rakyatsumbar.id

Berita Sumbar Terkini

Beranda » Semen Padang Salurkan 1000 Paket Sembako kepada Korban Erupsi Gunung Marapi

Semen Padang Salurkan 1000 Paket Sembako kepada Korban Erupsi Gunung Marapi

Semen Padang menyalurkan sebanyak 1000 paket Sembako kepada korban wrupsi Gunung Marapi.


Padang, rakyatsumbar.id – PT Semen Padang kembali menunjukkan komitmennya terhadap kemanusiaan dengan menyumbangkan bantuan 1000 paket sembako kepada korban erupsi Gunung Marapi di Tanah Datar, Senin (1/4/2024).

Bantuan sembako berupa beras dan minyak goreng itu, diserahkan secara simbolis oleh Komisaris PT Semen Padang, Khairul Jasmi, kepada Bupati Tanah Datar, Eka Putra, dan disaksikan oleh Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Dedi M Siddiq, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Tanah Datar.

Kepala Unit CSR PT Semen Padang Dedi M Siddiq menjelaskan, bantuan paket sembako senilai Rp54,5 juta itu merupakan bentuk kepedulian PT Semen Padang terhadap bencana yang menimpa warga Kabupaten Tanah Datar dan sekitarnya.

“Ini bentuk keprihatinan perusahaan terhadap musibah erupsi Gunung Marapi yang melanda sejumlah masyarakat di Tanah Datar. Apalagi, dampak erupsi tersebut juga membuat banyak petani gagal panen,” ujarnya.

Ia berharap bantuan ini dapat meringankan kesulitan yang dialami masyarakat terdampak erupsi. Dan, Semen Padang akan terus bersinergi dengan pemerintah dan berbagai pihak untuk memberikan dukungan nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Bupati Tanah Datar Eka Putra mengucapkan terima kasih yang tulus atas bantuan yang diberikan oleh PT Semen Padang. Bantuan ini, kata dia, sangat berarti sekali bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit akibat erupsi Gunung Marapi.

Erupsi Gunung Marapi telah berdampak pada lahan-lahan pertanian masyarakat yang gagal panen. Bahkan, lahan hortikultura yang tertimbun abu vulkanik mencapai 2000 ha lebih. Kemudian, kerugian petani sejak 4 bulan belakangan ini mencapai Rp40 miliar lebih.

Selain lahan yang gagal panen, jumlah petani yang terdampak erupsi juga terus meningkat. Yang semula 3000an KK, naik jadi 5000 KK dan hari terakhir 7000 KK. Makin hari jumlah petani yang jadi korban terus bertambah. (ri)

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *