rakyatsumbar.id

Berita Sumbar Terkini

Beranda » Sungai Batang Pulan Pasaman Meluap, Sebuah Jembatan Roboh

Sungai Batang Pulan Pasaman Meluap, Sebuah Jembatan Roboh

sungai meluap

Sungai Batang Pulan meluap mengakibatkan putusnya sebuah jembatan penghubung,

Pasaman, rakyatsumbar. id – Sebuah jembatan penghubung menuju Jorongan Guguak Salareh Aia, Nagari Alahan Mati, Kecamatan Simpati Kabupaten Pasaman, putus setelah diterjang derasnya aliran sungai Batang Pulan yang meluap.

Sungai Batang Pulan tersebut meluap setelah wilayah itu diguyur hujan deras sejak Jumat (22/4) sore sekira pukul 15.00 Wib hingga pukul 23.00 Wib kemarin.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa putusnya jembatan penghubung di Jorong Guguak Salareh Aia itu.

Jembatan penghubung itu merupakan satu-satunya akses jalan utama bagi warga menuju Kecamatan Simpati terutama untuk bersekolah maupun aktivitas lainnya.

“Hujan deras dan intens membuat air sungai Barang Pulan langsung meluap sehingga membuat jembatan putus.”

“Ini Jembatan vital yang menghubungkan dua kehorongan di Nagari Alahan Mati,” ujar Kepala BPBD Pasaman Alim Bazar pada Rakyat Sumbar di ruang kerjanya, Sabtu (23/4).

Akibat putusnya jembatan darurat tersebut, aktivitas 154 kepala keluarga (KK) di kejorongan itu menjadi terganggu.

“Luapan sungai Batang Pulan itu terjadi karena tingginya curah hujan sejak, Jum’at sore kemarin.”

“Karena besarnya aliran sungai, satu buah jembatan darurat di Nagari Alahan Mati itu putus, karena derasnya aliran sungai tersebut.”

“Jembatan darurat itu dibangun pada 2021 lalu. Akibatnya, aktivitas ratusan warga di Jorong Guguak Salareh Aia menjadi terganggu, ” jelasnya.

Rusak Lahan Persawahan

Kata Alim Bazar, dampak dari luapan sungai Batang Pulan, juga merusak lahan persawahan dan kebun jagung masyarakat di pinggir aliran sungai tersebut.

“Selain merusak lahan persawahan dan lahan perkebun jagung warga, besarnya air sungai juga merusak tebing sungai tersebut, ” terang Alim Bazar.

Selain jembatan putus, hujan deras disertai angin kencang juga berdampak pada Masjid Darussalam Kampung Kadok Nagari Simpang Kecamatan Simpati.

“Karena tingginya curah hujan, sungai Batang Pulan juga meluap hingga ke pemukiman warga>”

“Bahkan luapan air bercampur lumpur itu juga masuk kedalam Masjid Darussalam di Kampung Kadok Nagari Simpang, ” tambahnya.

Kalaksa BPBD Pasaman menjelaskan, curah hujan dan angin kencang itu juga menyebabkan beberapa pohon tumbang.

Kejadian di Rimbo Malampah tepatnya di ruas Jalan Kumpulan -Padang Sawah mulai pukul 19.00 Wib kemarin.

“Pohon-pohon yang tumbang ke badan jalan itu sudah bersih oleh anggota TRC BPBD Pasaman dan warga sekitar.”

“Pada pukul 04.00 Wib pagi kemarin jalan tersebut sudah bisa dilalui kembali, ” katanya.

Alim Bazar menyebutkan, terkait bencana yang terjadi di daerah itu, pihaknya telah turun ke lokasi melaksanakan peninjauan.

Termasuk pendataan, dan memberikan bantuan untuk pembersihan material pohon yang tumbang tersebut.

Jalan Terban Sepanjang 15 Meter

Tidak itu saja, tingginya curah hujan pada, Jumat kemarin juga berdampak terbannya jalan sepanjang 15 meter.

Jalan itu menghubungkan Jorong Kampuang Tongah – Muara Tais, Nagari Muara Tais Kecamatan Mapat Tunggul.

“Karena badan jalan itu terban, akibatnya 10 unit kendaraan tidak bisa keluar dari Jorong Muara Tais. Dan dampaknya tentu mengganggu distribusi barang ke daerah itu, ” tambahnya.

Kalaksa BPBD berharap warga Kabupaten Pasaman tetap waspada, karena bencana bisa terjadi kapan saja, terlebih intensitas curah hujan masih terus meningkat.

“Walinagari sudah mengimbau warga waspada menghadapi cuaca ekstrim saat ini.”

“Bagi masyarakat yang tinggal di lereng perbukitan dan bantaran sungai agar selalu waspada dan memperhatikan himbauan dan informasi dari Pemerintah,” harapnya.

Selain itu, ia meminta masyarakat untuk cepat memberikan laporan kepada BPBD, melalui Kepala Jorong atau pemerintah Nagari dan bila ada kejadian bencana.

“Kita harus selalu siap dengan perubahan kondisi cuaca yang terjadi saat ini.”

“Jika terjadi bencana kepada masyarakat untuk dapat segera melaporkan ke BPBD Pasaman, maupun instansi terkait lainnya, ” tukas Alim Bazar. (herizon)

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *