04/12/2022
Beranda » Waspada Kluster Keluarga

Waspada Kluster Keluarga

dr. Elsa Yuniarti, M.Biomed.

Padang, Rakyat Sumbar— Anggota dari Perkumpulan Ahli Ilmu Faal Olahraga Indonesia (PAIFORI) Sumatera Barat dr. Elsa Yuniarti, M.Biomed, AIFO-K mewanti-wanti peluang terciptanya kluster keluarga di saat banyaknya masyarakat yang terpapar virus Covid-19.

Apalagi pada saat ini masyarakat mulai terkesan tak acuh terhadap protokol kesehatan yang gencar disosialisasikan oleh pemerintah.

“Jika ingin memutus mata rantai penyebaran Covid-19, masyarakat harus terlibat penuh dalam memutus mata rantainya. Ancaman terbesar dari penyebaran Covid-19 melalui orang tanpa gejala (OTG) dan menjadi ancaman serius dalam keluarga, karena OTG tidak menyadari bahwa ia sakit dan bisa menularkan kepada siapa saja,” ujarnya, kemarin.

Elsa yang juga dosen di FMIPA UNP ini menerangkan, cluster keluarga bisa tercipta karena sikap egois dari orang tua yang bekerja tanpa menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktivitasnya.

“Pada saat ini, Covid-19 bermutasi dengan cepat. Ini yang harus di waspadai oleh masyarakat. Oleh karena itu, kepada anggota keluarga harus menerapkan protokol kesehatan saat melakukan aktivitas di luar rumah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Elsa menjelaskan kluster keluarga berpeluang tercipta dari kegiatan di luar rumah seperti pergi bekerja, berkumpul warga, arisan, menghadiri pesta perkawinan liburan ketempat wisata yang ramai, serta membiarkan anak bermain dengan teman sebaya tanpa menerapkan protokol Covid-19.

“Membiarkan anak-anak bermain tanpa penerapan protokol kesehatan berpeluang menjadikan anak sebagai carrier virus. Ingat, penerapan protokol kesehatan berawal dari sikap orang tua yang member contoh kepada anak-anak di rumah. Selain itu pada saat makan bersama dengan membuka masker di kantor berpeluang virus Korona menulari diri. Saya berharap masyarakat menerapkan 3M yakni Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak pada saat melakukan makan bersama,” tambahnya.

Lebih lanjut, dirinya menyarankan pemerintah untuk melakukan tes swab massal hingga ke level kelurahan untuk memperkuat contact tracing, dan kongsi Covid-19 yang telah dibuat oleh kelurahan agar selalu intens dalam sosialisasi risiko jika tertular
Covid-19.

“Saya menyarankan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 pemerintah harus melakukan tes swab ke masyarakat ditingkat kelurahaan. Selain itu, pemerintah sebaiknya diminta untuk membatasi mobilitas dan mengurangi keramaian,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Padang Dr. Fitri Arsih menambahkan, saat pendidikan dilakukan secara daring yang bertujuan memutus mata rantai penyebaran Covid-19, sebaiknya orang tua tidak melakukan pembiaran anak-anaknya bermain secara bebas di luar rumah seperti sebelum Covid-19 merebak.

“Kita tidak tahu anak-anak bermain dengan siapa. Seharusnya orang tua mengontrol anak-anaknya untuk tidak bermain di luar rumah secara bebas. Pada saat ini yang dibutuhkan peran serta orang tua dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang kian hari kian bertambah jumlahnya,” pungkasnya. (edg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.