rakyatsumbar.id

Berita Sumbar Terkini

Beranda » Sandal Hotel Produksi Warga Binaan Lapas Klas II A Padang Diminati Hotel Berbintang

Sandal Hotel Produksi Warga Binaan Lapas Klas II A Padang Diminati Hotel Berbintang

sandal hotel

Warga binaan Lapas Klas II Padang saat mengerjakan sandal hotel.

Padang, rakyatsumbar.id– Sandal Hotel buatan Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) Lapas Klas IIA Padang menjadi maknet bagi para pengusaha hotel di Sumatera Barat.

Hanya saja, sandal hotel yang diproduksi sebanyak 300 pasang perhari oleh 21 orang warga binaan ini,  belum mampu  menutupi permintaan pasar di Sumbar.

Hal itu dibenarkan Kasi Giatja Lapas Klas IIA Padang Syafri Naldi didampingi Kasubsi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja Lapas Klas IIA Padang Muhammad Fadli, Selasa (11/1/2022).

Peningkatan permintaan sandal hotel tersebut sejak 3 bulan terakhir. Tepatnya sejak diakhirinya PPKM Level 4 di Sumbar. Permintaan pasar meningkat menjadi 10 ribu pasang perbulannya.

“Sekarang kita memenuhi permintaan 6 hotel yang tersebar di Padang dan Bukittinggi. Tiga diantaranya hotel berbintang,” katanya di Lapas yang lebih dikenal dengan sebutan Lapas Muaro Padang itu.

Ia menambahkan, dampak dari tingginya permintaan sandal hotel tersebut, membuat pihaknya menambah jumlah WBP yang terlibat.

“Jumlah WBP yang terlibat 21orang dan dipecah menjadi dua tim agar kualitas dan permintaan dapat dipenuhi,” tambahnya.

Muhammad Fadli menambahkan, untuk menjaga kualitas sandal hotel tersebut, pihaknya selalu mengevaluasi hasil pasca produksi.

“Kita evaluasi setelah produksi selesai. Apakah sesuai dengan permintaan dari konsumen atau tidak,” ujarnya.

Sempat Dikembalikan Konsumen

Fadli mengakui, pada awal memenuhi permintaan sandal hotel, beberapa hasil produksi pernah dikembalikan konsumen.

“Dalam proses berjalan memang terdapat juga yang dikembalikan oleh konsumen. Keluhannya seperti lem lepas, karena mesin pres belum ada waktu itu, karena pengerjaannya manual,” katanya.

Seiring perjalanan waktu, pihaknya terus memperbaiki kualitas. Bahan baku didatangkan dari Jakarta.

Saat ini tercatat 12 unit kegiatan pembinaan kemandirian bagi WBP di Lapas Klas IIA Padang. Dibagi dalam 3 kategori yakni jasa, manufaktur dan industri serta agribisnis. Hal ini sesuai dengan program Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham.

“Masing-masing sudah memiliki income terutama sandal hotel, lidi sawit, desain interior dan bakery,” ujar Fadli.

Salah seorang warga binaan Renol (42) sangat senang dengan kegiatan memproduksi sandal hotel.

Menurutnya, setelah terbebas nanti, ia berharap Lapas Klas IIA Padang bisa diajak kerjasama dalam hal produksi sandal hotel.

“Telah setahun saya memproduksi sandal hotel ini di dalam Lapas. Saya berharap, setelah bebas nanti, membuat sandal hotel ini akan dijadikan sebagai sumber penghasilan tetap. Oleh karena itu, saya mohon ketika bebas nanti bisa dilibatkan dalam hal mendapatkan bahan baku dan penjualan,” tuturnya berharap. (endang pribadi)

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *