Pelajar Sumbar Tembus 10 Besar Lomba Essay Kepahlawanan Tingkat Nasional

524
Erza Abianza

Padang, rakyatsumbar.id— Erza Abianza, pelajar Sumatera Barat yang kini menuntut ilmu di SMAN 1 Timpeh, Kabupaten Dharmasraya, berhasil menembus 10 besar Lomba Menulis Essai Kepahlawanan tingkat Nasional.

“Alhamdulillah, anak kita berhasil menembus sepuluh besar Nasional,” kata Kabid Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Prov Sumbar Zulfiar, kepada rakyatsumbar.id, Rabu (20/10/2021).

Perjuangannya, kata Zulfiar, belum berhenti sampai di sana. Erza masih memiliki peluang menjadi yang terbaik. Ada satu babak lagi yang harus dilaluinya, yakni presentasi naskah, Selasa (26/10/2021) mendatang.

Erza Abianza menjadi wakil Sumbar ke lomba tingkat Nasional setelah menjadi yang terbaik di tingkat Provinsi Sumbar. Ia menyisihkan 83 peserta lain di babak penyisihan dan “menyingkirkan” sembilan saingannya di babak 10 besar.

Pada 10 besar tingkat Sumbar, Erza menjadi pilihan utama juri berdasarkan naskah yang dikirimkan kepada panitia. Di babak final, semua peserta diberi kesempatan melakukan presentasi. Semua juri tetap menempatkan Erza sebagai pemenang.

Sembilan pelajar lainnya yang akan menjadi pesaing bagi Erza Abianza, masing-masing berasal dari Bali, Banten, DIY, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Erza Abianza tampil dengan karyanya berjudul Den Haag Dalam Genggaman Literasi Mohammad Hatta. Sang penulis tak hanya memulai tulisannya dengan kutipan kalimat Bung Hatta, Aku Rela di Penjara Asalkan Bersama Buku karena dengan Buku Aku Bebas. Tetapi Erza juga melakukan penelitian di sekolahnya dengan cara membuat angket. Hasil angket tersebut menjadi salah satu materi kajiannya. Selain itu, disaat menyampaikan presentasi, dijalani dengan sangat baik.

Selama mempersiapkan materi, menyusun angket dan hal-hal teknis lainnya, Erza didampingi guru pembimbingnya Setya Ningsih, S.S. Dukungan luar biasa juga diberikan guru dan kawan-kawannya, termasuk Kepala SMAN 1 Timpeh Ida Rosiani, S.Pd.

Di tingkat provinsi, lima orang yang diamanahkan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat menjadi juri adalah Yudi Andoni S.S, M.A, (Ketua Jurusan Sejarah Universitas Andalas), Firdaus Abie (Pemimpin Redaksi Harian Umum Rakyat Sumbar), Yurnaldi (Jurnalis), Nova Elvina (Dinas Pendidikan Sumbar), dan Edi Dharma (Sekretaris Dinas Sosial Prov Sumbar). (mul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here