Utama  

Pascasarjana Unand Dorong Nagari Jadi Motor Ekonomi Hijau

Pascasarjana Unand mendorong nagari jadi motor ekonomi hijau.

Padang, Rakyat Sumbar — Nagari didorong tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga motor penggerak ekonomi hijau melalui pemanfaatan potensi lokal, inovasi teknologi, dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.

Gagasan tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional 2026 yang digelar Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas (Unand) bersama Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) Komisariat Daerah Padang di Kampus Limau Manis, Padang, 5–6 November 2026.

Mengangkat tema “Menggerakkan Ekonomi Sirkular dari Desa: Inovasi dan Ekonomi Hijau”, seminar ini mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, pemerintah, hingga pemangku kepentingan nagari untuk merumuskan gagasan pembangunan perdesaan yang lebih produktif sekaligus ramah lingkungan.

Direktur Sekolah Pascasarjana Unand, Prof. Dr. apt. Henny Lucida, Ph.D., mengatakan, desa atau nagari harus ditempatkan sebagai pusat perubahan dalam mendorong transisi menuju ekonomi berkelanjutan.

Menurutnya, ekonomi sirkular membutuhkan perubahan pola pemanfaatan sumber daya. Tidak lagi hanya mengambil dan menghabiskan sumber daya alam, tetapi mengoptimalkan penggunaannya secara berulang, mengurangi limbah, serta menciptakan nilai tambah.

“Desa, atau yang senantiasa kita hidupkan spiritnya melalui konsep nagari, kini bukan lagi sekadar objek pembangunan, melainkan episentrum utama dalam transisi menuju ekonomi berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menekankan, perpaduan inovasi teknologi dengan kearifan lokal menjadi salah satu kunci membangun ekonomi hijau yang inklusif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Seminar ini juga mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Sebanyak 127 makalah dijadwalkan dipresentasikan dalam delapan subtema, mencakup agribisnis, pembangunan perdesaan, pengelolaan sumber daya alam, hingga tata kelola dan kearifan lokal dalam ekonomi sirkular.

Dari jumlah tersebut, 63 makalah dipaparkan secara langsung dan 64 lainnya secara daring. Secara keseluruhan, kegiatan ini menghimpun 141 peserta dari hampir 50 lembaga di berbagai daerah di Indonesia, termasuk peserta non-pemakalah.

Ketua Pelaksana, Dr. Rafnel Azhari, S.P., M.Si., mengatakan, seminar tersebut dirancang untuk mempertemukan berbagai disiplin ilmu dan lembaga agar hasil penelitian tidak berhenti sebagai kajian akademis.

Potensi biomassa, limbah pertanian, hingga modal sosial masyarakat nagari, menurutnya, dapat dikembangkan menjadi sumber peluang ekonomi baru tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.

Karena itu, panitia juga mendorong agar dialog antara peneliti dan pemerintah nagari dapat berlanjut menjadi kerja sama konkret di lapangan.

Sejumlah pembicara nasional turut dihadirkan, yakni Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., dari Badan Riset dan Inovasi Nasional serta Dr. Rosa Vivien Ratnawati, S.H., M.S.D., dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

Tidak hanya forum diskusi, kegiatan ini juga membuka peluang pengembangan jejaring penelitian, pertukaran praktik baik, serta hilirisasi inovasi berbasis potensi lokal. Makalah terpilih berpeluang diproses pada jurnal mitra melalui mekanisme penelaahan.
Rangkaian kegiatan dijadwalkan berlanjut dengan kunjungan lapangan dan pengabdian kepada masyarakat pada 7 November 2026.

Melalui seminar ini, Sekolah Pascasarjana Unand berharap riset multidisiplin dapat menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat. Dengan demikian, ekonomi sirkular bukan sekadar konsep akademis, tetapi menjadi jalan untuk memperkuat kemandirian nagari, meningkatkan nilai ekonomi potensi lokal, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. (*)