PADANG  

Dari Pokir ke Panggung Nasional, Tari Anak Padang Bersiap Naik Kelas

Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Anggota DPRD Kota Padang, Wahyu Hidayat saat menutup Festival Tari Anak Kota Padang 2026 di Bagindo Aziz Chan Youth Center, Minggu (01/11/2026).
Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Anggota DPRD Kota Padang, Wahyu Hidayat saat menutup Festival Tari Anak Kota Padang 2026 di Bagindo Aziz Chan Youth Center, Minggu (01/11/2026).

Padang, rakyatsumbar.id— Festival Tari Anak Kota Padang 2026 tak sekadar menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga diharapkan menjadi wadah melahirkan generasi muda yang mencintai dan melestarikan kebudayaan Minangkabau.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, bahkan menargetkan festival tersebut berkembang menjadi agenda berskala nasional dengan dukungan penuh Pemerintah Kota Padang.

Target itu disampaikan Fadly Amran saat menutup Festival Tari Anak Kota Padang 2026 di Bagindo Aziz Chan Youth Center, Minggu (01/11/2026).

Ia mengapresiasi penyelenggaraan festival yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat, kreativitas, serta mengenal seni dan budaya Minangkabau sejak dini.

Menurut Fadly, pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui kegiatan seremonial. Diperlukan ruang ekspresi dan kompetisi agar generasi muda memiliki kesempatan menunjukkan kemampuan sekaligus mengukir prestasi.

Kegiatan tersebut juga sejalan dengan Program Unggulan (Progul) Padang Juara melalui program Padang Balomba.

Bahkan, Fadly berharap pelaksanaan tahun berikutnya bisa meningkat hingga tiga kali lebih besar dibandingkan sekarang.

Pemko Padang juga membuka peluang menjadi sponsor utama agar festival tersebut mampu berkembang dan menjangkau peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Fadly turut mengapresiasi Anggota DPRD Kota Padang, Wahyu Hidayat, yang juga Pembina Sanggar Tari Mutiara Minang, atas konsistensinya menggerakkan kegiatan tersebut melalui dukungan dana Pokok-pokok Pikiran (Pokir) DPRD.

Kolaborasi pemerintah, legislatif, dan komunitas seni dinilai penting untuk memperkuat ekosistem kebudayaan daerah.

Sementara itu, Wahyu Hidayat menjelaskan, Festival Tari Anak Kota Padang 2026 berlangsung selama dua hari, 31 Oktober hingga 1 November 2026, dengan mengusung tema Lestarikan Budaya Minang Sejak Dini. Kegiatan ini melibatkan enam sanggar seni dengan total 300 penari dan seniman musik.

Selain pertunjukan tari, festival juga dimeriahkan lomba mewarnai, solo song, dan fashion show anak. Tidak hanya berorientasi pada seni dan budaya, kegiatan tersebut turut memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat dengan memfasilitasi 10 pelaku usaha kuliner untuk berjualan secara gratis.

Langkah itu sekaligus mendukung penguatan ekonomi lokal dan cita-cita Kota Padang menuju Kota Gastronomi UNESCO 2027.

Pada kesempatan yang sama, Pemko Padang melalui Dinas Pariwisata juga menyerahkan bantuan peralatan kepada delapan pelaku ekonomi kreatif dari lima kecamatan yang terdampak banjir bandang November 2025, khususnya subsektor kriya dan musik.

Penutupan festival turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yenni Yuliza, serta perwakilan enam sanggar seni.

Dengan dukungan pemerintah dan inisiatif Wahyu Hidayat melalui Pokir DPRD, festival ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi tumbuh menjadi panggung pembinaan seniman cilik sekaligus memperkenalkan kekayaan seni Minangkabau ke tingkat nasional. (edg)