Padang, Rakyat Sumbar — Senyum bahagia terlihat di wajah Syafrizal, M. SH., yang akrab disapa Baron, saat menerima kunjungan kedua Firman Wanipin, wartawan Harian Umum Rakyat Sumbar, di Kantor Lurah Kuranji, Kamis (15/10/2026).
Senyum itu bukan sekadar keramahan seorang lurah kepada tamunya. Ada kabar baik di baliknya. Persoalan keterbatasan personel yang sebelumnya menjadi perhatian dalam pelayanan publik di Kelurahan Kuranji kini telah mendapatkan penyelesaian.
Kantor kelurahan yang sebelumnya menghadapi keterbatasan tenaga kini memiliki personel yang lebih lengkap untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat.
Bagi Baron, perubahan tersebut menjadi angin segar setelah sebelumnya harus menghadapi beban pelayanan yang tidak ringan.
Ketika Pelayanan Harus Bertumpu pada Tiga Orang
Pada kunjungan pertama, persoalan keterbatasan personel menjadi salah satu hal yang disampaikan Baron. Kelurahan Kuranji memiliki wilayah sekitar 9,07 kilometer persegi dengan jumlah penduduk lebih dari 47.800 jiwa.
Namun, saat itu, pelayanan di kantor kelurahan hanya ditangani oleh tiga orang, yakni lurah, sekretaris lurah, dan seorang operator Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Kondisi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri. Beragam kebutuhan administrasi, pengaduan warga, koordinasi pemerintahan, hingga persoalan sosial di tengah masyarakat harus ditangani dengan jumlah tenaga yang terbatas.
Dalam pertemuan sebelumnya, Baron mengungkapkan bahwa persoalan tersebut telah dikomunikasikan kepada pimpinan. Ia berharap ada perhatian dan langkah konkret agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
Keterbatasan personel bukan sekadar persoalan internal kantor. Dalam pemerintahan tingkat kelurahan, kecukupan tenaga menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kecepatan dan efektivitas pelayanan kepada warga.
Kabar Baik pada Kunjungan Kedua
Pada Kamis (15/10/2026), suasana yang ditemui berbeda. Persoalan yang sebelumnya menjadi perhatian itu kini membawa kabar menggembirakan: personel Kantor Lurah Kuranji telah lengkap.
Baron pun menyampaikan apresiasi kepada Camat Kuranji yang baru, Rozaldi Rosman, S.STP., M.Si., serta salah seorang anggota Tim Percepatan Pembangunan (TPP) Kota Padang yang turut membantu memperjuangkan pemenuhan kebutuhan personel tersebut.
“Terima kasih banyak kepada Camat Kuranji yang baru, Rozaldi Rosman dan juga kepada salah seorang anggota Tim Percepatan Pembangunan (TPP) Kota Padang. Berkat perjuangan dan perhatian mereka berdua, akhirnya personel di Kelurahan Kuranji kini lengkap. Semoga pelayanan kepada masyarakat ke depan bisa semakin baik,” ungkap Baron.
Pernyataan itu mencerminkan rasa syukur atas perubahan yang terjadi. Bagi seorang lurah, dukungan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas pemerintahan sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat dapat ditangani dengan lebih baik.
Lengkapnya personel tentu menjadi langkah positif. Namun, pemenuhan tenaga bukanlah akhir dari pekerjaan rumah pelayanan publik.
Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap personel menjalankan tugas secara profesional, disiplin, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Dengan jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 47.800 jiwa, Kantor Lurah Kuranji memiliki tanggung jawab pelayanan yang besar. Warga membutuhkan proses administrasi yang jelas, informasi yang mudah diperoleh, serta penanganan pengaduan yang tidak berbelit-belit.
Karena itu, perubahan jumlah personel diharapkan diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Bagi warga Kuranji, keberhasilan sebuah kantor kelurahan tidak hanya diukur dari lengkapnya pegawai atau keramahan aparaturnya. Ukuran yang lebih penting adalah seberapa cepat kebutuhan warga ditangani, seberapa jelas prosedur yang diterapkan, dan seberapa besar kehadiran pemerintah dirasakan ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
Senyum Baron pada kunjungan kedua itu menjadi penanda sebuah perubahan. Dari persoalan kekurangan tenaga menuju kondisi personel yang lebih lengkap, ada harapan baru bagi pelayanan publik di Kelurahan Kuranji.
Kini, harapan tersebut perlu diwujudkan dalam kerja nyata. Sebab, pada akhirnya, keberhasilan perubahan di kantor kelurahan bukan hanya tentang senyum seorang lurah, melainkan juga tentang kepuasan dan kepercayaan masyarakat yang dilayaninya. (*)





