Ketersedian Bahan Baku dan Kualitas Pakan Pengaruhi Usaha Peternakan

Kepala UPTD BPTSD Tuah Sakato Desi Andriani S.Pt, M.Pt saat menemui Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah di Istana Gubernur Sumbar.
Kepala UPTD BPTSD Tuah Sakato Desi Andriani S.Pt, M.Pt saat menemui Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah di Istana Gubernur Sumbar.

Padang, rakyatsumbar.id-Keberhasilan usaha peternakan sangat dipengaruhi oleh ketersediaan pakan yang cukup, berkualitas, berkesinambungan dan ekonomis.

Dimana, pakan menjadi salah satu komponen biaya produksi terbesar dalam usaha peternakan, sehingga efisiensi penyediaan pakan menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas dan keuntungan usaha peternakan.

“Ketersediaan pakan yang berkualitas dan berkelanjutan menjadi syarat penting dalam mencapai target kinerja lembaga peternakan, termasuk di UPTD BPTSD Tuah Sakato yang memiliki peran dalam pengembangan dan pelayanan ternak unggul,” kata Kepala UPTD BPTSD Tuah Sakato Desi Andriani S.Pt, M.Pt saat dihubungi melalui pesan singkat, Selasa (15/09/2026).

Menurut Desi, salah satu permasalahan utama yang dihadapi oleh UPTD BPTSD Tuah Sakato adalah tidak terpenuhinya kebutuhan pakan ternak sesuai target kinerja. Kondisi ini terutama disebabkan oleh tingginya harga pakan konsentrat di pasaran dan ketersedianan pakan yang hampir 50% berkurang akibat dampak dari efisiensi anggaran.

“Pakan konsentrat yang selama ini menjadi sumber nutrisi utama ternak memiliki peran penting dalam menunjang performa reproduksi, khususnya pada ternak pejantan,keterbatasan dalam penyediaan pakan tersebut berdampak pada penurunan kualitas nutrisi yang diterima ternak,”ungkapnya.

Ia juga menyebut, dampak lanjutan dari kondisi tersebut adalah menurunnya kualitas reproduksi ternak, terutama kualitas sperma pejantan yang ditandai dengan penurunan motilitas, konsentrasi, dan viabilitas sperma sehingga mempengaruhi target semen beku yang dihasilkan yang akan berdampak pada outcome berupa PAD dari dinas sendiri.

“Selain itu, produktivitas ternak secara keseluruhan juga mengalami penurunan, sehingga pencapaian target kinerja UPTD menjadi kurang optimal. Situasi ini menunjukkan adanya ketergantungan yang tinggi terhadap pakan konvensional yang harganya semakin tidak stabil,”beber Desi.

Oleh karena itu, diperlukan suatu strategi untuk mengatasi hal tersebut, dimana salah satu strategi yang potensial adalah pemanfaatan sumber daya lokal sebagai complete feed yang bernilai ekonomis.

Pemanfaatan sumber daya lokal sebagai complete feed tidak hanya meningkatkan efisiensi dan menekan biaya pakan, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk layanan yang bernilai ekonomis sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kemandirian BLUD.

Dijelaskannya, Pemerintah Provinsi Sumatra Barat melalui dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan sangat mendukung pengembangan inovasi ini agar dapat terus ditingkatkan kualitas, skala produksi, dan keberlanjutannya sebagai bagian dari upaya mewujudkan BLUD yang mandiri, inovatif dan berdaya saing.

“Inovasi pakan ini terbukti dapat menekan biaya pakan ternak sebesar 24% dibandingkan dengan pakan konvensional dan dapat meningkatkan pertambahan berat badan ternak 0,7-1 kg/hari setelah dilakukan pemberian pada ternak di UPTD BPTSD Tuah Sakato dan ternak masyarakat,” jelasnya.

“Saya berharap inovasi Complete Feed berbasis sumber daya lokal ini dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara lebih luas kepada kelompok peternak dan pelaku usaha peternakan di Sumatera Barat dan UPTD BPTSD Tuah Sakato diharapkan menjadi pusat pengembangan dan penerapan teknologi peternakan yang menghasilkan inovasi tepat guna dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” harap Desi.

Ditambahkannya, pembangunan peternakan merupakan salah satu bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan, peningkatan pendapatan masyarakat, serta pengembangan ekonomi daerah.

Sementara, Gubernur Sumbar Mahyeldi  Ansarulah menyatakan dukungan dan apresiasinya melalui testimoni yang dilaksanakan di Istana Gubernur Sumbar.

“Complete feed ini salah satu inovasi yang dapat dikembangkan untuk peningkatan pendapatan masyarakat serta pengembangan ekonomi daerah,” ujar Mahyeldi. (ned)