04/12/2022
Beranda » Kembangkan Pembelajaran Daring Tanpa Paket Data Internet

Kembangkan Pembelajaran Daring Tanpa Paket Data Internet

Kepala SMPN 6 Padangpanjang Muji Siswanto yang berhasil mengembangkan RACHEL sebagai program belajar tanpa kuota.

Terobosan Kepala SMP 6 Padangpanjang Muji Siswanto Hadapi Pembelajaran Tatanan Normal Baru

Oleh : Jon Kenedi — Padangpanjang

Meski terbilang sekolah baru di Kota Padangpanjang, tetapi tidak dalam terobosannya. Tetapi, terobosan yang dilakukan Kepala SMPN 6 Padangpanjang Muji Siswanto dalam mengatasi kegelisan orang tua murid, cukup mumpuni.

Hasil uji coba yang dikembangkan Kepala Sekolah SMPN 6 Kota Padangpanjang Muji Siswanto bersama tim guru TIK sekolah itu, tahun lalu, menggunakan perangkat bernama Remote Area Community Hotspots for Education and Learning (RACHEL), ternyata membawa manfaat saat Proses Belajar Mengajar (PBM) dilaksanakan secara daring di masa Tatanan Normal Baru.

Tidak perlu paket data internet, lewat RACHEL, siswa SMPN 6 hanya perlu mendekati perangkat yang di pasang dibeberapa titik di lingkungan mereka tinggal. Dengan demikian, mereka dapat mengunduh bahan pelajaran yang diberikan guru maupun mengupload kembali bahan yang dikerjakan.

Caranya hanya mengaktifkan Wifi dan memilih jaringan dengan Kode RPI. Setelah Wifi aktif, lewat Goggle browser maupun Opera, siswa lalu mengakses 10.10.10.10. Maka, pembelajaran daring lewat RACHEL SMPN 6 bisa diaktifkan, baik dengan gadget maupun laptop.

“Bahan-bahan dari guru berupa video pembelajaran,modul di input kedalam, sehingga anak anak tinggal mendekati alat tersebut. Buku elektronik sudah di dalam, anak tidak perlu ke sekolah. Buku tinggal di Unduh, video tinggal Unduh, tugas tinggal Unduh,” kata Muji Siswanto, ketika ditemui Senin (13/07/2020).

Sekali seminggu, lanjutnya, bahan ajar di download oleh siswa. Minggu berikutnya, siswa mengupload tugas yang diberikan dengan mendekati RACHEL yang sinyalnya radius 150 meter.

“Saat ini kita akan pasang 3 Titik di Padangpanjang Timur dan 3 titik di Padangpanjang Barat,” Kata Muji.

RACHEL itu di pasang di salah satu rumah wali murid yang letaknya strategis sehingga mudah dijangkau oleh siswa lain. “Sekarang kita memetakan tempat tinggal anak, dimana paling banyak di situ kita pasang,” sebut Muji.

Muji mengatakan niatnya hanya ingin memudahkan orang tua maupun murid. Dengan adanya RACHEL SMPN 6 ini, proses PBM via daring terlaksana tanpa harus banyak mengeluarkan biaya untuk membeli pulsa.

Uji coba RACHEL SMPN 6 yang diterapkan pada siswa tahun lalu berjalan dengan baik. Kini SMPN 6 akan mensosialisasikan kepada siswa baru kelas VII. Minggu depan seluruh siswa di sekolah itu sudah mulai melaksanakan pembelajaran daring tanpa kuota internet.

RACHEL SMPN 6 kini dilirik oleh SMP lain di Sumatera Barat, seperti dari Pesisir Selatan. Pihak dari salah satu sekolah SMP Pesisir Selatan meminta SMPN 6 Padangpanjang dapat membantu memasangkan alat tesebut guna dimanfaatkan dalam PBM secara daring di daerah tersebut. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.