27/05/2024

rakyatsumbar.id

Berita Sumbar Terkini

Beranda » Model Pelatihan E-Tendering Jasa Konstruksi Berbasis Simulasi Solusi Link and Match Pendidikan Tinggi Vokasi

Model Pelatihan E-Tendering Jasa Konstruksi Berbasis Simulasi Solusi Link and Match Pendidikan Tinggi Vokasi

Dr.(c) Ari Syaiful Rahman Arifin, ST, MT.

Oleh : Dr.(c) Ari Syaiful Rahman Arifin, ST, MT

Pendidikan tinggi vokasi merupakan jenjang pendidikan yang mempersiapkan sumber daya manusia yang ahli dan terampil dibidangnya sehingga mampu bersaing dan siap bekerja.

Secara umum pendidikan vokasi (program diploma) bertujuan menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan tenaga ahli profesional dalam menerapkan, mengembangkan, dan menyebarluaskan teknologi serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional. Secara khusus, program diploma diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang menguasai kemampuan dalam bidang kerja tertentu sehingga dapat langsung diserap sebagai tenaga kerja di industri, lembaga pemerintah atau berwiraswasta secara mandiri, hal ini karena beban pengajaran pada program pendidikan vokasi telah disusun lebih mengutamakan beban mata kuliah ketrampilan dibandingkan dengan beban mata kuliah teori (Vokasi UI, 2020).

Program studi Diploma III (D3) merupakan salah satu pendidikan vokasi yang berorientasi pada permintaan pasar industri yang membutuhkan tenaga kerja yang ahli dan professional. Prinsip dasar pembangunan pendidikan vokasi merujuk pada salah satu pencetus pendidikan vokasi yang bernama Charles Allen Prosser. Di kalangan akademisi pendidikan vokasi dan kejuruan di Indonesia, Prosser cukup dikenal sebagai penyusun 16 Prinsip Pendidikan Vokasi atau sering juga disebut sebagai 16 Dalil Prosser. Dalil proser yang menjadi fokus dalam pemecahan masalah pendidikan vokasi saat ini adalah “pendidikan vokasi akan efisien jika lingkungan dimana peserta didik dilatih merupakan replika lingkungan dimana ia bekerja” dan “pendidikan vokasi harus memperhatikan permintaan pasar”.

Pemasalahan pendidikan vokasi selama ini masih berputar pada lingkaran yang sama, yaitu sumber daya manusia dan permasalahan link and match dunia pendidikan vokasi dengan industri sehingga lulusan kurang kompetitif dan sulit mencari pekerjaan (media indonesia, 2020). Data Badan Pusat Statistik (BPS) per agustus 2020 untuk tingkat pengangguran terbuka (TPT) diploma meningkat 5,95% per agustus 2019 menjadi 8,08% per agustus 2020 (Data BPS per agustus 2020). Hal ini berdampak kepada tingginya angka pengangguran yang semakin meningkat tiap tahunnya karena tidak relevannya kompetensi lulusan dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia industri (DUDI) dan juga jumlah lapangan kerja yang yang tersedia.

Salah satu usaha pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pada pendidikan tinggi vokasi adalah dengan merevitaliasi pendidikan tinggi vokasi melalui pendirian akademi komunitas, pelatihan keterampilan, kemudahan akses dan layanan pendidikan vokasi, penyediaan sarana dan prasarana, penataan kelembagaan dan lain sebagainya. Pada tataran pelaksanaan, pendidikan tinggi vokasi masih kurang dukungan. Sehingga untuk meningkatkan kualitas dan daya saing manusia Indonesia khususnya terkait keluaran pendidikan kejuruan dan vokasi, maka perlu melihat kondisi dan pemetaan penyelenggaraan pendidikan kejuruan dan vokasi dan arah kebijakan pendidikan kejuruan dan vokasi kedepan. (Lestarimoerdijat, 2020).

Untuk mengatasi permasalahan link and match pendidikan vokasi dan dunia industri pemerintah melalui dirjen vokasi sudah mencanangkan gerakan pernikahan masal atau penyelarasan antara pendidikan vokasi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Tujuan utama dari gerakan ini adalah agar program studi vokasi di perguruan tinggi menghasilkan lulusan dengan kualitas dan kompetensi yang dibutuhkan Dunia Usaha dan Dunia industri (DUDI).

