Terkait Status Tanah Ulayat Nagari di Area Mifan Waterpark, Parik Paga Nagari Somasi Walikota

2153
Parik Paga Nagari Bukik Suruangan ketika mengantarkan Surat Somasi ke Balaikota Padangpanjang

Padangpanjang, rakyatsumbar.id–Merasa dirugikan dengan penguasaan tanah oleh pihak PT. Niagara Fantasy Island selaku pengelola Minang Fantasty (Mifan) dan Waterpark yang menempati lokasi Perkampungan Minangkabau (Minang Village) di Kelurahan Silaing Bawah Kecamatan Padangpanjang Barat, Parik Paga Nagari Bukik Suruangan melakukan somasi terhadap Walikota Padangpanjang.

Surat Somasi bernomor 01/PPN-BS/XI/PP-2021 tanggal 02 November 2021 itu ditandatangani Adno Frengki Sutan Rajo Alam itu, telah diantar langsung ke Balaikota Padangpanjang, Selasa (02/11/2021).

Adno Frengki ketika dihubungi mengatakan, somasi yang disampaikan tersebut untuk penunjukan ulang batas-batas tanah adat/ ulayat Nagari Bukik Suruangan yang telah diserahkan kepada Pemerintah Kota Padangpanjang dengan status hak pakai dengan nomor sertifikat 07 seluas 97.000 meter persegi, guna pembangunan perkampungan Minangkabau yang prosesnya terjadi dalam rentang waktu tahun 1998 hingga 2001 silam.

“Saat itu, penunjukan pilar-pilarnya dilakukan niniak mamak Nagari Bukik Suruangan sebagai pemberi hak saat itu, dengan peruntukan guna pembangunan perkampungan Minangkabau. Tetapi, pada tanggal 24 Juni 2021 telah dilakukan peninjauan batas oleh unsur Nagari Bukik Suruangan, pihak pemko dan unsur PT. Niagara Fantasy Island, diketahui pilar-pilar batas tersebut tidak berada pada tempat semestinya melainkan terkumpul pada satu titik dengan posisi berserakan didalam kawasan tanah adat/ ulayat Nagari Bukik Suruangan,”sebut Adno.

Disampaikannya, mengetahui pilar-pilar batas wilayah tersebut sudah berada di tempat tidak semestinya, pihak nagari telah mengupayakan agar masalah tersebut diselesaikan tanpa ada masalah lain, akhirnya dilakukan pengukuran ulang terhadap seluruh kawasan yang dimanfaatkan oleh PT. Niagara Fantasy Island pada tanggal 16 Juli 2021.

“Hasilnya, kawasan yang dikelola PT. Niagara Fantasy Island adalah seluas 128.000 meter persegi. Pihak ATR/BPN tidak dapat melakukan plotting dikarena sertifikat nomor 07 atas nama Pemerintah Kota Padangpanjang terdapat cacat hukum administratif, dikarenakan terdapat perbedaan luas yang tertera di sertifikat dalam surat ukur seluas 97.000 meter persegi, sedangkan luas gambar dalam sertifikat didapati sekitar 115.000 meter persegi. Sehingga pihak ATR/BPN tidak dapat menentukan posisi dan batas tanah sesuai dengan sertifikat nomor 07,”jelasnya.

Selain itu, pihak Nagari Bukik Suruangan juga menemukan beberapa bangunan yang didirikan diatas tanah adat/ ulayat Nagari Bukik Suruangan, posisinya di sekeliling tanah Pemko Padangpanjang tanpa sepengetahuan dan izin dari Nagari Bukik Suruangan.

Pihak nagari sendiri, lanjut Adno Frengki, telah mengupayakan penyelesaian dengan berbaik sangka kepada seluruh pihak yang terkait, termasuk juga pihak pemko menafikan kesepakatan yang telah dibuat di balairung KAN Bukik Suruangan pada tanggal 25 September 2021, yang kemudian mentah lagi pada pertemuan selanjutnya.
“Sekiranya dalam 5×24 jam somasi ini tidak diindahkan, dengan berat hati kami akan menempuh upaya hokum baik secara pidana maupun perdata, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekdako Padangpanjang Sonny Budaya Putra ketika dihubungi terkait adanya somasi dari Parik Paga Nagari Bukik Suruangan tersebut, menyampaikan, telah menerima surat tersebut.

“Sedang kami pelajari dan telaah,”jawab Sonny. (ned)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here