Padangpanjang, rakyatsumbar.id—Tinjau hari pertama sekolah dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sejumlah sekolah di Padangpanjang, Wali Kota Padangpanjang Hendri Arnis memberikan motivasi agar masa sekolah dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi diri sekaligus membentuk karakter sebagai bekal menghadapi masa depan, Senin (13/07/2026).
Dalam kunjungan yang didampingi Ketua Komisi III DPRD Mahdelmi Dt. Maninjun, Hendri Arnis mengajak para peserta didik menjadikan hari pertama sekolah sebagai awal membangun karakter, kedisiplinan, dan semangat belajar.
Ia juga mengajak seluruh siswa menerapkan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter.
“Terapkan tujuh kebiasaan itu dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari bangun pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, gemar belajar, aktif bermasyarakat, hingga tidur lebih awal. Kebiasaan-kebiasaan sederhana ini akan membentuk pribadi yang disiplin, sehat, cerdas, dan berkarakter,” ujarnya.
Selain membangun karakter, Hendri mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari perundungan (bullying). Menurutnya, suasana belajar yang kondusif akan mendukung peserta didik berkembang secara optimal.
Pada kesempatan itu, Hendri juga menjelaskan kebijakan Pemerintah Kota yang menerapkan lima hari sekolah, sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Kebijakan tersebut diharapkan memberi kesempatan lebih luas bagi keluarga memanfaatkan akhir pekan untuk memperkuat pendidikan karakter melalui kegiatan keagamaan, olahraga, maupun aktivitas positif lainnya.
Ia turut menyampaikan alasan penerapan jam masuk sekolah pukul 06.25 WIB. Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan menumbuhkan budaya disiplin sejak dini sehingga siswa terbiasa bangun lebih pagi, beribadah, sarapan sehat, dan mengikuti pembelajaran dalam kondisi fisik serta mental yang lebih siap.
“Memang setiap perubahan membutuhkan proses penyesuaian. Kami memahami para orang tua, terutama ibu-ibu, mungkin perlu menyesuaikan rutinitas pagi. Namun perubahan ini dilakukan demi membentuk karakter anak-anak kita menjadi lebih disiplin dan siap menghadapi masa depan,” katanya.
Hendri menambahkan, kondisi udara Padangpanjang yang sejuk menjadi salah satu faktor pendukung agar proses belajar pada pagi hari berlangsung lebih nyaman dan efektif.
Ia juga mengajak para orang tua untuk menyukseskan Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah (GAMAS). Menurutnya, kehadiran ayah atau wali pada hari pertama sekolah merupakan bentuk dukungan nyata yang mampu menumbuhkan rasa percaya diri, memberikan rasa aman, serta memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak.
“Mari luangkan waktu di pagi hari untuk hadir, mengantar, memeluk, dan mendoakan anak sebelum mereka memasuki sekolah. Mungkin hanya beberapa menit bagi orang tua, tetapi akan menjadi kenangan dan semangat yang melekat bagi anak sepanjang hidupnya,” ungkapnya.
Sambutan Positif Orang Tua
Sesuai imbauan Pemprov Sumbar agar para ayah mengantar anak pada hari pertama sekolah mendapat sambutan positif dari masyarakat. Berdasarkan pantauan di SD Islam Al Azhar 32 Padang, sebagian besar siswa datang ke sekolah dengan didampingi ayah mereka.
Salah seorang orang tua, Wahyudi (42), mengaku sengaja meluangkan waktu di tengah kesibukannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Padang untuk mengantar kedua anaknya yang bersekolah di kompleks pendidikan tersebut.
Menurutnya, kehadiran orang tua, khususnya ayah, pada hari pertama sekolah merupakan bentuk dukungan moral yang dapat menumbuhkan rasa percaya diri anak saat memasuki lingkungan belajar.
“Kebetulan dua anak saya bersekolah di sini, satu baru masuk SD dan satu lagi baru masuk TK. Bagi mereka, tentu ini merupakan pengalaman baru. Karena itu, saya ingin mengantar langsung untuk memberi semangat dan dukungan,” ujar Wahyudi di Kompleks SD Islam Al Azhar 32 Padang, Senin (13/07/2026)
Hal senada disampaikan Joe (45), yang datang bersama istri dan kedua anaknya. Dua anaknya saat ini duduk di kelas 1 dan kelas 6 SD Islam Al Azhar 32 Padang.
Ia mengatakan, keterlibatan orang tua dalam mengantar anak ke sekolah sebenarnya telah menjadi kebiasaan keluarganya. Namun, pada hari pertama sekolah, ia memilih datang bersama seluruh anggota keluarga sebagai bentuk dukungan yang lebih bermakna bagi anak.
Joe mengaku semakin terdorong mengikuti gerakan tersebut setelah melihat video imbauan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, di berbagai platform media sosial. Menurutnya, ajakan tersebut menjadi pengingat penting bagi para ayah agar lebih aktif mendampingi proses pendidikan anak.
“Biasanya saya memang sering mengantar anak ke sekolah, tetapi tidak bersama seluruh anggota keluarga seperti hari ini. Kami ingin menunjukkan bahwa semua anggota keluarga mendukung mereka. Mudah-mudahan ini bisa menambah semangat dan rasa percaya diri anak saat memulai tahun ajaran baru,” katanya.
Sebelumnya, Pemprov Sumbar mengimbau para ayah untuk mengantar anak ke sekolah pada hari pertama masuk sebagai bentuk dukungan terhadap tumbuh kembang dan pendidikan anak. Imbauan tersebut disampaikan Gubernur Mahyeldi Ansharullah melalui berbagai kanal komunikasi pemerintah, termasuk media sosial.
Gerakan tersebut juga merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak di Sekolah dan Gerakan Ayah Mengantar Anak pada Hari Pertama Sekolah, yang menjadi bagian dari Program Prioritas Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
Melalui gerakan ini, pemerintah berharap peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak semakin meningkat sehingga mampu membangun rasa percaya diri, motivasi belajar, serta memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi dalam mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas sejak usia dini. (ned/edg)