Program studi D3 Teknik Sipil merupakan bagian dari pendidikan tinggi vokasi yang mempersiapkan mahasiswa agar memiliki keahlian dan kompetensi untuk siap bekerja. Dari hasil tracer study, lulusan program studi D3 Teknik Sipil mayoritas bekerja di sektor jasa konstruksi. Untuk bekerja di dunia jasa konstruksi, mereka harus berkompetisi untuk mendapatkan proyek, salah satunya melalui proses E-Tendering jasa konstruksi. Dalam mengikuti proses ini mereka harus memiliki kompetensi berupa pengetahuan dan keahlian profesional baik hardskill maupun softskill.

Salah satu bentuk peningkatan kompetensi  lulusan pendidikan tinggi vokasi adalah melalui pelatihan. Mahasiswa pendidikan vokasi harus diberikan keterampilan yang tidak hanya sebatas teori tetapi lebih banyak kepada praktek.  Mengingat keahlian profesional E-Tendering jasa konstruksi merupakan keahlian yang sangat dibutuhkan oleh Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) untuk mengikuti proses dan mendapatkan paket tender proyek konstruksi, maka perlu mengembangkan suatu model pelatihan E-Tendering jasa konstruksi berbasis simulasi untuk mahasiswa program studi D3 Teknik Sipil. Model ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa berupa peningkatan pengetahuan dan keahlian profesional mahasiswa program studi D3 Teknik Sipil dalam bidang E-Tendering jasa konstruksi.

Metodologi penelitian yang digunakan adalah Research and Development dengan Prosedur pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation) untuk mencapai hasil yang maksimal. Beberapa teknik analisis data yang dilakukan seperti analisis data secara deskriptif, uji persyaratan analisis, analisis validitas oleh expert, analisis praktikalitas dan analisis evektifitas.

Teori belajar didalam model ini didasari oleh teori konstrukstivisme yaitu mencipta sesuatu makna dari apa yang dipelajari. Dalam pelaksanaan model pelatihan ini mahasiswa dihrapkan dapat bekerjasama secara aktif untuk meningkatkan keahlian dan kemampuan dalam pemecahan masalah serta mendapatkan pengalaman sesuai dengan cerminan kondisi sebenarnya di lapangan maka pelaksanaan pelatihan ini dilakukan berkelompok (cooperatife learning) melalui pemberian tugas proyek (project based learning) dengan metoda simulasi.

Konstruksi model pelatihan E-Tendering jasa konstruksi berbasis simulasi terdiri dari lima unsur utama yaitu (1) sintak, (2) sistem sosial, (3) prinsip reaksi, (4) sistem pendukung, (5) dampak instruksional dan dampak pengiring.

Gambar Desain Pengembangan Model Pelatihan.

Model pelatihan ini menghasilkan sintak: a) pengantar; b) demonstrasi; c) diskusi; d) simulasi E-Tendering jasa konstruksi; dan e) evaluasi pelatihan, serta produk yang terdiri dari: (1) buku model pelatihan; (2) buku panduan pelaksanaan pelatihan; (3) buku materi pelatihan; (4) buku petunjuk penggunaan aplikasi untuk instruktur; (5) buku petunjuk penggunaan aplikasi untuk pengguna (user).

Model Pelatihan E-Tendering Jasa Konstruksi.

Hasil temuan menunjukkan bahwa model pelatihan E-Tendering jasa konstruksi berbasis simulasi yang dikembangkan terbukti memiliki tingkat validitas tinggi. Produk model yang dihasilkan meliputi: (1) Buku model, (2) Buku materi, (3) Buku panduan pelatihan, (4) Buku petunjuk penggunaan aplikasi untuk user, (5) Buku petunjuk penggunaan aplikasi untuk instruktur. Penilaian praktikalitas instruktur dan mahasiswa dinyatakan bahwa keseluruhan produk yang dihasilkan memiliki nilai praktis.

Untuk uji efektifitas menggunakan evaluasi 4 level model kirkpatrick yang terdiri dari : (1) reaction, (2) learning, (3) behaviour dan (4) result. Hasil dari pengujian efektivitas model pelatihan E-Tendering jasa konstruksi berbasis simulasi adalah model pelatihan ini dapat diimplementasikan kepada peserta didik dipendidikan tinggi vokasi, khususnya program studi D3 teknik sipil untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian profesional karena sudah teruji efektivitasnya. Berdasarkan hasil analisis data diatas dapat disimpulkan bahwa model pelatihan yang dikembangkan ini memenuhi kelayakan untuk digunakan.

