Fadly Amran Ingin Kembalikan Kejayaan Literasi Padangpanjang

457
Walikota Padangpanjang Fadly Amran bersama Pengurus Ruang Kreatif Hamasah STAI Imam Bonjol Padangpanjang.

Padangpanjang, rakyatsumbar.id Keberadaan Padangpanjang sebagai Kota Literasi terus digaungkan, setidaknya Walikota Padangpanjang Fadly Amran berkeinginan setiap sekolah di kota berjuluk Serambi Mekah itu, bisa menerbitkan buku.

“Jika melihat potensi yang dimiliki Padangpanjang, bukan tidak mungkin kota ini bisa dinobatkan sebagai kota literasi internasional seperti Kota Baghdad di Irak dan Edinburgh di Skotlandia, yang lebih dahulu dinobatkan sebagai Kota Literasi oleh Unesco. Tinggal bagaimana kita mengkoloborasikan dan memediasi, berbagai potensi yang dimiliki dan mendukung upaya itu,” sebut Fadly Amran saat berbincang-bincang dengan Relawan Ruang Kreatif Hamasah di Rumah Dinas Walikota, Rabu (20/01/2021).

Menurut Fadly, keberadaan Padangpanjang sebagai salah satu pusat peradaban Islam modern tidak bisa terbantahkan dengan keberadaan Pondok Pesantren Thawalib yang mewarnai perjalanan hidup seorang Buya Hamka dan Pondok Pesantren Diniyah Puteri, sebagai pondok pesantren khusus wanita pertama di Indonesia dengan tokoh sentral Syaikah Rahmah El Yunusiah.

“belum lagi, disini juga banyak dilahirkan penulis-penulis kenamaan seperti AA Navis dengan bukunya Robohnya Surau Kami, Muhammad Subhan yang telah menerbitkan sejumlah novel dan disini juga diselenggarakan Pertemuan Penyair Asia Tenggara pada tahun 2018 silam,” cerita Fadly Amran.

Terkait upaya untuk membangkitkan kejayaan Literasi Padangpanjang, lanjut Fadly, memang bukan pekerjaan mudah. Tetapi, tidak ada yang mustahil jika dikerjakan bersama-sama dan didukung oleh pemerintah daerah.

“Saya sangat surprise dengan kehadiran Ruang Kreatif Hamasah yang telah mampu menerbitkan 4 buah buku dalam rentang waktu satu tahun. Virus ini harus disebarkan, kalau perlu kita dorong masing-masing sekolah yang ada di Padangpanjang untuk menerbitkan buku, baik itu buku sastra ataupun buku akademik,” jelas walikota yang juga mahir membaca puisi itu.

Sebelumnya, Imratul Handayani selaku Pembina Ruang Kreatif Hamasah memaparkan sejumlah program yang telah dan akan dilaksanakan oleh Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang bernaung di lembaga Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Imam Bonjol itu.

“Setelah buku keempat kami terbit dengan judul Dua Sisi Dunia. Kami juga berencana akan menerbitkan buku antologi puisi dengan judul Semua Tentang Kita, kami juga mohon kesedian pak wali untuk ikut berkontribusi dalam buku ini,” sebut Imratul Handayani yang juga Dosen Bahasa Indonesia itu.

Menurut Imratul, komitmen Ruang Kreatif Hamasah dalam mendukung program Literasi Kota Padangpanjang terus dilakukan dengan merangkul penulis-penulis pemula untuk bersama-sama menerbitkan buku. Termasuk juga akan melakukan roadshow ke sekolah-sekolah dalam mencari bakat-bakat terpendam dalam bidang kepenulisan.

“Tanpa dukungan dari Pemerintah Kota Padangpanjang, impian kami untuk melahirkan penulis-penulis baru, juga tidak akan maksimal. Apalagi, ruang gerak dari Ruang Kreatif Hamasah lebih banyak didominasi mahasiswa dan alumni STAI Imam Bonjol Padangpanjang,” ungkapnya.

Pada pertemuan tersebut, juga dilakukan penyerahan buku antologi cerpen Like a Nedds a Joke yang didampingi penulis buku antologi cerpen Pijar Asmaradahana Jon Kenedi, penulis pemula Yasmin Aini, Bahrul Ulum, Yessi dan Dewi. (ned)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here