rakyatsumbar.id

Berita Sumbar Terkini

Beranda » Jahe Dinilai Ampuh Tangkal Covid-19

Jahe Dinilai Ampuh Tangkal Covid-19

Harga Naik Dipasaran, Sekoteng Tetap

Dharmasraya Rakyat Sumbar– Wabah mematikan virus Corona covid-19 tidak saja mengancam keselamatan banyak orang, tetapi juga berdampak terhadap perekonomian masyarakat. Wabah penyakit yang kini menjadi perhatian serius dunia, memiliki nilai ekonomis bagi petani.

Seperti jahe merah yang disebut-sebut mampu menjadi salah satu penangkal penyebaran virus Corona, sehingga harga jahe merah di Kabupaten Dharmasraya, naik dari Rp30 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram.

“Selain naik, jahe merah juga sulit didapat. Ini sudah berlansung sejak seminggu terakhir,” kata penjual minuman tradisional Sekoteng, David, Sabtu (28/03/2020).

Ia menyampaikan, kenaikan harga jahe terjadi sejak beberapa Minggu terakhir, seiring isu bahwa rempah tersebut dapat mencegah penularan virus Corona, sehingganya jahe merah dicari banyak orang.

“Awalnya juga bingung kenapa naik, mungkin sedang ada wabah virus corona katanya dapat menjadi penangkal virus,” ujar David.

Menurut pedagang sekoteng yang berjualan di Jalan Lintas Sumatera depan SPBU Gunung Medang itu jahe merah tersebut dikirim dari petani Solok, karena di Dharmasraya, jarang masyarakat yang menanam dalam jumlah banyak.

“Tapi, saya tidak menaikkan harga jual. Satu gelas Sekoteng dijual dengan harga Rp8 ribu, kalau sekoteng dicampur telur bebek Rp10 ribu per gelas,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap malam dapat menjual 80 sampai 90 gelas minuman dari air jahe.

“Selain Sekoteng, saya juga menjual minuman bandrek, bedanya bandrek tidak pakai campuran melainkan hanya air jahe dikasih susu,” ujarnya.

Ia menambahkan sekoteng adalah minuman dari air jahe yang dihidangkan panas. Bahan lain yang dicampur ke dalam minuman sekoteng antara lain kacang hijau, kacang tanah, pacar cina, dan potongan roti tawar.

Terpisah, Juri Bicara Penanganan Covid-19 Dharmasraya Rahmadian mengatakan, hingga Sabtu (28/03/2020) jumlah warga yang masuk dalam kategori Pelaku Perjalanan Daerah Terjangkit (PPT) mencapai 775 meningkat dari sebelumnya hanya 596 orang. Selain itu, Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 39 orang, meningkat dari sebelumnya 38 orang, dan Pasien Dalam Pengawasan berjumlah dua orang.

“Masyarakat juga dapat melakukan penyemprotan desinfektan secara mandiri menggunakan antiseptik yg mudah diperoleh seperti cairan pel, clori atau pemutih yang diencerkan,” pintanya.

Pedagang jahe  di Pasar Nagari Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung,  sedang melayani pembeli. (YAHYA/RAKYATSUMBAR)

Sementara itu, Dani, pedagang jahe merah di Pasar Nagari Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung, mengatakan, kurun waktu dua minggu terakhir ini, harga jahe merah yang diinformasikan mampu menangkal virus Corona mengalami kenaikan yang cukup dratis.

“Jahe merah ini awalnya Rp 28-30 ribu satu kilonya. Kini, kita membeli ke petani saja udah Rp 50ribu dalam satu kilo. Kita menjual Rp 80ribu per kilogramnya,” kata Dani 36tahun, Senin (30/03/2020).

Hal yang sama juga dikemukakan oleh Amril, 45 tahun, pedagang asal Alahan panjang. Selain naiknya harga jahe, harga temu lawak juga mulai mengalami kenaikan.

“Selain jahe merah, harga temu lawak juga naik, dari yang awalnya, Rp18 ribu perkilo, kini Rp28-30 ribu per kilogramnya,” ungkap Amril.

Selain dampak dari Virus Corona, tingginya kebutuhan masyarakat akan jahe tersebut membuat meroketnya harga jahe dipasaran.

“Ditambah lagi, stok jahe merah ini yang sulit didapat, untuk Dharmasraya, pasokan jahe ini dari wilayah Solok dan Alahan panjang,” katanya. (yy)

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *