rakyatsumbar.id

Berita Sumbar Terkini

Beranda » Curah Hujan Tinggi, Jembatan di Pasaman Ambruk

Curah Hujan Tinggi, Jembatan di Pasaman Ambruk

jembatan ambruk

Jembatan Linjuang menuju Jorong Kubu Baru dan Jorong Soma Kecamatan Mapattunggul, Kabupaten Pasaman ambruk

Pasaman, rakyatsumbar.id–  Tingginya curah hujan, Minggu (9/1) kemarin, mengakibatkan Jembatan Linjuang menuju Jorong Kubu Baru dan Jorong Soma Kecamatan Mapattunggul, Kabupaten Pasaman ambruk.

Brakibat akses jalan menuju dua kejorongan itu tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Sekitar 1200 warga di daerah itu menjadi terisolasi.

Tidak itu saja, dampak tingginya curah hujan, juga menyebabkan runtuhnya bahu jalan.

kejadian terjadi di Jorong Pangian Nagari Muaro Sungai Lolo, Kecamatan Mapattunggul Selatan.

“Jembatan Linjuang menuju Jorong Kubu Baru dan Jorong Soma Kecamatan Mapattunggul Pasaman ambruk dihantam banjir,”  ujar Yulisman, anggota DPRD Pasaman dari Fraksi PAN pada rakyatsumbar.id, Senin (10/1/2021) malam.

“Akibat ambruknya jembatan Linjuang kendaraan tidak bisa  lewat lagi, dan kini dua kejorongan masing-masing Kubu Baru dan Soma menjadi terisolasi,” terangnya.

Berharap Pemkab Pasaman Turun Tangan

Ia berharap, Pemkab Pasaman melalui instansi terkait segera turun ke lokasi dan membantu perbaikan jembatan yang rusak.

Sehingga akses warga ke daerah itu kembali lancar seperti sebelumnya.

Camat Mapattunggul Selatan, Abu Bakar  membenarkan runtuhnya bahu jalan di daerah Jorong Pangian Nagari Muaro Sungai Lolo Kecamatan Mapattunggul Selatan.

“Informasi yang kita terima dari warga, bahu jalan di daerah Jorong Pangian Nagari Muaro Sungai Lolo runtuh.”

“Diduga karena tingginya curah hujan di daerah itu. Dan peristiwa itu sudah kita laporkan pada pihak terkait,” katanya.

Kepala Dinas PUTR Pasaman melalui Kasi Pemeliharaan jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga, Daud menyebut, kondisi Jembatan itu sudah mulai miring.

“Aboutmennya tergerus dihantam banjir akibat luapan sungai dibawah jembatan tersebut,” kata Daud saat dikonfirmasi rakyatsumbar.id melalui phonselnya, Selasa (11/1) sore.

Ditambah lagi besarnya debit air sungai dibawah jembatan itu sehingga menghantam pondasi dan mengikis aboutmen di pangkal jembatan tersebut.

“Dampak dari rusaknya jembatan tersebut, kini warga di daerah itu hanya bisa melintasi daerah itu dengan kendaraan roda dua.

“Warga harus bersabar jelang perbaiakn jembatan ini selesai nantinya,” katanya. (herizon)

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *