08/08/2022
Beranda » Lagu Virus Corona Melanda Dunia

Lagu Virus Corona Melanda Dunia

Oleh: Dr Sumartono, S.Sos, M.Si

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Pepatah ini agaknya tepat mendeskripsikan situasi dan kondisi saat ini. Dunia sedang dilanda kecemasan tingkat tinggi akibat merebaknya wabah corona. Ada 199 negara yang telah terpapar virus corona (Covid-19).

Saat ini berbagai upaya massive dilakukan masing-masing negara untuk mengeliminasi penularan wabah corona. Salah satu upaya pencegahan yang dilakukan adalah bertahan diri alias di rumah saja atau stay at home.

Presiden Jokowi jauh-jauh hari telah mengumandangkan kampanye belajar, bekerja, dan beribadah di rumah sebagai gerakan antisipasi merebaknya Covid-19. Kampanye stay at home (di rumah saja) atau work from home (bekerja dari rumah) menjadi gerakan atau opsi yang tepat untuk mengurangi peredaran virus corona.

“Di rumah saja” secara kondisional menjadi solusi terbaik guna menjalarnya virus yang belum ditemukan obatnya. Tentu saja berusaha sambil berdoa menjadi kunci menghadapi virus corona (Covid-19).

Berusaha artinya bagaimana kita tetap eksis meskipun harus berdiam diri di rumah. Artinya, “di rumah saja” harus dimaknai sebagai media untuk kita tetap berkreativitas. Berusaha dengan cara mematuhi apa yang diinstruksikan pemerintah juga menjadi cara efektif menghambat laju peredaran virus corona. “Di rumah saja” tidaklah diartikan sebagai diam tanpa beraktivitas atau hanya sekedar menghitung detik demi detik yang kita lalui.

Berdoa berarti ungkapan pengakuan manusia sebagai mahkluk yang lemah dan tak berdaya. Manusia butuh pertolongan dan perlindungan dari Sang Khalik. Sebagai manusia kita pun menyadari, kehidupan di depan kita adalah rahasia Allah, untung maupun malang sering datang tiba-tiba tanpa disangka.

Berdoa adalah sandaran vertikal yang akan menyempurnakan hidup manusia. Harapannya tentu saja, insya Allah badai Corona segera berakhir.

Gerakan “di rumah saja” tanpa disadari dapat menjadi arena berbagi pengalaman. Melalui tulisan ini saya ingin berbagi pengalaman selama “semedi” di rumah.

Pengalaman ini bukanlah pengalaman biasa, tetapi saya menganggap sebagai pengalaman yang spektakuler. Ada kekuatan maha dahsyat di luar pakem saya sebagai seorang pengajar. Manakala kepenatan melanda selesai menghabiskan waktu membaca draft skripsi mahasiswa tiba-tiba saya memilih gitar sebagai media semedi.

Lantunan lagu Tak Ingin Sendiri (Dian Piesesha), Titip Rindu Buat Ayah (Ebiet G Ade), Mau Dibawa Kemana (Armada), Kugadaikan Cintaku (Gombloh) Madu dan Racun (Bilbroad), Bongkar (Iwan Fals) dan lainnya mengiringi kegundahan hati sembari menghabiskan waktu setelah lelah beraktivitas online.

Namun tanpa sadar, tiba-tiba terlintas dalam benak keinginan mencipta lagu tentang Virus Corona. Akhirnya, hanya dalam waktu kurang dari 1 jam terciptalah lagu Virus Corona Melanda Dunia. Bersama My Son saya pun merekam dan mengupload lagu ke media sosial.

Berikut syairnya: Indonesia sedang berduka, terkena wabah corona. Kini saatnya kita semua, bersatu padu hadapinya. Tak ada gunanya saling menyalahkan, mari bersama lakukan tindakan. Hey, hey, hey semua anak bangsa, satukan kata ikuti perintah Negara. Hey, hey, hey, sadarlah kita semua, Virus Corona telah melanda dunia. Ayo berusahalah sambil berso’a, semoga Tuhan melindungi kita, dan badai Corona pun berlalu.*

*Penulis adalah Dekan FISIPOL Universitas Ekasakti, Padang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.