01/03/2024
Beranda » Yori Alfajra Yusra, Garin yang jadi Wakepsek: Kembangkan Seluruh Bakat dan Minat

Yori Alfajra Yusra, Garin yang jadi Wakepsek: Kembangkan Seluruh Bakat dan Minat

Yori Alfajra Yusra.

Padang, rakyatsumbar.id – Nama lengkapnya, Yori Alfajra Yusra. Tapi ia lebih akrab disapa oleh lingkungannya dengan panggilan Bang Yo.

Sapaan itu menjadi bagian dari keseharian khususnya bagi masyarakat Kampung Koto RT 002/ RW 003 Kelurahan Piai Tangah, Pauh, Kota Padang.

Ia memang bukan warga asli di sana, tetapi keberadaannya tak berbeda dengan warga setempat. Bang Yo masuk ke kampung itu saat kuliah di semester tiga. Ia menjadi gharin di Mushalla Ar-Rahman.Tujuannya mengabdikan diri menjadi guru mengaji.

Lahir dari latar belakang ekonomi sulit, Bang Yo bertekad melanjutkan kuliah, meskipun dengan keterbatasan biaya. Salah satu cara mengatasinya kebutuhannya, ia tinggal di masjid atau musala.

Tak perlu bayar tempat tinggal, cukup mengeluarkan energinya bersih-bersih musala yang ditempatinya.
Kini, telah 10 tahun berlalu, Bang Yo tinggal di Kampung Koto. Ia kini sudah menjadi guru di SMA Kartika I-5 Padang, tapi ia tetap menjadi guru mengaji bagi anak-anak di musala yang ditempatinya sekarang.

Selama menjalani masa kuliah, menjadi garin dan jadi guru, banyak suka duka yang sudah dilaluinya. Tak hanya soal pendidikan, tetapi tidak mudah baginya untuk sampai kepada posisi yang didapatkannya saat ini.

Berbagai keterbatasan yang dialaminya, tak menyurutkan semangatnya untuk terus bergerak. Ia terus meningkatkan kualitas diri. Tak ingin terpaku begitu saja. Beberapa waktu lalu, Yori Alfajra Yusra juga meluncurkan novel Surat Cinta dari Tanah Haram.

“Saya harus berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan dengan segala kemampuan yang ada,” kata Bang Yo sembari menyebutkan, ia tak hanya membiayai kuliahnya sendiri, tetapi juga membiayai kuliah kedua orang adiknya.

“Saya tak ingin sukses sendiri, tetapi harus ada juga orang-orang di belakang saya yang sukses,” kata anak ke empat dari enam bersaudara yang menjadi tulang punggung keluarganya.

Menjadi garin dan guru merupakan impiannya sejak kecil. Impian itu sudah dicapai, namun dirinya belum puas dengan raihan saat ini.

Ia akan terus mengembangkan saya selebar-lebarnya agar hidupnya akan lebih bermakna lagi.

Diantara kepakan sayapnya, Bang Yo juga memiliki akun Tiktok. Nama akunnya, Bang Yo. Akun tersebut dirintisnya saat Pandemi Covid-19 melanda.

Ketika banyak batasan yang diberlakukan, ekonominya terguncang. Saat itu ia memutar otaknya, apa yang harus dilakukan lagi?

Ketika Ramadan 2020, Bang Yo tancap gas. Ia buka kedai kuliner. Diberi nama Bakso Chef Yo. Semua masakan diraciknya dengan tangan sendiri. Ilmu itu diperoleh dari orangtuanya. Tidak berhenti sampai di situ saja, semakin hari beliau juga buka usaha kripik pisang yang pengirimannya sudah sampai ke Batam.

Tapi ketika ada masalah kesehatan, usaha kripik pisang ditutupnya setelah jalan beberapa bulan.

Disaat menjadi keseimbangan antara aktivitas dan kesehatan, saat ini Bang Yo selain tetap sibuk dengan kegiatan wajib di sekolah dan ngajar ngaji, ia juga buka toko pakaian mini di kontrakannya.

Pekerjaan sampingan ini tidak terlalu berat, kalau risiko pasti ada. Toko dibukanya ketika pulang sekolah dan hari libur. Dari sinilah Bang Yo mulai mengepakkan sayap ke arah yang lebih tinggi lagi disamping juga sibuk dengan membuat konten-konten menarik untuk bahan postingan di media sosialnya.
Bang Yo mengabdikan dirinya di SMA Kartika I-5 Padang sejak 2016, memulai karir menjadi guru dengan tetap mengembangkan seluruh bakat dan minat yang ada, dua tahun setelah mengabdi, Bang Yo diamanahkan menjadi Pembina OSIS di sekolahnya.

Akhir 2021 Bang Yo diangkat menjadi Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan.
Bang Yo lahir dari pasangan Nur’aini yang berprofesi sebagai penjual ikan di pasar rakyat dan Edi, namun dibesarkan seorang ayah yang terkenal dengan sebutan Ajo Miri. Bang Yo mulai diambil dan dibesarkan Ajo Miri semenjak usia 3 tahun

Di penghujung 2022 dan awal 2023, Bang Yo sibuk dengan aktivitas barunya, membuat konten-konten di media sosial. Ia tertarik karena ingin memberikan motivasi remaja saat ini.

Kesuksesan tidak hanya dapat dicapai di bangku pendidikan, melainkan juga dapat dicapai di berbagai aktivitas yang ada, termasuk mengeluarkan segala energi bakat minat yang dimiliki.
Padatnya aktivitas yang dilakukan Bang Yo, bukan hanya di hari biasa saja. Saat Ramadan pun Bang Yo tetap berbuat seperti biasa.

Ia memiliki trik sendiri dalam membagi waktunya. Pagi sampai sore aktivitas di sekolah, sorenya pulang dan siap-siap untuk ngajar ngaji.

Malamnya melanjutkan pekerjaan lainnya yang dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarganya. Sampai saat ini, Bang Yo dipercaya owner Rumah Makan Rumpun Bambu Ganting sebagai brand promosi produk kulinernya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.