rakyatsumbar.id

Berita Sumbar Terkini

Beranda » Tiga Warga Pintu Aia Tertimbun Longsor di Pasaman

Tiga Warga Pintu Aia Tertimbun Longsor di Pasaman

Satu Tewas, Satu Kritis, dan Satu Hilang

Padang,  Rakyat Sumbar—Tiga warga Kampung Pintu Aia Nagari Muaro Sungai Lolo Kecamatan Mapat Tunggul Selatan, Kabupaten Pasaman tertimbun tanah longsor, Sabtu (15/2) sore,  sekira pukul 16.30 WIB. Akibatnya satu orang meninggal dunia,  satu orang kritis dan satu orang lagi masih dalam pencarian.

“Tim TRC BPBD Kabupaten Pasaman sedang menuju ke lokasi kejadian untuk    melakukan peninjauan.  Namun akses  ke lokasi korban yang tertimbun longsoran terkendala oleh putusnya jalan, sejauh 4 km sebelum lokasi,  dan ditambah kondisi lokasi tidak ada jaringan telekomunikasi,” sebut Kepala Pelaksana BPBD Sumbar Erman Rahman, Sabtu,  (15/2) malam.

Ia mengatakan, bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Pesisir Selatan.  Di Nagari Koto Barapak, Nagari Gurun Panjang, Kecamatan Bayang, 3 rumah terdampak longsor, 1 orang dikabarkan tertimbun. Di Nagari Sungai Sariak Lumpo Kecamatan IV Jurai juga terjadi longsor yang terdampak terhadap 3 rumah  masyarakat.

“Tak hanya itu longsor sebanyak 12 titik di jalan Provinsi yang menghubungkan antara Kecamatan Bayang dan Kecamatan IV Jurai. Saat ini sedang dalam proses pengerjaan karena longsor diikuti oleh pepohonan tumbang.  Saat ini BPBD Provinsi dan Kabupaten Pesisir Selatan tengah melakukan pendataan dan pembersihan material banjir dan longsor tersebut,” jelasnya.

Satu orang tewas akibat tertimbun di Nagari Talaok, kecamatan Bayang, Pesisir Selatan Jumat sore (14/2). Satu orang tewas akibat tertimbun di Nagari Talaok, Kecamatan Bayang, Pesisir Selatan Jumat sore (14/2).

Ia menambahkan,  di kabupaten Agam juga terjagi banjir dan longsor di beberapa lokasi di Kecamatan Canduang. Di Jorong Bingkudu Nagari Canduang Koto Laweh  pada pukul 17.30 WIB terjadi banjir yang menggenangi lahan pertanian seluas  2 hektar dan

menggenangi ruas jalan. Di  Jorong 100 Janjang Nagari Canduang Koto Laweh Kecamatan Canduang terjadi longsor pada tebing jalan  yang mengancam rumah masyarakat setempat.

“Di Tabek Palambiang Jorong XII Kampuang Nagari Canduang Koto Laweh longsor mengenai satu unit rumah. Saat ini tengah dilakukan evakuasi pemilik rumah ke tempat yang aman. Di Jorong Lasi Tou Nagari Lasi, Kecamatan Canduang, longsor mengenai dinding belakang asrama pesantren Asabul Yamin, namun telah di lakukan goro oleh santri dan sudah bersih,” terangnya.

Ia menyebutkan berdasarkan laporan yang diterima dari BPBD Agam untuk sementara tidak ada korban dari kejadian banjir dan longsor yang terjadi di Kecamatan Canduang.  BPBD Agam telah koordinasi dengan pihak nagari masing-masing, pendataan kerugian masih dilakukan.

Erman Rahman menambahkan, akibat curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi ini juga menyebabkan banjir di dua lokasi di Kota Bukittinggi. Belasan rumah yang dihuni 16 kepala keluarga di kawasan Parak Tinggi, Tambuo, Kelurahan Tarok Dipo Kecamatan Guguak Panjang terendam . Di Kelurahan Pakan Kurai juga terdapat 10 kepala keluarga yang terdampak banjir.

“BPBD Provinsi dan Kota Bukittinggi, Dinas Sosial, Tagana,PMI dan relawan melakukan asesmen, evakuasi, konsumsi sudah disalurkan. Sekarang masyarakat yang terdampak banjir sudah berada di tenda dinas sosial dan ada yang telah kembali ke rumahnya masing-masing,” pungkasnya. (mul)

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *