18/04/2024

rakyatsumbar.id

Berita Sumbar Terkini

Beranda » Hari Kanker Anak Internasional, Sejumlah Kegiatan Digelar Komunitas Cahaya

Hari Kanker Anak Internasional, Sejumlah Kegiatan Digelar Komunitas Cahaya

Sejumlah kegiatan digelar Komunitas Cahaya, memperingati Hari Kanker Anak Internasional.


Padang, rakyatsumbar.id – Kegiatan itu mulai kegiatan edukasi talk show, edukasi di lapangan dan serangkaian kegiatan lainnya. Antusias elemen masyarakat semakin besar, kepedulian terhadap anak penderita dan keluarga nya makin meningkat.

Yayasan Komunitas Cahaya Padang (YKCP) mengajak seluruh masyarakat untuk kembali meningkatkan kepedulian terhadap pencegahan dini terhadap kanker anak serta beragam persoalan ikutan yang hingga hari ini berkontribusi terhadap upaya penyembuhan.

Menurut pakar, kanker merupakan salah satu jenis penyakityang masuk kedalam 10 teratas paling berbahaya. Penanganan kanker membutuhkan upaya yang terstrukturdan konsisten dalam jangka waktu yang lama dan hal initentu membutuhkan pembiayaan yang mahal. Pada kelompok anak Sebagian besar kasus makin pelik manakala terjadi keterlambatan deteksi yang disebabkan oleh masih kurangnya pengetahuan masyarakat terutamakeluarga terhadap kanker.

Kondisi ini diperparah oleh masih banyaknya berseliweran informasi yang tidak tidak bertanggung jawab yang pada gilirannya menjadi sebab orang tua menunda-nunda pengobatan anaknya. Hal ini tentu saja berdampak terhadap rendah tingkat keberhasilan pengobatan pada anak penderita kanker.

Berdasarkan data WHO, ada 8.677 anak Indonesia berusia0-14 tahun yang menderita kanker pada 2020. Jumlah inimenjadi yang terbesar dibandingkan negara lainnya di Asia tenggara. Peningkatan terhadap pasien kanker anakdiIndonesia terus terjadi setiap tahunnya termasuk juga yang terlihat dalam data layanan di RSUP M.

Djamilsebagai rumah sakit rujukan regional untuk Sumbar, Riau, Kepri, Sumatera Utara, Jambi dan Bengkulu.

Persoalan kanker pada anak dapat menimbulkan dampakikutan lainnya. Akibat pengobatan yang memakan waktuyang panjang maka tak jarang banyak orang tua yang tiba-tiba berhenti bekerja untuk memastikan perawatan anak berjalan dengan baik, pada gilirannya hal ini berdampak terhadap hilangnya sumber-sumber ekonomi untuk menopang kebutuhan finansial keluarga, belum lagi aspek psikologis keluarga yang perlu didukung agar mampu menghadapinya. Kondisi ini makin terlihat parah pada keluarga miskin yang anaknya didiagnosa kanker.

Untuk meningkatkan kesadaran dan dukungan bagi anak-anak dan remaja penderita kanker maka setiap tanggal 15 Februari setiap tahunnya ditetapkan sebagai Hari Kanker Anak Internasional.

Yayasan Komunitas Cahaya (YKC) Padang sebagai satu organisasi yang mengembangkan kepedulian dan dukungan kepada keluarga serta anak penderita kanker tahun 2024 ini kembali menyelenggarakan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk menggalang kepedulian skala besar terhadap anak kanker dan memberi support dan semangat secara moril dan materil kepada mereka untuk terus semangat melakukan pengobatan.

Serta melakukan edukasi kepada masyarakat luas untuk mengenali gejala dini kanker pada anak yang tak kalah penting adalah dalam upaya menjalin kerjasama dengan banyak pihak yang mempunyai kepedulian terhadap kanker anak.

Rangkaian kegiatan telah mulai dilaksanakan dengan penyelenggaraan edukasi kepada seluruh masyarakat yang hadir dalam kegiatan olah raga pagi di Komplek GOR H. Agus Salim pada tanggal 18 Februari.

Dilanjutkan dengan bermain bersama anak penderita kanker di Playground Silungkang tanggal 22 Februari, kunjungan ke bangsal anak dan membuat kreasi gelang persahabatan tanggal 23 Februari dan acara puncak pada 24 Februari 2024 bertempat di Aula RSUP M Djamil Padang.

Ketua YKC Padang Dedi Kurnia Putra, S.Sos Berharap Peringatan Hari Kanker Anak Internasional 2024 ini dapat menjadi momentum bagi semua pihak untuk memperkuat kolaborasi agar beragam persoalan yang mengikuti persoalan kanker pada anak dapat diselesaikan dengan baik, dengan demikian maka ke depan kita optimis Tingkat kesembuhan pada anak penderita kanker bisa menjadi lebih baik dan mereka dapat menjalani kehidupan sama seperti anak-anak yang lain. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.