26/05/2024

rakyatsumbar.id

Berita Sumbar Terkini

Beranda » Mahasiswa Dukung Polresta Padang Cegah Intoleransi

Mahasiswa Dukung Polresta Padang Cegah Intoleransi

Para narasumber saat memberikan materi dalam diskusi publik kepada mahasiswa di Universitas Nahdlatul Ulama Sumbar, Jalan Palarik Air Pacah, Lubuk Minturun, Koto Tangah.

Padang, Rakyat Sumbar– Sudah menjadi tugas kita bersama, untuk mencegah penyebaran bibit intelorensi, radikalisme di Indonesia, khususnya Kota Padang. Hal itu disampaikan Aipda Anton Yose Hari Esa, saat diskusi publik di Universitas Nahdlatul Ulama Sumbar, Jalan Palarik Air Pacah, Lubuk Minturun, Koto Tangah.

Polresta Padang dalam hal ini Unit 3 Intelkam mengandeng OKP PMII Cabang Padang saat gelar diskusi di kampus tersebut. Ia mengatakan, ranah pendidikan tidak tertutup kemungkinan disusupi hal-hal berbaur penyebaran bibit intoleransi, radikalisme. “Hal-hal yang memecah itu tidak hanya meramabat ke lingkungan masyarakat, namun di tengah kita sebagai pemikir di lembaga pendidikan pun disentuhnya,” ujarnya, saat memberikan materi terkait tentang intoleransi dan radikalisme.

Tuturnya, era millienial ini terkadang terbawa suasan dan terkadang ada yang tidak peduli. Justru itu sebut Anton, sebagai mahasiswa, kaum intelektual dan berdaya saing mesti memahami secara detail. Sehingga bisa menjadi pelopor Kamtibmas di kalangan pemuda, millenial serta mahasiswa dalam upaya mencegah tindakan kasus intoleransi dan radikalisme.

“Mencegah penyebaran bibit seperti itu, tidak hanya tugas Polri dan TNI.  Adik-adik mahasiswa baik tergabung dalam OKP PMII bisa menjadi pelopor Kamtibmas seperti yang saya sebutkan tadi. Artinya, ini tugas kita bersama dalam merawat Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika,” jelasnya.

“Kader-kader PMII memiliki tugas dan tanggungjawab, dengan memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama yang terpengaruh dengan informasi yang tersebar di media sosial yang bersifat kebohongan (hoax),” tutur Ketum OKP PMII Cabang Padang, Muharsyad Al Azip saat memberikan materi.

Ia mengajak agar kader PMII membantu masyarakat dalam menyaring segala informasi yang tersebar. Baik itu berita dan informasi yang disebarkan lewat serikat kelompok, media sosial dan atau media saluran informasi lainnya. Muharsyad Al Azip tidak menampik, ketika isu-isu intoleransi dan radikalisme merambat di kalangan mahasiswa, kampus.

“Kita harus menjadi masyarakat yang cerdas memilih dalam berorganisasi,. Mari memupuk rasa nasionalisme dalam mencegah penyebaran pemikiran radikal, dan memupuk kesatuan terutama mahasiswa baru dan mahasiswa yang telah bergabung dalam OKP yang berasaskan Pancasila,” ungkapnya.

Agenda diskusi publik di Universitas Nahdlatul Ulama Sumbar, Jalan Palarik Air Pacah, Lubuk Minturun, Koto Tangah, dihadir jajaran pengurus dan kader PMII Cabang Padang, Presma BEM Universitas Nahdatul Ulama Sumbar. Kemudian diakhiri deklarasi bersama menolak intoleransi, radikalisme dan terorisme, serta mendukung Polresta Padang untuk menjaga Harkamtibmas yang kondusif di Kota Padang, Senin (06/07/2020). (hrf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.