02/12/2022
Beranda » Work From Home

Work From Home

Oleh : Prof Reni Mayerni (Deputi Pengkajian Strategik Lemhanas RI)

Wabah Covid19 telah mengubah pola kerja dan pola tindak yang kami lakukan. Kami menunda semua kegiatan kajian yang dilakukan ke lokus di beberapa provinsi. Tidak hanya perjalanan luar kota yang ditunda, karena akhirnya FGD, RTD dan rapat-rapat dalam kantorpun mulai dikurangi hanya prioritas pada persoalan yang urgent. Akhirnya, perintah akan dilakukan WFH (Work From Home atau bekerja dari rumah), mulai 17 Maret 2020, sehingga perintah ini harus dilakukan penyesuaian. Tahap awal dilakukan hanya pada para staf yang menggunakan transportasi umum saja, tapi kemudian melihat drastisnya pengurangan agenda kegiatan akhirnya dilakukan piket per Direktorat, kecuali ada perintah mendadak.

Sejak perintah pertama WFH dikeluarkan, kami mulai menyusun agenda rapat-rapat yang bisa dilakukan dari rumah dengan menjalankan tugas-tugas sebagaimana mestinya. Hari pertama rapat dengan para Direktur, ternyata ada saja gangguan-gangguan kecil, terutama ketika menggunakan program Video Conf, seperti belum bisa bergabung karena tidak ada yang membantu untuk mengaktifkan Vicon. Ada yang tidak menggunakan baju dinas dan sebagainya. Tapi semua berjalan dengan lancar dengan beberapa kesepakatan-kesepakatan. Begitupun Vicon dengan staf berjalan lancer, terutama terkait membicarakan program terkait kepada dampak Covid19. Alhamdulillah sejauh ini berjalan lancar dengan penyesuaian disana-sini.

Hal yang selalu saya tekankan kepada para staf adalah, untuk menjaga kesehatan, mematuhi protokol menghindari penularan wabah Vovid 19, tetap saling menyemangati satu sama lain, karena pada akhirnya akan terjadi penumpukan pekerjaan pada beberapa orang, sementara yang lainnya dengan pekerjaan yang relatif sedikit.

Sebagai seorang pimpinan, sampai hari ini saya masuk kantor dengan beberapa aktivitas urgent. Meski melakukan aktivitas, namun suasananya berbeda. Kantor sepi. Tidak ada hiruk pikuk orang lalu lalang, walaupun sejatinya kantor memang selalu hening, tapi semua staf masih dalam pantauan. Hari-hari belakangan, suasana kantor sangat hening, tanpa aktivitas. Saya berfikir, mungkin ke depan suasana seperti ini akan menjadi teman setia kita, suatu keniscayaan, karena semua komponen sedang berusaha menyesuaikan diri dengan situasi seperti ini. Menjalankan tugas tanpa harus bertemu secara fisik.

Apakah Allah sedang mendidik kita, menampakkan KuasaNYa melalui wabah Covid19 terhadap kehendak kita yang mengangung-agungkan Artificial Intijen. Mungkin pada sebagian orang ini sudah biasa, tapi saya yakin sebagian besar lagi belum mau hidup dalam kesendirian seperti ini. Bagaimanapun kita harus siap dengan segala kemungkinan yang terjadi, kata yang paling tepat adalah “mari mempersiapkan diri dan membuka diri terhadap perubahan”.

Referensi sudah banyak menuliskan, wabah ini dapat kita lalui dengan keyakinan bersama akan penanggulangannya. Semua komponen anak bangsa diharapkan mempunyai kemauan yang sama, yaitu memutus rantai penularan. ,Apabila harus berada di antara orang-orang lain, maka patuhi prosedurnya dengan menjaga jarak, sering mencuci tangan, menggunakan masker bagi yang sakit. Saran saya, untuk yang sehat gunakan juga masker agar kita terbiasa untuk tidak memegang mata, mulut dan hidung, dan beberapa aturan lainnya. Tindakan yang paling bijak bagi yang tidak punya aktivitas yang urgent adalah “tetap tinggal di rumah saja”.

Mari kita bantu pemerintah, tenaga medis yang sudah bersusah payah dengan menceburkan dirinya dikerumunan penderita Covid19, semoga mereka Allah lindungi, diri dan keluarganya, yang sangat rentan tertulari. Mari jadilah pejuangan untuk diri sendiri, keluarga dan orang-orang yang kita cintai dan masyarakat luas. Sekali anda menjadi Carrier penderita COVID-19 tanpa gejala, mungkin menjadi salah satu penyebab virus sulit dikendalikan. Jika tidak adanya gejala, seseorang dapat merasa sehat dan masih beraktivitas seperti biasa. Namun, ia dapat menularkan penyakit pada orang lain dan virus menyebar tanpa dapat dikendalikan. Jadi mari kita Putus Mata Rantai Penularan Covid19 dengan Tetap di Rumah Aja.

Jika ada teman dan orang-orang di sekitar yang menjadi suspect Covid19, beri motivasi dan semangat karena hal itu sangat dibutuhkan mereka untuk tetap bertahan. Sarankan untuk asupan gizi yang cukup, karena sebagaimana banyak pakar mengatakan kesebuhan penderita akan semakin tinggi dengan cukup istirahat, makan bergizi, semangat yang tinggi, disamping obat-obatan bagi penderita yang sudah kritis. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.