14/08/2022
Beranda » UKM Gerbang Mahasiswa Hadapi Dunia Luar Kampus

UKM Gerbang Mahasiswa Hadapi Dunia Luar Kampus

Unand Menuju Kampus Merdeka

Padang,  Rakyat Sumbar--Wakil Rektor Universitas Andalas Insanul Kamil mendorong keberadaan unit kegiatan mahasiswa (UKM) di kampus tersebut lebih hidup. Hal ini menjadi langkah strategis menuju kampus merdeka yang diterapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,  Nadien Makarim.

“UKM gerbang menuju kampus merdeka.  Unand memiliki 18 UKM. Jika UKM itu hidup dan terarah, saya rasa ini bekal mahasiswa yang kita punya dalam menghadapi kampus merdeka, ” sebutnya,  kemarin.

Ia mengatakan,  di UKM banyak ilmu penting yang diperoleh mahasiswa.  Aktivitas kemasiswaan yang dilaksanakan pada masing-masing UKM dapat membantu dalam pembentukan karakternya, sehingga bisa menjadi bekal ketika beradaptasi dengan dunia luar kampus.

“Kita tengah merancang aturan kewajiban mahasiswa baru masuk UKM. Sebab di UKM banyak pelajaran penting yang diperoleh dalam pembentukan kepribadian mahasiswa untuk beradaptasi di tengah masyarakat,” jelasnya.

Ia menyebutkan, dengan bergabung di UKM, mahasiswa dapat menambah wawasan, menambah pengetahuan, belajar berorganisasi, belajar berkomunikasi, belajar memecahkan masalah. Di UKM, mahasiswa dapat mengembangkan penalaran dan keilmuan, bakat minat dan kegemaran.

“Ini sangat membantu dalam mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja. Dengan aktif di kegiatan mahasiswa, mahasiswa bisa belajar bagaimana cara berorganisasi dan bekerja sama dengan orang lain,” terangnya.

Ia menyampaikan, dengan kampus merdeka, ada kemerdekaan mahasiswa untuk melakukan berbagai macam hal di luar prodi, di luar kelas, di luar kampus.  Ada pembebasan SKS mahasiswa sebanyak tiga semester dari total delapan semester program S1 dapat diambil di luar prodi maupun di luar kampus, baik melalui magang, riset, pengabdian kepada masyarakat, dan lain-lain.

“Ini memberikan kesempatan mahasiswa untuk mendapatkan ilmu lain dan kuliah di perguruan tinggi lain diinginkan beberapa semester,” kata Mantan Dekan Fakultas Teknik Unand ini terkait arahan Menteri Nadiem.

Ia mencontohkan kegiatan dua semester di luar kelas seperti magang atau kerja praktik dan juga mengajar di salah satu sekolah di daerah terpencil. Selain juga melakukan riset dengan dosen ataupun membantu mahasiswa S-2 atau S-3 melakukan penelitian.

“Mahasiswa itu bisa bekerja sama dengan dosen untuk menciptakan suatu kurikulum sendiri, suatu projects independent study. Mereka bisa berkontribusi di desa selama satu tahunan atau melakukan projek desa. Tukar belajar antara universitas dan mancanegara. Satu semester abroad, satu tahun abroad,bisa. Namun kebijakan ini tidak berlaku bagi mahasiswa di ruang lingkup kesehatan,” bebernya.

Lebih lanjut,  Insanul Kamil menjelaskan, dalam kampus merdeka terdapat alokasi khusus tiga semester yang masing-masing semesternya 20 SKS, mahasiswa dapat melakukan kegiatan lain di luar kelas. Artinya ada 60 SKS, mahasiswa juga mendapatkannya dari kegiatan KKN, terlibat penelitian dosen, dan magang.

“Salah satu efek dari kampus merdeka ini, saya yakin Unand akan kebanjiran mahasiswa. Sebab Unand adalah perguruan tinggi negeri klaster 1 urutan 11, tentu banyak mahasiswa PTN dan PTS yang ingin mendapatkan peluang kuliah di Unand,” ungkapnya.

Sementara itu, sebelumnya Rektor Unand Prof Yuliandri menyebutkan, dalam menghadapi kampus merdeka,  Unand telah menyiapkan 15 program studi dan 1.500 mahasiswanya.

“Secara umum, Unand sudah siap untuk kampus merdeka tersebut,” ujar Yuliandri.

Ia mengungkapkan, Unand sudah melakukan bagian-bagian dalam kampus merdeka. Namun, pihak kampus akan tetap akan menyempurnakan item tersebut. Banyak kegiatan yang sudah dilakukan sebelumnya,seperti KKN, pelibatan mahasiswa dalam penelitian dosen, dan mahasiswa magang .

“Ternyata itu semua merupakan bagian dari kampus merdeka tersebut. Jadi apa yang kita lakukan selama ini,  sekarang sudah menjadi kebijakan Mendikbud,” jelasnya.(mul) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.