Padang, rakyatsumbar.id— Universitas Andalas (UNAND) mewisuda 1.333 orang lulusan pada wisuda Periode I Tahun 2026 yang digelar Sabtu (14/3/2026) di Auditorium Kampus Limau Manis. Prosesi wisuda dilaksanakan secara terpusat di tingkat universitas, dengan pemindahan tali toga dilakukan langsung oleh Rektor dan penyerahan ijazah diserahkan langsung oleh masing-masing dekan kepada para wisudawan.
Rektor UNAND, Efa Yonnedi, Ph.D., menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil guna meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menghadirkan pengalaman yang lebih berkesan bagi mahasiswa dan orang tua.
“Biasanya pada wisuda sebelumnya, pemindahan toga oleh rektor hanya bersifat simbolis. Kali ini, toga dipindahkan langsung oleh rektor dan ijazah diserahkan langsung oleh dekan. Ini untuk memberikan pengalaman yang lebih bermakna bagi mahasiswa dan orang tua,” ujarnya usai pelaksanaan wisuda Program Diploma, Sarjana, Profesi, Spesialis, Magister, Doktor dan Subspesialis.
Menurutnya, sistem terpusat ini juga lebih efisien. Pada pola sebelumnya, wisuda dilaksanakan di dua level—fakultas dan universitas—yang kerap membutuhkan banyak gedung dan ruangan. Di sisi lain, jumlah lulusan di beberapa fakultas pada periode tertentu tidak selalu memadai untuk menggelar prosesi tersendiri.
“Kalau universitas hanya simbolis, ada lulusan yang tidak mendapatkan momen terakhir yang utuh bersama universitas. Karena itu, dengan dukungan seluruh dekan, mulai periode ini wisuda kita laksanakan secara terpusat,” jelasnya.
Pada Periode I 2026 ini, jumlah wisudawan mencapai 1.333 orang. Angka tersebut dinilai masih memungkinkan pelaksanaan dalam satu hari penuh. Bahkan, prosesi dapat diselesaikan sebelum waktu salat zuhur.
“Dengan sistem yang lebih tertata, pelaksanaan bisa lebih efisien. Bahkan sebelum salat dzuhur sudah selesai,” kata Rektor yang didampingi Sekretaris Universitas, Aidinil Zetra.
Ia menegaskan, pola wisuda terpusat ini akan terus dievaluasi untuk menjaga kekhidmatan prosesi sekaligus kenyamanan wisudawan dan keluarga.
Tantangan Digital hingga Krisis Iklim
Dalam amanatnya, Rektor Efa Yonnedi mengingatkan para lulusan agar bersiap menghadapi tantangan besar dua hingga tiga tahun ke depan, terutama derasnya arus misinformasi dan disinformasi akibat akselerasi teknologi digital.
Menurutnya, tsunami informasi berpotensi mengaburkan fakta dan kebenaran. Karena itu, lulusan perguruan tinggi dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis yang kuat.
“Setiap informasi harus diuji: apakah ini logis, apakah ini benar. Itu membutuhkan kemampuan berpikir kritis,” tegasnya.
Selain tantangan digital, perubahan iklim juga menjadi ancaman nyata. Ia mencontohkan bencana alam pada akhir 2025 yang sempat melumpuhkan aktivitas bisnis, merusak infrastruktur strategis, dan menyebabkan hilangnya lapangan pekerjaan dalam waktu singkat.
“Kita melihat sendiri bagaimana bencana bisa menutup bisnis dalam satu malam. Karena itu, kesadaran terhadap lingkungan dan keseimbangan ekologis menjadi sangat penting,” katanya.
Ia berharap alumni UNAND memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan demi menjaga keseimbangan alam bagi generasi mendatang.
AI Mitra Kerja, Bukan Ancaman
Rektor juga menyinggung pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan robot dalam dunia kerja masa depan.
Menurutnya, AI bukan ancaman, melainkan mitra kerja yang dapat meningkatkan produktivitas.
“AI adalah rekan kerja alumni ke depan. Namun AI tidak bisa menggantikan manusia sepenuhnya, karena manusia memiliki kecerdasan emosi dan kompas moral,” ujarnya.
Ia menggambarkan bahwa robot mungkin mampu menyelesaikan tugas teknis, tetapi tidak bisa menghadirkan empati dan kehangatan.
“Robot tidak bisa memeluk anak yang sedang menangis. Tidak bisa memberikan dekapan ketika seseorang membutuhkan kehangatan,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Rektor berpesan agar para lulusan terus beradaptasi dengan perubahan, tidak berhenti belajar, dan memperbarui keterampilan melalui berbagai skema microcredential.
“Teruslah belajar dan meng-update kemampuan. Adaptif terhadap perubahan adalah kunci menghadapi masa depan,” pesannya.(mul)





