09/12/2022
Beranda » Kurniawan, Tidak Malu Berjualan Meski Sudah Sarjana

Kurniawan, Tidak Malu Berjualan Meski Sudah Sarjana

Kurniawan bersama ibunya ketika mengemas kerupuk tempe yang sudah digoreng.

Oleh : Jon Kenedi – Padangpanjang

Dia masih sangat muda, tetapi tekadnya untuk berusaha melebihi batas usianya. Saat yang lain masih mengharapkan pemberian dari orang tua, Kurniawan malah mengelola usaha sendiri dalam menopang perekonomian keluarga.

Terlahir dari keluarga yang gigih berusaha, memacu semangat Kurniawan untuk berinovasi mengembangkan usaha keluarga yang telah mengantarkannya meraih gelar sarjana. Wawan, panggilan Kurniawan, merupakan putra bungsu dari Heri Gusman dan Rosna, pemilik usaha Tempe Ros di jalan Siti Mangopoh Nomor 54 Kelurahan Kampung Manggis Kecamatan Padangpanjang Barat, Kota Padangpanjang.

Memanfaatkan bahan baku Tempe yang diproduksi Usaha Tempe Ros milik orang tuanya, Wawan mencoba mengelola usaha sendiri, dengan membuat aneka makanan olahan dari tempe, salah satunya kerupuk tempe yang diberi label Kerupuk Tempe Si Caw.

“Memang, teman-teman banyak mengenal Wawan dengan panggilan Si Caw. Sehingga, panggilan itu menjadi inspirasi untuk membedakan kerupuk tempe yang diproduksi oleh Wawan dengan produk sejenis yang beredar di pasaran,” sebut lulusan Fakultas Hukum Universita Ekasakti Padang itu yang akan menjalani prosesi wisuda pada Oktober mendatang, ketika ditemui rakyatsumbar.id di kediamannya, Kamis (03/09/2020).

Kurniawan menggoreng tempe untuk dijadikan sebelum dikemas menjadi kerupuk tempe Si Caw.

Diceritakan Wawan, niat untuk merintis usaha kerupuk tempe itu sebenarnya sudah lama direncanakannya dan baru terealisasi saat pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) melanda. Dimana, aktifitas perkuliahannya dialihkan melalui daring dan cukup dari rumah saja.

“Ketika Wawan kemukakan keinginan untuk merintis usaha ke orang tua, langsung mendapat respon cukup baik. Berbekal tabungan yang ada, langsung saja membeli sejumlah keperluan yang dibutuhkan, seperti minyak goreng, tepung, plastik untuk membungkus serta memesan label sendiri. Kalau bahan baku tempe, pasti bisa cashbon dulu,” cerita Wawan yang juga sering memperkuat keseblasan sepak bola Kelurahan Kampung Manggis di berbagai ajang.

Karena memang memulai dari dasar, Wawan hanya memberdayakan tenaga kerja yang ada, selain dirinya yang dibantu sang ibu Rosna. Wawan juga yang memasarkan produk tersebut dari warung ke warung di sekitaran Kota Padangpanjang, begitupun untuk pemesanan dalam jumlah besar, Wawan juga siap melayani.

“Memang agak canggung, waktu pertama kali menawarkan produk kita ke orang-orang. Tetapi, karena memang udah bertekad mau memulai usaha, rasa canggung itu secara perlahan mulai hilang. Kadang ada juga yang bertanya, tidak malu berjualan meski sudah sarjana. Saya balas dengan senyum saja,” lanjut Wawan menceritakan pengalamannya awal mulai merintis usahanya.

Untuk harga, Wawan juga tidak mematok harga tinggi. Dimana, untuk 1 kilogram kerupuk tempe dibandrol Rp110 ribu. Tetapi, Wawan juga menyediakan paket eceran harga Rp5 ribu dan Rp10 ribu. Selain pemasaran secara langsung, Wawan juga melayani pemesanan via online dan khusus untuk wilayah Padangpanjang, diberikan harga khusus dan free ongkos kirim.

“Kalau soal rasa, boleh dicoba. Malahan sekarang kita juga menyediakan pengiriman kerupuk ke berbagai daerah di Sumatera Barat, termasuk pulau Jawa. Bagi yang penasaran dengan kerupuk tempe Si Caw, bisa langsung datang ke lokasi pembuatan atau juga sudah tersedia di minimarket,” ulas Wawan.

Sementara itu, orang tua Wawan yang juga Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Kampung Manggis Heri Gusman sangat mengapresiasi kemauan dari putra bungsunya tersebut dalam menekuni usaha. Apalagi, dengan kondisi perekonomian yang tengah dilanda Covid-19, harus ada inovasi agar tetap mampu bertahan.

“Mudah-mudahan, apa yang dilakukan oleh Wawan ini, juga bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk memulai usaha dengan segala keterbatasan. Tentunya mereka juga memiliki strategi dan inovasi tersendiri dalam menjalan roda usaha mereka,” sebut Heri Gusman yang akrab disapa Mak Andi itu. (Jon Kenedi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.