12/08/2022
Beranda » Bank Indonesia Yakin QRIS Meningkat

Bank Indonesia Yakin QRIS Meningkat

Pekan QRIS Nasional Diresmikan

Padang, Rakyat Sumbar — Bank Indonesia optimistis pengguna sistem pembayaran non tunai QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard) atau QR Code Indonesian, akan terus bertambah. Ribuan merchant  sudah disosialisasikan.

“Sekarang sudah ada 177 an yang sudah QRIS, dan tentunya jumlah tersebut akan terus bertambah,” kata Iman Suriansyah Nurdin, Kepala Divisi Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah dan Layanan Administrasi, Bank Indonesia Perwakilan Sumbar, saat launching Pekan QRIS Nasional, di Aula Nan Tongga Bank Indonesia Perwakilan Sumbar, Senin (9/3).

Ia melanjutkan, QRIS sebagai alat pembayaran non tunai sangat bermanfaat bagi masyarakat. Pada pertengahan Februari 2020 sudah disosialisasikan kepada 2.700 merchant yang akan menggunakan QRIS.

“Mudah-mudahan kita berharap dengan semakin banyaknya QRIS manfaatnya buat masyarakat Sumbar lebih bisa memanfaatkan uang yang masuk untuk hal-hal yang lebih positif dan bermanfaat buat masyarakat,” tutur Iman.

Ia menyampaikan, Pekan QRIS Nasional ini dilaksanakan untuk meningkatkan kepedulian serta pemahaman kepada masyarakat terhadap QRIS, sehingga peningakatan pengguna QRIS bisa bertambah sebanyak-banyaknya.

“Sejalan dengan itu, tidak hanya masyarakat, tetapi merchant pun yang ingin menggunakan QRIS punya suatu wadah untuk bisa diberikan pemahaman bagaimana cara yang paling cepat untuk bisa menambah QRIS, bagaimana cara yang sesuai aturan,” sebutnya.

Ia menyebutkan, Pekan QRIS Nasional dilaksanakan 9-14 Maret 2020, sekaligus mengundang merchant, serta sejumlah pihak lainnya. “Ini berharap jumlahnya akan semakin meningkat, targetnya sebanyak-banyaknya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Endrizal, mengatakan, mendukung penggunaan QRIS di Pasar Raya Padang, dan pasar-pasar tradisional.

“Kita sangat mendukung, dan mensosialisasikannya kepada pedagang khususnya di Pasar Raya dan pasar-pasar pembantu melalui corong corong yang ada di pasar,” kata Endrizal, usai menjadi narasumber kegiatan tersebut.

Ia menyampaikan, penggunaan QRIS sebagai alat pembayaran non tunai memang sangat bermanfaat, sehingga memudahkan masyarakat dalam menggunakannya. Namun, biaya administrasi harus dievaluasi.

“Sudah banyak juga pedagang yang memakai QRIS, tetapi jumlah pastinya belum diketahui. QRIS lebih unggul, kalau bisa biaya administrasinya dikurangi,” ungkap Endrizal. (byr)

Foto: Kepala Divisi Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah dan Layanan Administrasi, Bank Indonesia Perwakilan Sumbar, Iman Suriansyah Nurdin, Kadis Perdagangan Kota Padang, Endrizal, serta nara sumber lainnya saat diskusi Pekan QRIS Nasional, di Aula Nan Tongga Bank Indonesia Perwakilan Sumbar, Senin (9/3). (HANDIYANUAR)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.