Padangpanjang, rakyatsumbar.id –Event ISU ISI yang digagas mahasiswa Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang dinilai menjadi momentum penting lahirnya gerakan kreatif baru di lingkungan kampus sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi seni dalam pengembangan ekosistem industri kreatif di daerah.
Kegiatan yang akan berlangsung pada 24–25 Juli 2026 tersebut menjadi salah satu event terbesar yang pernah diselenggarakan mahasiswa Pascasarjana ISI Padangpanjang.
Rektor ISI Padangpanjang, Dr. Febri Yulika, S.Ag., M.Hum mengapresiasi keberanian mahasiswa dalam menghadirkan sebuah festival yang lahir dari luaran Mata Kuliah Manajemen namun berkembang menjadi ruang kolaborasi yang melibatkan berbagai unsur akademik, seni, budaya, industri kreatif, hingga masyarakat luas.
“Jadi, meski berangkat dari sebuah mata kuliah, kreativitas yang ditunjukkan mahasiswa dan dosen pembimbing patut diapresiasi. Kreativitas itu berhasil disinergikan dengan capaian akademik sehingga mampu menjadi media untuk memperkenalkan ISI Padangpanjang, khususnya Pascasarjana, kepada masyarakat melalui sebuah event yang kami sebut ISU ISI,” ujarnya, Senin (22/06/2026).
Febri menambahkan, ukuran keberhasilan sebuah kegiatan tidak ditentukan oleh besar kecilnya skala acara, melainkan sejauhmana kegiatan tersebut mampu melahirkan gagasan, kolaborasi, dan dampak yang berkelanjutan.
“Atas dasar itu, ISU ISI dipandang sebagai pijakan penting bagi lahirnya tradisi baru dalam pengembangan kreativitas mahasiswa. Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan mahasiswa Pascasarjana tidak hanya berkutat pada aktivitas akademik dan penelitian, tetapi juga mampu menerjemahkan gagasan ke dalam sebuah peristiwa budaya yang dapat dinikmati publik,” tuturnya.
Febri juga menilai Keberanian mahasiswa dalam mengelola kegiatan berskala besar merupakan cerminan dari potensi yang dimiliki ISI Padangpanjang sebagai institusi yang menaungi berbagai subsektor ekonomi kreatif.
“Potensi itu sebenarnya sudah ada di lingkungan kita. Hampir seluruh subsektor ekonomi kreatif memiliki keterkaitan dengan disiplin ilmu yang ada di ISI Padangpanjang. Namun perlu sinergisitas dan kolaborasi agar kreativitas tidak berjalan sendiri, tetapi membangun hubungan dengan berbagai pihak,” sebutnya.
Direktur Pascasarjana ISI Padangpanjang, Dr. Rasmida, S.Sn., M.Sn menjelaskan, ISU ISI merupakan event kesembilan yang diselenggarakan oleh Pascasarjana.
“Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya yang dilakukan di luar kampus, kali ini seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di lingkungan ISI Padangpanjang,” ucapnya.
Rasmida mengatakan, selama ini melaksanakan berbagai event di luar kampus dan mendapat respons yang sangat baik dari masyarakat.
“Tahun ini kami ingin mengangkat kampus sebagai pusat kegiatan. Harapannya, ISU ISI dapat menjadi cikal bakal event tahunan Pascasarjana ISI Padangpanjang,” tuturnya.
Dosen Pengampu Mata Kuliah Manajemen Seni Dr. Sulaiman Juned, S.Sn., M.Sn mengatakan, ISU ISI memiliki peran strategis dalam membuka akses yang lebih luas bagi pelaku seni dan industri kreatif daerah untuk terhubung dengan jejaring nasional maupun internasional.
Sulaiman Juned menambahkan, ISU ISI menjadi langkah awal dalam membangun aktivitas kreatif yang lebih besar. Daerah masih memiliki keterbatasan akses menuju skala nasional.
“Jadi, perlu dibangun hubungan kerja sama dengan pelaku industri kreatif agar tercipta koneksi yang kuat antara daerah, nasional, hingga internasional,” ungkap Sastrawan yang Sutradara Teater yang akrab disapa Adoen.
Direktur Festival ISU ISI Amin Wahyuda, menyatakan, festival ini dirancang bukan sekadar perhelatan sesaat, melainkan platform yang tumbuh dan berkembang.
Amin menambahkan, ISU ISI merupakan proses kecil yang akan berkembang menjadi akar, membentuk jaringan yang kuat, dan pada akhirnya tumbuh menjadi festival besar yang berkontribusi terhadap pembangunan dan kemajuan ISI Padangpanjang di masa depan.
“ISU ISI menghadirkan ruang kolaborasi yang produktif, inovatif dan berkelanjutan. Kehadiran festival ini diharapkan menjadi wadah pertemuan antara akademisi, seniman, pelaku industri kreatif, komunitas, serta masyarakat dalam memperkuat pengembangan seni, budaya dan ekonomi kreatif,” ujarnya. (ned)





