Pengurus PGRI Solok Selatan Aktif Ikuti Berbagai Kegiatan 

Ketua PGRI Kabupaten Solok Selatan Asbandi, S.Pd, M.Pd bersama jajaran pengurus saat kegiatan Konferensi Kerja Provinsi I, PGRI Provinsi Sumatera Barat dan Pengukuhan Ibunda Guru PGRI Provinsi Sumatera Barat di Kota Padang.
Ketua PGRI Kabupaten Solok Selatan Asbandi, S.Pd, M.Pd bersama jajaran pengurus saat kegiatan Konferensi Kerja Provinsi I, PGRI Provinsi Sumatera Barat dan Pengukuhan Ibunda Guru PGRI Provinsi Sumatera Barat di Kota Padang.

Padang, rakyatsumbar.id–Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Solok Selatan sukses pelaksanaan Konferensi Kerja Kabupaten PGRI Kabupaten Solok Selatan dan pengukuhan Ibunda Guru PGRI Solok Selatan pada taggal 28 Juli lalu.

Tetapi pada tanggal 4 sampai 6 September 2026, bertempat di Hotel Truntum Kota Padang, PGRI Kabupaten Solok Selatan ikut berpartisipasi dalam Konferensi Kerja Provinsi I, PGRI Provinsi Sumatera Barat dan Pengukuhan Ibunda Guru PGRI Provinsi Sumatera Barat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut 9 orang, pengurus PGRI diantaranya Ketua PGRI Solok Selatan Asbandi, S.Pd., MPd, Sekretaris Wedi Fitria Gusra, S.Pd, Bendahara Mira Fitriani,S.Pd, Wakil Sekretaris Deswirman, S.Pd.

Selain itu, Sekretaris Bidang Kesejahteraan Pera Osnita, S.Pd, kemudian 4 orang berasal dari kepengurusan PGRI Cabang, diantaranya Kecamatan Sangir Zaidil Gusrifal, S.Pd.

Ketua PGRI Solok Selatan Asbandi, S.Pd, M.Pd saat dihubungi Sabtu (05/09/2026)menuturkan, rombongan PGRI Solok Selatan tiba di Kota Padang Jumat (04/09/2026) sekita pukul 10.00, langsung mengikuti seminar publik.

Kemudian PGRI medapatka kesempatan mengikuti kampanye Akses Pendidikan Bermutu untuk Semua dengan menampilkan banner Wujudkan Sekolah yang Aman dan Nyaman untuk Kami.

“Dalam diskusi isu mencuat tentang pembiayaan pendidikan seperti uang komite sekolah, relokasi GTK, masalah GTK honorer dan penggunaan Batik PGRI, isu-isu tersebut dalam pandangan PGRI Kabupaten Solok Selatan dapat diselesaika melalui Komitmen dan Sinergi dengan berbagai pihak yang berkompeten,” kata Asbandi.

Penggunaan Batik PGRI

Dikatakannya, diantaranya ketika teman-teman meminta kepada Ketua Umum PGRI untuk menetapkan hari atau tanggal tetentu dalam pengunaan batik PGRI bagi guru dan tenaga kependidikan di sekolah.

“Kita lebih cenderung menjaga marwah batik PGRI dengan tidak semua GTK dapat menggunakan, tidak semua guru anggota PGRI, maka yang berhak menggunakan batik PGRI Kusuma Bangsa tersebut adalah anggota PGRI Solok Selatan yang sah tedaftar pada SIK KTA digital PGRI,” tegas Asbandi.

Menurutnya,  tentang GTK honorer PGRI Kabupaten Solok Selatan tidak menjadikan sebagai isu yang mendesak karena pengelolaan guru di Kabupaten Solok Selatan fokus pada pemerataan atau pendistribusian guru yang tersebar di ratusan satuan pendidikan.

“Pendistribusian secara kuantitas maupun kualitas untuk pendidikan bermutu bagi semua,” tutup Asbandi. (juf)