PATUH Sumbar Keberatan Harga Tiket Umrah Naik hingga Rp4,5 Juta, Desak Lion Air Group Tinjau Ulang

PATUH Sumbar Keberatan Harga Tiket Umrah Naik hingga Rp4,5 Juta, Desak Lion Air Group Tinjau Ulang.

Padang, Rakyat Sumbar — Kenaikan harga tiket penerbangan umrah yang diberlakukan maskapai Batik Air dan Lion Air menuai keberatan dari kalangan penyelenggara perjalanan ibadah umrah di Sumatera Barat.

Melalui forum bersama, sebanyak 27 travel umrah yang tergabung dalam organisasi Persatuan Travel Umrah & Haji Sumatera Barat (PATUH Sumbar) menyatakan penolakan atas lonjakan harga tiket yang mencapai Rp4 juta hingga Rp4,5 juta per jamaah.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam musyawarah bersama PATUH Sumbar di Padang, Kamis (15/5/2026). Para pelaku usaha travel menilai kenaikan harga yang terjadi dalam waktu singkat sangat memberatkan dan berpotensi mengganggu keberlangsungan layanan umrah di daerah.
Ketua Umum PATUH Sumbar, Joni Alfandri, menyebutkan bahwa lonjakan harga tiket berdampak langsung terhadap stabilitas paket umrah yang sebelumnya telah dipasarkan kepada masyarakat.

“Travel sudah lebih dulu menawarkan paket kepada jamaah dengan harga yang telah disepakati. Ketika terjadi kenaikan mendadak hingga jutaan rupiah per orang, tentu ini menjadi persoalan besar bagi travel maupun calon jamaah,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Menurut PATUH Sumbar, kenaikan harga tiket tersebut berdampak pada beberapa aspek penting, mulai dari terganggunya stabilitas harga paket umrah, menurunnya kepercayaan calon jamaah, hingga ancaman terhadap kelangsungan operasional travel umrah dan haji di daerah.

Selain itu, kondisi tersebut juga dinilai dapat menghambat kemampuan masyarakat untuk mewujudkan niat beribadah ke Tanah Suci, terutama bagi jamaah yang telah melakukan perencanaan dan pembayaran sejak jauh hari.

PATUH Sumbar mengaku memahami bahwa penyesuaian harga tiket dapat dipengaruhi berbagai faktor operasional, seperti kenaikan harga avtur dan biaya penerbangan internasional. Namun, mereka menilai lonjakan harga dalam nominal besar dan waktu singkat menyulitkan travel untuk melakukan penyesuaian kepada jamaah.

Dalam pernyataan bersama itu, PATUH Sumbar mengajukan sejumlah permintaan kepada pihak Lion Air Group. Di antaranya meminta maskapai meninjau kembali kebijakan kenaikan harga tiket umrah, memberikan solusi khusus bagi travel yang telah melakukan booking dan pemasaran paket sebelumnya, serta membuka ruang komunikasi bersama asosiasi travel umrah dan haji di Sumatera Barat.

Mereka juga meminta adanya upaya menjaga kestabilan harga penerbangan umrah demi keberlangsungan pelayanan kepada jamaah.

PATUH Sumbar menegaskan, apabila kenaikan harga tiket sebesar Rp4 juta hingga Rp4,5 juta per jamaah itu tidak ditinjau ulang, maka dikhawatirkan akan terjadi pembatalan maupun pengurangan booking seat oleh travel-travel umrah di Sumatera Barat.

“Kami berharap kebijakan yang diambil nantinya dapat menjaga hubungan baik antara maskapai dan penyelenggara perjalanan ibadah umrah, sekaligus melindungi kepentingan masyarakat luas,” demikian bunyi pernyataan bersama PATUH Sumbar.(*)