Limapuluh Kota, rakyatsumbar.id—-Kecamatan Kapur IX kini tengah bersiap memperkuat posisinya sebagai sentra komoditas kelapa sawit utama di Kabupaten Limapuluh Kota. Langkah strategis ini dinilai sejalan dengan visi besar Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam memperkokoh ketahanan pangan dan ekonomi nasional berbasis sektor agraris.
Potensi kelapa sawit di Kapur IX yang sangat menjanjikan diharapkan mampu menjadi roda penggerak utama kesejahteraan masyarakat setempat. Namun, ambisi besar ini dinilai mustahil terwujud secara optimal tanpa adanya dukungan infrastruktur yang memadai dari pemerintah daerah.
Terkait hal tersebut, tiga orang pelaku senior dari masyarakat yang sudah sukses alang melintang di perkebunan sawit tersebut, H.Tarmizi, H. Edi Tyawarman dan H. Zainal berharap agar Bupati Limapuluh Kota H. Safni bersama dinas terkait.
“Khususnya Dinas Pertanian dan Dinas Pekerjaan Umum untuk lebih peka dan responsif terhadap kebutuhan riil di lapangan. Salah satu kebutuhan paling mendesak saat ini adalah pembangunan dan peningkatan kualitas JUT,” kata H Tarmizi kepada rakyatsumbar.id, Minggu (01/11/2026).
Namun, untuk mewujudkan target besar tersebut, tantangan infrastruktur menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Masyarakat dan tokoh daerah setempat menegaskan bahwa pembangunan jalan Usaha Tani (JUT) sangat mendesak demi kelancaran mobilisasi hasil perkebunan tersebut.
“Saat ini, akses jalan yang belum memadai menjadi hambatan utama dalam mengangkut tandan buah segar kelapa sawit dari lahan warga menuju pabrik atau pasar,” lanjutnya.
Keberadaan Jalan Usaha Tani (JUT) merupakan kunci utama untuk memotong tingginya biaya logistik yang selama ini membebani para petani sawit.
“Dengan akses jalan yang layak, mobilisasi hasil panen dari perkebunan menuju pabrik atau pasar akan jauh lebih cepat, sehingga kualitas buah sawit tetap terjaga dan nilai jualnya meningkat,” sebutnya.
Tanpa adanya jalan yang layak, biaya lansir dan transportasi menjadi sangat tinggi, yang akhirnya menggerus pendapatan petani lokal. Pembangunan jalan usaha tani yang kokoh di daerah ini tidak hanya akan mempercepat distribusi, tetapi juga menjadi urat nadi perekonomian yang memastikan program swasembada perkebunan berjalan optimal dari tingkat hulu.
Masyarakat Kapur IX sangat menantikan langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota untuk segera mengalokasikan anggaran dan memprioritaskan pembangunan infrastruktur pertanian ini.
“Kepekaan pemerintah daerah dalam merespons kebutuhan JUT tidak hanya akan melejitkan potensi kelapa sawit Kapur IX, tetapi juga menjadi bukti nyata sinergi daerah dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional yang digagas oleh Presiden Prabowo,” tutupnya. (sdn)





