08/08/2022
Beranda » Memahami Kondisi Siswa

Memahami Kondisi Siswa

Oleh : Sry Eka Handayani (Guru SD 10 Sapiran Bukittinggi)


Mewabahnya Virus Covid-19 berimbas ke dunia pendidikan. Pemerintah menginstruksikan agar proses belajar-mengajar dipindahkan ke rumah. Saat ini, semua murid saya sudah menjalani proses belajar dari rumah. Guru-guru memandu mereka secara baik.

Anak-anak tidak libur. Ya, tidak libur. Tapi memindahkan proses belajar ke rumah. Tak mungkin dilakukan di sekolah karena keramaian dapat memicu penyebaran. Kita tak pernah tahu situasi masing-masing orang.

Semula proses belajar di rumah hingga Kamis, 2 April 2020. Tapi dampak Covid-19 makin meningkat. Proses belajar di rumah diperpanjang hingga Jumat, 17 April 2020, sesuai edaran Dinas Pendidikan Kota Bukittinggi. Pada awalnya, belajar dirumah diberlakukan untuk siswa saja. Guru tetap mengajar berbasis dalam jaringan (daring).

Saat belajar di rumah, siswa diabsen setiap pagi di grup WA. Kemudian, guru memberi tugas kepada anak. Tugas yang diberikan juga tentang kondisi saat ini termasuk Virus Covid-19 ini. Soal-soalnya berhubungan dengan kehidupan serta video tentang cara-cara mencuci tangan.

Sebetulnya mengajar melalui online tidak gampang. Tidak semua orang tua atau wali murid memahami atau melek IT. Karena itu, kita memberikan kemudahan. Orang tua siswa yang tidak paham IT, bisa minta bantu kepada orang-orang yang ada dirumahnya.

Selain tugas pembelajaran, saya juga minta siswa membuat tugas puisi tentang Covid-19. Mereka juga menceritakan rindu dengan sekolahnya. Tugas yang diberikan kepada siswa adalah bagaimana mereka tidak tertular Virus Covid-19, membuat gambar dan sebagainya. Kita juga memberikan video tentang pembelajaran karena tidak semua bisa meng-upload. Kita juga memberikan tutorial yang lebih memudahkan siswa dan orang tua di rumah.

Materi yang diberikan tidak terlalu banyak dan sesuai pembelajaran di sekolah. Melalui belajar daring, siswa lebih tertarik karena ada video-video pembelajaran. Bagaimana seorang guru harus memahami anak dan orang tuanya.

Tidak semua yang melek IT. Karena itu, kita sebagai guru perlu memahami kondisi tersebut. Apalagi, hal itu juga sedikit dipengaruhi faktor ekonomi. Kami menilai belajar dirumahkan ini cukup efektif. Selain belajar, anak-anak bisa membaca dan menulis. Kesehatan anak terjaga dan orang tua bisa paham dengan kondisi anaknya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.