Kebaharuan dari temuan ini memuat novelty dengan mengembangan model pelatihan pont dimana metode pelaksanaan pelatihan dalam model E-Tendering jasa konstruksi dilaksanakan secara simulasi. Teknis pelaksanaan simulasi yang dilakukan adalah sistem kelompok (cooperative learning)  yang merepresentasikan perusahaan penyedia jasa konstruksi (kontrator) dan bekerjasama membuat dokumen proyek tender tersebut (project based learning) yang terdiri dari dokumen administrasi, dokumen teknis dan dokumen harga serta penggunaan aplikasi E-Tendering. Dalam waktu yang diberikan mereka akan menyelesaikan tugas proyek tersebut dengan sebaik-baiknya sesuai dengan arahan dan bimbingan. Produk yang dihasilkan akan dievaluasi sesuai komponen penialaian E-Tendering jasa konstruksi  dan dari hasil evaluasi akan ditetapkan pemenang tender tersebut. Dengan simulasi E-Tendering jasa konstruksi ini diharapkan peserta mendapatkan pengalaman tiruan seperti kondisi yang ada dilapangan sehingga lebih bermakna dan diharapkan meningkatkan motivasi untuk  berwirasuaha dalam bidang jasa konstruksi.

Pengembangan Model Pelatihan E-Tendering Jasa Konstruksi Berbasis Simulasi adalah bagian dari usaha untuk meningkatkan keahlian profesional peserta didik dalam memenuhi kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Sekaligus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan link and match lulusan pendidikan tinggi vokasi dan dunia industri yang menjadi bagian awal dari pernikahan antara pendidikan tinggi dengan Dunia Usaha dan Dunia Indsutri (DUDI).

Dengan adanya model pelatihan E-Tendering jasa kosnstruksi berbasis simulasi, maka dapat meningkatkan pengetahuan dan keahlian mahasiswa program studi D3 Teknik Sipil dibidang jasa konstruksi berupa hardskill (keahlian membuat dokumen E-Tendering jasa konstruksi dan menggunakan aplikasi) dan softskill (komunikasi dan kerjasama). Sehingga dengan demikian keahlian ini dapat memenuhi dan relevan dengan dunia usaha dan dunia industri.

Hal ini mendukung program pemerintah dalam mengatasi persoalan link and match lulusan pendidikan tinggi vokasi. Sesuai dengan arahan presiden republik indonesia percepatan pembangunan sumber daya manusia unggul 2020-2024 bahwa pendidikan tinggi vokasi atau kejuruan dihubungkan dengan dunia industri agar lulusannya sesuai dengan kebutuhan dan siap untuk hal-hal baru. Secara makro dalam jangka panjang diharapkan model pelatihan E-Tendering jasa konstruksi berbasis simulasi ini menjadi salah satu solusi agar  lulusan dapat diserap oleh dunia kerja dan bisa mengurangi tingkat pengangguran di indonesia.

Artikel ini ditulis oleh Dr.(c) Ari Syaiful Rahman Arifin, ST, MT  berdasarkan disertasi untuk penyelesaian Program Doktor (S-3) pada Prodi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Pascasarjana Universitas Negeri Padang.

Tim Promotor I. Prof.Dr. Jalius Jama, M.Ed dan Promotor II Dr. Ridwan, M.Sc, Ed yang telah lulus diseminarkan pada ujian tertutup tanggal 3 Desember 2020 pukul 09:00 dengan Tim Penguji yaitu Prof. Ganefri, Ph.D.; Dr. Fahmi Rizal, M.Pd., M.T.; Prof. Dr. Ambiyar, M.Pd.; Prof. Dr. Nizwardi Jalinus, M.Ed dan Rusnardi Rahmat Putra. ST, MT, Ph.D dan penguji eksternal Prof.Ir.Zaidir, MS.Dr.Eng.

Dari hasil temuan penelitian disertasi ini, berkenaan dengan model yang dikembangkan telah berhasil mempublikasi artikel di jurnal international bereputasi (Q2) dengan judul “Needs Analysis of Simulation-Based Construction Services-Tendering Skill Model”. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.