Pegiat Pariwisata Kabupaten Samosir Dilatih Manajemen Pertunjukan

80
Peserta Pelatihan Manajemen Seni Pertunjukan dan Event Kabupaten Samosir foto bersama dengan Sekda Samosir Sabiat Sagala, Kabid Pariwisata Shanti Harianja dan narasumber Enrico Alamo,S.Sn,M.Sn serta Drs. Saut Sitompol,M.Si.

Samosir, rakyatsumbar.id Kebijakan Pemerintah Pusat yang menjadikan Danau Toba sebagai Kawasan Strategi Pariwisata Nasional (KSPN), ikut berdampak terhadap arah kebijakan pembangunan di Kabupaten Samosir dengan menjadikan pariwisata sebagai program unggulan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Jabiat Sagala pada kegiatan pelatihan manajemen seni pertunjukan dan iven bagi 40 orang pimpinan dan anggota kelompok sadar wisata (Pokdarwis), sanggar seni dan komunitas kreatif yang tersebar di Kabupaten Samosir di Hotel JTS Parbaba Desa Siopat Sosor, Kecamatan Pangururan dari tanggal 24 hingga 27 November lalu menyampaikan, kegiatan yang sangat besar bagi Kabupaten Samosir dan diharapkan membawa dampak yang besar juga bagi kesejahteraan masyarakat Samosir.

Jabiat juga menyampaikan, kegiatan ini tak terlepas dari adanya kebijakan pemerintah pusat yang menjadikan Danau Toba menjadi daerah superprioritas Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Pembukaan Pelatihan Manajemen Seni Pertujukan dan Event bagi Pegiat Pariwisata di Kabupaten Samosir.

“Oleh sebab itu, seluruh masyarakat Samosir khususnya stakeholders pariwisata untuk menangkap peluang ini. Bagi daerah lain, mungkin kegiatan ini biasa saja. Tapi bagi Kabupaten Samosir, ini adalah kegiatan yang besar. Kenapa? Karena visi misi pembangunan Kabupaten Samosir itu berbasis pariwisata. Karenanya, kegiatan ini diharapkan memiliki manfaat yang besar bagi kemashlatan masyarakat Samosir,” sebutnya.

Jabiat juga menyampaikan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), salah satu prioritas adalah peningkatan Sumbar Daya Manusia (SDM). Itu sebabnya, kegiatan tersebut gencar dilakukan di Kabupaten Samosir.

Sekda mengatakan, pelaksanaan seni pertunjukan dan event sangat penting di suatu kawasan wisata, sebab itulah hal yang ditunggu-tunggu wisatawan. “Pengunjung tentu menginginkan ada something to see dan something to do di Samosir. Bagaimana itu bisa mereka dapatkan, ya melalui atraksi wisata. Ini penting agar wisatawan lebih lama tinggal. Dengan begitu, industri pariwisata akan bangkit,” ujarnya.

Sekda berharap, kedepan para peserta mampu mengadakan atraksi berkelanjutan, selalu berkreasi dan berinovasi untuk memanjakan wisatawan. Tentunya, dengan cara pemberdayaan lokal, pelestarian budaya dan senantiasa melakukan pembinaan untuk generasi-generasi mendatang.

“Sejatinya, Samosir dengan tagline Negeri Indah Kepingan Surga adalah lukisan Tuhan. Karenanya, mari kita pergunakan dan manfaatkan agar membawa kesejahteraan bagi masyarakat Samosir,” ujar Jabiat Sagala seraya membuka kegiatan secara resmi.

Pada kesempatan terpisah, Kabid Pariwisata Shanti Harianja menyampaikan, peserta diharapkan untuk mengeluarkan gagasan dan idenya. Hal ini sejalan dengan niatan ingin membuat kegiatan yang identik pada tahun 2021.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata kabupaten Samosir Dumosch Pandiangan menyampaikan, kegiatan ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tahun Anggaran 2020.

Dumosch juga berharap, kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi para peserta, dimana ke depan para peserta pelatihan bisa menggali potensi di masing-masing desa yang bisa diangkat menjadi sebuah event/pertunjukan.

Pelatihan Manajemen Seni Pertunjukan yang terbilang baru ini, dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Setiap peserta wajib memakai masker dan mencuci tangan sebelum memasuki ruangan pelatihan. Pengecekan suhu setiap usai coffe break dan istirahat makan baik peserta maupun narasumber.

Penyerahan cinderamata bagi narasumber pelatihan Encrico Alamo,S.Sn,M.Sn

Secara berturut-turut pelatihan yang gawangi oleh narasumber yang bukan saja berlatar belakang pendidikan seni, tapi juga memiliki berbagai pengalaman dalam berbagai event di antaranya Enrico Alamo,S.Sn, M.Sn yang merupakan Dosen Seni Teater Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang dan Drs.Saut Sitompul M.Si merupakan dosen di Universitas Indonesia (UI), Bina Sarana Informatika (BSI) dan beberapa kampus lain di Indonesia.

Kedua narasumber tidak saja menyampaikan materi pelatihan seputar teori-teori dan praktikal manajemen namun lLebih jauh mengupas perlunya melakukan riset agar praktik-praktik event tepat sasaran. Selain itu, narasumber memotivasi para peserta agar mampu memberdayakan diri, menjadi tuan rumah yang handal, bagi pengunjung yang datang ke kabupaten Samosir selain mampu mengelola dan melaksanakan pertunjukan tersebut, hal ini sejalan dengan harapan peningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Tercatat ada 4 komunitas, 15 sanggar dan 7 Pokdarwis yang mengikuti pelatihan diantaranya, Komunitas Kopi Synergi, Komunitas Samosir Creative, Komunitas Anak Tao, Komunitas Pemuda Peduli Samosir, Sanggar Seni Sampuran Efrata Desa Turpuk Sagala, Sanggar Seni Budaya Satahi Saoloan Desa Dolok Raja, Sanggar Seni Tunas Kelapa, Sanggar Seni Toba Arts, Sanggar Seni Budaya Parsaoran Nauli Desa Pardomuan Nauli, Sanggar Seni Artturnung, Sanggar Seni Angel Elkanean, Pokdarwis Sari Marrihit Desa Sari Marrihit, Pokdarwis Wisata Bagot Desa Parlondut, Pokdarwis Huta Raja, Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan, Pokdarwis Pangaribuan, Desa Pardomuan Nauli, Pokdarwis Huta Tinggi Desa Huta Tinggi, Pokdarwis Hutabalian Desa Sianjur Mula-Mula, Pokdarwis Tanjung Bunga Desa Tanjung Bunga, Pokdarwis Sauduran Desa Tomok Parsaoran, Asosiasi UMKM Sumut Wilayah Samosir, Desa Pardomuan, Onan Runggu. Tak ketinggalan Dewan Kesenian Samosir. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here