Padang, Rakyat Sumbar – Pada pagi cerah Sabtu, tiga puluh Mei dua ribu dua puluh enam, Pos Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) Komplek Tarok Indah 2 di Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, terasa hidup dengan semangat warga yang berkumpul. Momentum penimbangan sampah perdana Bank Sampah Unit Pancadaya 20 RW 011 menjadi ajang kebersamaan sekaligus langkah nyata menjaga kebersihan lingkungan dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Bank Sampah Unit Pancadaya 20 adalah hasil dari kerja keras dan komitmen warga dan pengurus RW yang peduli pada kelestarian lingkungan. Kegiatan penimbangan yang dimulai tepat pukul delapan pagi itu disaksikan dan didampingi langsung oleh Direktur Bank Sampah Induk Pancadaya, Mina Dewi Sukmawati. Ia mengapresiasi antusiasme warga yang terlihat sangat aktif dalam mengikuti program ini.
“Ini bukan sekadar menimbang sampah, tapi bagaimana warga bisa melihat nilai ekonomi dan turut menjaga lingkungan,” ungkap Mina dengan penuh semangat. Baginya, kesadaran masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. “Kami dari Bank Sampah Induk Pancadaya berkomitmen memberikan pendampingan terus-menerus agar pengelolaan sampah di tingkat RW ini berjalan efektif dan berkelanjutan,” tambahnya.
Firman Wanipin, Ketua RW 011 Tarok Indah 2, turut menyampaikan pesan optimistis. Menurutnya, bank sampah ini adalah wadah strategis yang mengajak warga untuk tidak hanya membuang sampah, tetapi juga mengelolanya dengan cermat dan mendapatkan imbal balik. “Kami ingin mengubah cara pandang warga tentang sampah, dari limbah menjadi sumber ekonomi,” ujar Firman.
Ketua Komplek Tarok Indah 2, Iswandi, yang juga hadir, memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Ia menilai bahwa pengelolaan sampah berbasis komunitas seperti ini sangat efektif untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. “Lebih dari itu, ini juga menjadi media pendidikan bagi masyarakat agar terbiasa hidup ramah lingkungan,” katanya.
Direktur Bank Sampah Unit Pancadaya 20, Yelva Juita Eka Putri, menambahkan, “Kami merasa bangga dengan respon positif masyarakat. Saat ini, kami telah memiliki lebih dari tiga puluh empat nasabah aktif dan optimis angka tersebut akan terus bertambah. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat dan kelurahan, kami percaya Bank Sampah Unit Pancadaya 20 akan menjadi pionir pengelolaan sampah di tingkat RW yang memberikan manfaat nyata.”
Bank sampah adalah sistem pengelolaan sampah dimana warga memilah dan mengumpulkan sampah yang kemudian ditimbang dan ditukar dengan uang atau barang. Konsep ini menjadi solusi efektif untuk mengurangi penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus meningkatkan ekonomi keluarga warga.
Kegiatan ini sejalan dengan visi Pemerintah Kota Padang melalui program Padang Rancak Award, sebuah penghargaan untuk mendorong pengelolaan lingkungan, kebersihan, dan inovasi sosial di tingkat RT dan RW.
Dengan semangat bersama, warga Tarok Indah 2 menunjukkan bahwa perubahan positif dimulai dari langkah kecil yang konsisten. Bank Sampah Unit Pancadaya 20 RW 011 menerjemahkan kepedulian lingkungan sekaligus memberi sumbangan nyata bagi kualitas hidup masyarakat. (fwi)





