ketika dilakukan praktek menulis, masing-masing mereka terlihat bersemangat. (dit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here