18/08/2022
Beranda » Nilai Kebangsaan Mulai Tertinggal

Nilai Kebangsaan Mulai Tertinggal

Wagub Berharap Masyarakat Sumbar Menjaga Persatuan Bangsa

Limapuluh Kota, Rakyat Sumbar–Pada era reformasi di Indonesia memunculkan keprihatinan tersendiri terhadap makna Pancasila sebagai ideologi Bangsa. Pancasila seakan sudah terpinggirkan dan nyaris tenggelam dari memori kolektif bangsa, bahkan jarang dibahas dalam ketatanegaraan dan kebangsaan. Padahal beberapa tokoh dunia sangat mengagumi Pancasila.

“Melemahnya pengamalan Pancasila bisa memunculkan ideologi-ideologi lain yang bertentangan dengan ideologi Pancasila termasuk munculnya komunisme di Indonesia. Maka itu fungsi Pancasila dijadikan landasan dalam kehidupan, berbangsa dan bernegara,” sebut Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, di Hotel Shago Bungsu, Tanjuangpati, Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (13/2).

Hal ini disampaikan Wagub Nasrul Abit saat memberikan pembekalan kepada 80 peserta kegiatan Penguatan Pembauran Kebangsaaan dari beberapa Etnis atau Paguyuban, se-Kabupaten Limapuluh Kota.

Pada Forum Pembauran Kebangsaaan (FPK) se-Limapuluh Kota ini, Wagub berpesan untuk terus meningkatkan nilai-nilai kebangsaan. Sebab saat ini nilai-nilai kebangsaan mulai tertinggal. Ia berharap masyarakat Sumbar menjaga persatuan bangsa. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumbar Nazwir diminta mendukung forum ini agar makin besar dan bermanfaat dalam menjaga persatuan.

“Perkembangan zaman yang kian modern mendorong peningkatan potensi ancaman kontemporer bagi bangsa Indonesia. Ancaman ini mengakibatkan adanya berbagai pemikiran dan pengaruh luar yang subversif dan disintegrative,” jelasnya.

Wagub juga berharap pertemuan-pertemuan semacam ini, dapat digunakan sebagai acuan dan penajaman filosofi empat Pilar Kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

“Kami ingin memberikan pemahaman terhadap generasi muda tentang nilai-nilai kebangsaan, Cinta Tanah Air sebagai wujud bela Negara dapat terus tumbuh, dan penguatannya dilakukan secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Wagub Sumbar Nasrul Abit saat memberikan pembekalan kepada peserta kegiatan penguatan pembauran kebangaaan dari beberapa etnis dan paguyuban se Limapuluh Kota, Kamis (13/2).

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Sumbar Nazwir menjelaskan, Pembauran Kebangsaan adalah proses pelaksanaan kegiatan integrasi anggota masyarakat dari berbagai ras, suku, etnis melalui interaksi sosial dalam bidang bahasa, adat istiadat, seni budaya, pendidikan dan ekonomi untuk mewujudkan kebangsaan Indonesia tanpa menghilangkan idiologi Pancasila.

“Maksud dilaksanakannya kegiatan Penguatan Pembauran Kebangsaan adalah dalam rangka menjaga dan memelihara kerukunan serta melestarikan nilai sosial budaya dan mengembangkan kehidupan demokrasi dalam upaya meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa,” terangnya.

Ia menyampaikan, tujuan dilaksanakannya Kegiatan Penguatan Pembauran Kebangsaan adalah sebagai wadah informasi, komunikasi, konsultasi, dan kerjasama bagi etnis atau paguyuban, yang diarahkan untuk menumbuhkan, memantapkan, memelihara dan mengembangkan pembauran kebangsaan di daerah khususnya Kabupaten Lima Puluh Kota.

“Diharapkan pada narasumber bisa memberikan pemahaman terhadap pembauran kebangsaan dan lebih banyak mendalami tentang filosofis empat pilar, sehingga dapat menjadi hidup dan kemudian memberikan kenangan lama di dalam pikiran masing-masing peserta. Dengan begitu filosofis empat pilar dapat dipertajam dan dijadikan acuan dalam semangat berbangsa dan bernegara,” pungkasnya. (mul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.