14/08/2022
Beranda » Budi Arie : Hadapi Pandemi Covid-19, BUMDes Harus Melek Digital Marketing

Budi Arie : Hadapi Pandemi Covid-19, BUMDes Harus Melek Digital Marketing

Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi.

Jakarta, rakyatsumbar.co.id — Pandemi Covid-19 cukup berdampak bagi perekonomian desa. Distribusi barang dari desa ke konsumen mengalami hambatan selama masa pandemi. Agar perekonomian desa tetap berjalan, Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Budi Arie Setiadi mengajak untuk terus menumbuhkan desa digital.

“Desa digital harus terus ditumbuhkan, agar barang dari desa bisa langsung diakses oleh konsumen. Pandemi Covid-19 memberikan banyak pelajaran terutama terkait pentingnya digital marketing,” ujar Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT), Budi Arie Setiadi saat Webinar yang diselenggarakan oleh Institute for Social Economic Digital (ISED) di Jakarta, Rabu (23/05/2020).

Budi Arie mengatakan, pengembangan ekonomi digital di desa dalam kondisi kekinian dan akan datang sangat penting dilakukan. Terlebih lagi, desa memiliki banyak hasil produksi pertanian yang siap dipasarkan. Menurutnya, desa idealnya menjadi pusat produksi dan distribusi berbagai produk terutama produk pertanian.

Ia menjabarkan, penggunaan teknologi digital membuat pasar menjadi lebih terbuka dan transparan. Dalam digital marketing, konsumen akan mendapatkan barang dengan harga yang relatif lebih baik. Di samping itu, produsen juga bisa menjual barang dengan keuntungan yang wajar dan dapat lebih mudah dalam menjamah konsumen.

“Digital marketing membuat perdagangan menjadi lebih fair, produsen bisa mendapatkan keuntungan yang wajar dan konsumen bisa mendapatkan harga yang terbaik. Sehingga pedagang untung, konsumen untung,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wamendes PDTT mengajak Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar lebih terbuka dan mulai menerapkan sistem digital marketing. Harapannya, agar memastikan perekonomian desa tetap berjalan dan semakin tumbuh.

“BUMDes harus bekerjasama dengan stakeholder pelaku digital. Karena desa kalau mau maju, harus bekerjasama baik dengan perusahaan swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN), harus lebih terbuka,” tutupnya. (rel/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.