18/04/2024

rakyatsumbar.id

Berita Sumbar Terkini

Beranda » Idul Adha dan PMK

Idul Adha dan PMK

Oleh; Sukri Umar

Oleh: Sukri Umar

Idul Adha atau hari Raya Qurban sudah di depan mata. Seperti biasa, penyembelihan hewan ternak menjadi agenda penting setiap  hari raya Id ini. Kualitas hewan qurban menjadi perhatian oleh setiap panitia.

Tahun ini perayaan Idul Adha di hantui dengan merebaknya Penyakit Mulut Kuku (PMK) pada hewan ternak. Tentu kekuatiran semu pihak, kuatir kalau hewan ternak yang disembelih tertular penyakit yang mengkuatirkan tersebut.

PMK merebak di berbagai penjuru dunia, menerobos pelosok Indonesia, tak terkecuali Sumatera Barat. Jika kebijakan nasional sudah di siapkan pemerintah pusat maka di daerah sendiri, mesti di ikuti kebijakan yang ketat pula.

Idul Adha bisa berjalan lancar, PMK tidak menjadi momok menakutkan dan mengganggu dalam berkurban.

Bentuk kekuatiran tak perlu berlebihan. Di tingkat pusat, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyatakan virus PMK pada hewan ternak tidak menular ke manusia.

Konsumsi daging-dagingan seperti daging sapi saat ini juga masih aman. Meski begitu, Mentan mengimbau masyarakat tetap selektif dalam mengkonsumsi daging di tengah merebaknya virus PMK.

Beberapa bagian pada hewan ternak yang memiliki potensi besar terdapat virus PMK. Oleh karena itu, beberapa bagian daging saat ini lebih baik tidak di konsumsi.

Jangan Konsumsi Daging Bagian Mulut dan Kaki

Virus PMK menyerang beberapa bagian tubuh hewan seperti mulut dan kuku dari hewan ternak. Oleh sebab itu Mentan menyarankan masyarakat tidak mengonsumsi daging di bagian mulut dan kaki sapi.

Bagian di organ tubuh tersebut paling rentan terserang oleh virus, maka daging di sekitar organ tersebut harus dihindari.

Pengambil kebijakan di daerah tentu tekah mensinkronkan kebijakan pusat. Pemantauan di lapangan, sosialisasi berlaku hingga ke masyarakat bawah. Edukasi dengan melibatkan pihak pihak yang paham dengan pengetahuan peternakan.

Agaknya jajaran dinas peternakan bisa meningkatkan komunikasi dengan dunia kampus, melibatkan akademisi berikut mahasiswa untuk turun ke masyarakat.

Terutama melakukan koordinasi dengan Dewan Masjid, yang bersentuhan langsung dengan pelaksanaan kurban.

Pemeriksaan hewab kurban, penyekatan dan pemeriksaan hewan ternak dari luar daerah harus maksimal. PMK memang merebak, mengkuatirkan banyak pihak, namun kita tak perlu panik menghadapinya.

Sepanjang mengikuti aturan, konsultasi dengan pihak yang paham, besar harapan PMK tak menghantui Idul Adha. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.