Utama  

UKM Pers Pituluik Datangkan Master Fotografi Ichsan Saputra, M.Sn

Master Fotografi Ichsan Saputra, M.Sn saat menyampaikan materi Fotografi Jurnalistik dihadapan Anggota UKM Pers Pituluik ISI Padangpanjang, Rabu (16/09/2926) malam. 
Master Fotografi Ichsan Saputra, M.Sn saat menyampaikan materi Fotografi Jurnalistik dihadapan Anggota UKM Pers Pituluik ISI Padangpanjang, Rabu (16/09/2926) malam. 

Padangpanjang, rakyatsumbar.id — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers Pituluik ISI Padangpanjang mengadakan mendatangkan BPO, Ichsan Saputra, M.Sn dengan materi berjudul Fotografi Jurnalistik, Rabu (16/09/2026) malam.

Kegiatan yang dilaksanakan di ruang tengah Lantai 1 Gedung UKM ISI Padangpanjang itu menjadi bagian pertemuan rutin Anggota UKM Pers Pituluik, Ichsan mengisi materi ini sebagai salah satu cara menyampaikan informasi kepada masyarakat melalui gambar yang memiliki nilai berita.

“Tujuannya agar peserta memahami konsep fotografi jurnalistik, informasi yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan jelas oleh para pembaca berita,” ujar Ichsan.

Selain itu, para peserta juga dibekali pengetahuan tentang perbedaan antara foto dokumentasi dan foto jurnalistik.

Menurut Ichsan, foto jurnalistik harus memiliki sinopsis yang memuat unsur 5W+1H. Ichsan menambahkan bahwa ciri utama fotografi jurnalistik, yaitu memiliki nilai berita atau menjadi berita itu sendiri, melengkapi artikel berita, serta dimuat dalam suatu media.

Dalam praktiknya, wartawan foto diimbau untuk memperhatikan teknik pengambilan gambar serta mematuhi etika jurnalistik.

“Foto yang dipublikasikan harus sesuai dengan keadaan sebenarnya di lapangan,” jelas Ichsan.

Selain teknik dan etika, Ichsan turut memperkenalkan nilai-nilai fotografi jurnalistik seperti aktualitas, keterkaitan dengan berita, kejadian luar biasa, promosi, dan kepentingan. Selanjutnya, Ichsan memaparkan beberapa klasifikasi genre foto jurnalistik seperti Hot News, General News, People in the News, dan lainnya.

Ichsan berharap melalui pemaparan materi ini, fotografi jurnalistik dapat dipahami bukan sekadar kegiatan mengambil gambar.

“Melainkan sebagai media penyampaian informasi yang faktual, jelas dan sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan,” pungkasnya. (ned)