Batu Basurek, Potensi Tersembunyi Tanjung Mutiara

40
Seorang nelayan sedang menjala ikan di kawasan Batu Basurek Tanjung Mutiara.

Tanahdatar, rakyatsumbar.co.id — Objek wisata Tanjung Mutiara Nagari Batu Taba Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanahdatar mungkin tidak asing lagi bagi masyarakat Sumatera Barat, bahkan untuk skala nasional. Apalagi, Danau Singkarak cukup banyak memiliki potensi pariwisata, selain keberadaan ikan Bilih yang menjadi spesies endemik danau itu.

Kawasan Batu Basurek yang menjadi lokasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan dari luar negeri.

Ketika relawan Ruang Kreatif Hamasah Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Imam Bonjol Padangpanjang yang dikomandai Imratul Handayani sebagai Pembina bertandang ke objek wisata Tanjung Mutiara, langsung disambut Walinagari Batutaba Desriyanto Bandaro Bungsu, Minggu lalu.

Dipandu sang walinagari menggunakan kapal bermuatan 25 orang, rombongan Hamasah diajak mengililingi tepian danau yang berada di kawasan Nagari Batu Taba, termasuk kawasan paling selatan yang terdapat dinding batu menjulang tinggi yang disebut masyarakat setempat Batu Basurek.

Walinagari Batutaba Desriyanto Bandaro Bungsu ketika memandu Relawan Ruang Kreatif Hamasah mengelilingi kawasan Batu Basurek.

“Dulunya memang ada batu dengan tulisan-tulisan seperti surat, tetapi karena adanya bencana alam, batu itu jatuh ke dalam danau. Sekarang, masih banyak turis luar negeri yang datang melihat lokasi tersebut, sekalian menikmati pemandangan alam di kawasan itu,” kata Desriyanto Ketika menunjukan lokasi Batu Basurek itu berada.

Diceritakannya, sebelum diberlakukannya Pembatasan Sosial Berksala Besar (PSBB) di Sumatera Barat yang mana harus menutup seluruh fasilitas umum dari aktifitas keramaian, termasuk di objek wisata Tanjung Mutiara. Cukup banyak turis dari luar negeri yang datang menikmati pemandangan alam di kawasan Batu Basurek tersebut.

Relawan Ruang Kreatif Hamasah ketika mengunjungi objek wisata Tanjung Mutiara Nagari Batutaba Kecamatan Batipuh Selatan, Tanahdatar.

“Sejak diberlakukannya New Normal dan objek wisata Tanjung Mutiara dibuka Kembali untuk umum, cukup jarang ada kunjungan ke kawasan ini. Karena memang didominasi wisatawan domestik, mudah-mudahan kedepan kunjungan wisata akan meningkat lagi,” harapnya.

Meski tidak begitu merinci tentang asal-usul Batu Basurek tersebut, tetapi Desriyanto meminta pengunjung untuk berhati-hati Ketika berada di atas kapal, karena kondisi masih alami dan cukup banyak binatang liar yang berada di kawasan itu.

Foto bersama dengan latar belakang pohon kelapa dan Danau Singkarak.

“Indah sekali pemandangan disini ya, saya mengira Tanjung Mutiara hanya untuk tempat mandi-mandi aja. Ternyata ada potensi lain yang belum banyak diketahui masyarakat umum,” sebut Imratul Handayani yang takjub dengan keindahan kawasan itu.

Malahan, relawan Hamasah yang terdiri dari 15 orang tersebut juga sempat berhenti di tepian danau yang menjadi lokasi penyelenggaraan Festival Galundi, akhir tahun lalu.

Nola Nofalinda dengan latar belakang pepohonan kelapa Danau Singkarak.

“Bagus lokasinya, yuk kita foto di tengah persawahan dengan latar belakang danau Singkarak,” sebut Nola Nofalinda, Staf TU STAI Imam Bonjol yang juga ikut dalam rombongan.  (ned)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here