Pariaman, rakyatsumbar.id – Antisipasi Judi Online (Judol) di jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pariaman, dikomandoi Provos melakukan razia mendadak kepada personil dengan memeriksa seluruh handphone di kantor Satlantas, Selasa (13/10/2026).
Kasat lantas Pariaman, Iptu Afrizal Sahar ketika dihubungi melalui WhatsApp membenarkan bahwa telah melakukan razia handphone terhadap seluruh personil sesuai antisipasi adanya aplikasi atau link judol di handphone anggota.
Afrizal Sahar juga menyampaikan, giat ini sesuai instruksi tegas dari kapolri terhadap seluruh jajaran korps bhayangkara untuk menjauhi segala bentuk praktik perjudian, khususnya Judol.
Ia menyebutkan penegasan ini menjadi salah satu fokus utama bapak Kapolri dalam program 100 Hari kerja pertama Kapolri sejak resmi dilantik.
Adapun anggota yang ada di lantas Pariaman berjumlah 34 personil, hasil pemeriksaan tidak ada ditemukan aplikasi maupun link judol dalam handphone anggota yang dirazia.
“Alhamdulilah tidak ada ditemukan aplikasi dan link judol di handphone anggota satlantas Pariaman,” kata Iptu Afrizal Sahar.
Iptu Afrizal Sahar kembali menegaskan jika dalam razia ditemukan ada personil yang terjaring judol, dirinya tidak segan-segan akan memberikan tindakan tegas dan akan melaporkan kepada atasan.
Kapolres Pariaman AKBP Agung Pranajaya ketika dihubungi menyampaikan, adanya razia terhadap handphone anggota lantas Pariaman untuk mengantisipasi keterlibatan anggota judol.
“Operasi ini sesuai himbaun dari bapak Kapolri untuk membrantas pelaku judol terutama anggota, tidak ada pengecualian soal hukuman pelaku judol,” terang Kapolres Pariaman AKBP Agung Pranajaya lagi
Agung Pranajaya juga membeberkan, kegiatan ini bagian dari pembenahan internal terlebih dahulu terutama di satlantas dan kedepan nantik seluruh jajaran akan dilakukan razia hingga Kapolsek.
“Anggota Polri harus menjadi teladan bagi masyarakat. Jika ada yang terbukti terlibat judi online anggota Polres Pariaman akan kami sanksi tegas tanpa pandang bulu,” ujar eks Danton Brimob ini yang pernah bertugas di Papua.
AKBP Agung Pranajaya kembali menghimbau kepada anggota terutama jangan pernah bermain-main soal judol. Karena, efek judol akan berpengaruh kepada keluarga, institusi dan perekonomian.
“Jika anggota sudah kecanduan judol, bekerjapun akan tidak fokus dan dalam kehidupan berkeluarga sudah pasti terganggu,” tegas Agung
Ia juga menghimbau masyarakat Pariaman untuk aktif melaporkan jika menemukan adanya aktivitas perjudian maupun keterlibatan oknum aparat di lapangan. (hmi)





