04/12/2022
Beranda » New Normal di Dunia Pendidikan

New Normal di Dunia Pendidikan

Dr. Fitri Arsih, M.Pd Pengamat Pendidikan Universitas Negeri Padang

Guru Harus Kuasai Tekhnologi Pendidikan

Padang, Rakyat Sumbar—Secara tidak langsung new normal telah memaksa dunia pendidikan Indonesia untuk melakukan percepatan pengimplementasian teknologi internet dalam proses ajar mengajar.

Hal ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 yang kian hari makin banyak menelan korban.

Pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Padang, Dr Fitri Arsih, M.Pd menjelaskan, dalam memasuki era new normal harus ada persiapan yang matang yang dilakukan dalam menunjang proses ajar mengajar di sekolah.

Baginya, kehidupan new normal di sekolah dan kampus harus diatur secara rinci dengan melibatkan berbagai sumber daya yang tak sedikit, serta pengawasan dan kontrol yang ketat oleh dinas pendidikan dan dinas kesehatan.

“Proses pembelajaran di sekolah di era new normal, seorang guru dituntut harus menguasai teknologi pendidikan daring yang berguna memberikan bahan ajar kepada siswa. Apalagi beberapa kegiatan akan hilang, seperti kunjungan ke museum dan tempat-tempat lainnya. Alhasil guru harus aktif dan menguasai literasi digital sehingga bisa menjabarkan literasi digital secara virtual kepada siswa,” ucapnya, Kamis (28/05/2020).

Selain itu, Fitri Arsih mewanti-wanti dalam hal memutus mata rantai penyebaran Covid-19, harus disusun standar sesuai dengan protokol kesehatan yang tak hanya kewajiban memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak saja, melainkan menetapkan standar jumlah siswa dalam satu ruangan belajar.

“Sekolah harus membatasi jumlah rombel (rombongan belajar) dalam satu kelas. Biasanya satu kelas dihuni oleh 40 orang siswa, dalam pengimplementasian fisical distancing, dalam satu lokal, mungkin akan diisi separuhnya. Untuk memenuhi kuota sisanya, harus dibuat dua sesi kelas. Kelas pagi dan kelas siang,” ucapnya.

Fitri Arsih menambahkan, dalam memasuki new normal, protokol kesehatan penting dilaksanakan. Sekolah harus memberikan jaminan kesehatan yang jelas dalam penerapan protokol kesehatan Covid-19 di sekolah. Hal ini bertujuan menjawab kegelisahan orang tua dan siswa dengan sistem belajar dari rumah, tanpa tahu kapan pademi kovid-19 ini akan berakhir.

“Kita tidak tahu kapan pademi ini berakhir, apalagi hingga saat ini tenaga medis selalu berupaya mencari vaksin untuk bisa memerangi Covid-19 ini. Dengan memberikan jaminan penerapan protokol kesehatan di sekolah merupakan cara konkrit dalam melangsungkan dunia pendidikan di era new normal ini.

Ia menambahkan, yang paling penting adanya jaminan sekolah dalam menjalankan protokol kesehatan Covid-19.

“Pasti orang tua siswa tidak akan melepaskan anaknya pergi ke sekolah, jika tidak jaminan fasilitas kesehatan yang jelas dari sekolah,” ucapnya.

Saat disinggung tentang penerapan new normal pada sekolah swasta, Fitri Arsih memandang new normal memaksa sekolah-sekolah swasta menunjukan kualitas dan jati dirinya, agar para orang tua, terus berlomba-lomba memasukan anaknya ke sekolah tersebut.

New normal menuntut sekolah swasta harus mempunyai kualitas yang jelas. Apalagi new normal menuntut pembatasan jumlah siswa dalam satu lokal. Tentu, sekolah swasta harus memiliki spesialisasi bidang studi yang jelas, seperti pendidikan agama untuk menarik minat orang tua siswa dalam memasukan anaknya ke sekolah tersebut. Dan jumlah siswa dalam satu lokal di sekolah swasta harus di kontrol oleh dinas terkait,” tutupnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Habibul Fuadi menjelaskan, dalam menghadapi new normal, dinas pendidikan Kota Padang sedang menggodoknya. Selain itu, penerimaaan siswa baru untuk jenjang pendidikan dasar (SD) dan menengah pertama (SMP) tahun ajaran 2020/2021 di Kota Padang, dijadwalkan akan dimulai awal Juni mendatang.

“Program pendidikan new normal sedang kami rumuskan, nanti kami informasikan. Untuk penerimaan siswa baru masih sama dengan tahun lalu, sistem zonasi dan online, yang rencananya di Juni 2020,” jelasnya.

Selain itu, Habibul Fuadi menambahkan bahwa jadwal penerimaan siswa baru masih dalam proses penyusunan.

“Jadwalnya belum, termasuk durasi waktu penerimaannya itu sedang kami siapin semuanya. Nanti akan kami publis kalau sudah clear,” tutup Habibul. (edg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.