19/08/2022
Beranda » Bantu Penanganan Covid-19 di Sumbar, PNP Berikan 4 Whastafel di BIM

Bantu Penanganan Covid-19 di Sumbar, PNP Berikan 4 Whastafel di BIM

Direktur PNP Surfa Yondri bersama jajaran saat menyerahkan 4 unit whastafel di BIM. Whastafel tersebut diserahkan langsung kepada GM Angkasa Pura II Yoswagiono, Senin (24/8).

Padang, rakyatsumbar.id–Politeknik Negeri Padang (PNP) terus memberikan kontribusinya dalam membantu penanganan Covid-19 di Sumbar. PNP serahkan 4 unit whastafel otomatis untuk digunakan masyarakat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padangpariaman.

Penyerahan 4 unit whastafel di kawasan yang setiap harinya ramai didatangi masyarakat, baik pengunjung ataupun penumpang pesawat yang keluar masuk Sumbar melalui jalur udara tersebut diserahkan langsung Direktur PNP Surfa Yondri kepada General Manager Angkasa Pura II Yuswagiono, Senin (24/8).

“Di BIM silih berganti orang yang datang. Dengan adanya whastafel otomatis ini tentunya bagi yang masuk ke Sumbar dapat memamfaatkan untuk cuci tangan. Diharapkan dengan begitu dapat membantu pencegahan penyebaran virus Corona di Sumbar, ” ujarnya.

Ia mengatakan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 diantaranya dengan rajin mencuci tangan. Ini salah satu protokol kesehatan, selain jaga jarak dan menggunakan masker.

“Selain di BIM, PNP juga sudah menyalurkan wastafel untuk dimanfaatkan di beberapa tempat, seperti pasar, mesjid/ mushala, tempat-tempat olahraga, sekolah dan kantor pemerintahan. Ini bentuk kepedulian PNP terhadap penanganan penyebaran virus Corona,” jelasnya.

Sementara itu, General Manager Angkasa Pura II Yoswagiono menyampaikan terima kasih kepada PNP atas sumbangsih serta kepedulian terhadap penanganan Covid-19 di Bandara Internasional Minangkabau.

“Selain penyerahan whastafel, PNP juga sedang melakukan penelitian di BIM. PNP akan membuatkan alat mengukur ketinggian air di landasan pacu bandara,” jelasnya.

Ditambahkannya, selama ini jika kondisi hujan, petugas lapangan harus turun untuk mengecek ketinggian air di landasan pacu untuk memastikan kelayakan landasan bisa digunakan atau tidak untuk pesawat saat hujan.

“Apabila riset PNP tersebut berhasil, hasil karya tersebut akan dipatenkan. Angkasa Pura dan BIM membuka diri bagi mahasiswa PNP PKL, riset dan penelitian dosen PNP terhadap aktifitas bandara,” pungkasnya. (mul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.