Utama  

DP3AP2KB Sumbar Gelar Kampanye Pencegahan Kekerasan pada Perempuan

DP3AP2KB Sumbar Gelar Kampanye Pencegahan Kekerasan pada Perempuan.

Padang, Rakyat Sumbar – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Sumatera Barat menggelar kampanye dan penggalangan Komitmen Bersama untuk pencegahan kekerasan terhadap perempuan.

Agenda yang diadakan pada Kamis, 25 Juni 2026, di Aula DP3AP2KB Provinsi Sumbar, Jalan Rasuna Said No. 74 Padang, menghadirkan berbagai unsur lintas sektor, termasuk dunia usaha dan perbankan.

Acara ini menghadirkan narasumber dan penanggung jawab kegiatan yaitu Desra Elena, SKM., MKM., Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Anak DP3AP2KB Provinsi Sumbar, serta dr. Herlin Sridiani, M.Kes, Kepala Dinas DP3AP2KB Sumbar. Selain itu, Rolli Fernando, dari Tim Forum CSR Bank Nagari Sumatera Barat, turut memberikan perspektif keterlibatan dunia usaha dalam pencegahan kekerasan berbasis gender.

Desra Elena menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dan pelibatan dunia usaha sebagai bagian strategis dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan. “Kekerasan terhadap perempuan harus kita tangani bersama secara komprehensif. Dunia usaha memegang peran vital, tidak hanya sebagai pelaku bisnis tetapi sebagai agen perubahan yang dapat membangun budaya kerja bebas kekerasan dan diskriminasi,” ujarnya. Desra juga menambahkan bahwa pembentukan Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (ApSai) Provinsi Sumatera Barat merupakan langkah konkret untuk menguatkan komitmen tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas DP3AP2KB Provinsi Sumbar, dr. Herlin Sridiani, menegaskan bahwa perlindungan perempuan dan anak adalah prioritas utama pemerintah provinsi yang hanya dapat terlaksana dengan kolaborasi semua pihak. “Pencegahan kekerasan perempuan tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Peran perbankan, perusahaan, rumah sakit, hingga sektor transportasi dan industri sangat kami harapkan dalam membangun sistem yang mendukung keselamatan dan kesejahteraan perempuan di Sumbar,” kata dr. Herlin.

Acara yang diikuti oleh perwakilan berbagai perbankan di Kota Padang seperti Bank Mandiri, Bank BRI, Bank Nagari, dan Bank BNI ini juga menyertakan sejumlah perusahaan besar, termasuk Lion Air, Citilink, Semen Padang, Telkom, Garuda Indonesia, Intercom Toyota, Honda Gajah Motor, serta Rumah Sakit Hermina Padang. Kehadiran berbagai pelaku usaha ini menunjukkan tingginya kesadaran dan komitmen sektor swasta terhadap isu pencegahan kekerasan pada perempuan di lingkungan kerja maupun masyarakat luas.

Dalam kesempatan itu, masing-masing perwakilan perusahaan menyampaikan rumusan dan dukungan mereka terhadap pembentukan ApSai Provinsi Sumatera Barat. Asosiasi ini diharapkan menjadi wadah koordinasi dan advokasi yang efektif dalam melahirkan program-program perlindungan perempuan dan anak yang berkelanjutan di dunia usaha.

Firman Wanipin, wartawan dari Harian Umum Rakyat Sumbar, memberikan apresiasi atas inisiatif ini. “Kampanye ini adalah langkah penting yang menunjukkan bahwa pencegahan kekerasan terhadap perempuan harus menjadi agenda bersama, melibatkan seluruh sektor, termasuk media yang berperan menyuarakan isu-isu ini kepada publik secara luas,” ujarnya.

Fitri, perwakilan dari Toyota Intercom, menyambut baik pembentukan ApSai dan menyatakan komitmen perusahaan dalam mendukung perlindungan perempuan di lingkungan kerja. “Toyota Intercom berkomitmen menyediakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh karyawan, terutama perempuan. Kami percaya kolaborasi dengan pemerintah dan dunia usaha lain akan memperkuat upaya ini,” kata Fitri.

Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif DP3AP2KB Provinsi Sumatera Barat untuk memperkuat peran serta masyarakat dan sektor swasta dalam membangun budaya penghormatan dan keamanan bagi perempuan, sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan terkait kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. (fwi)