Gubernur Sumbar Kecewa Batal Divaksin

1202
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat menyaksikan Danrem 032 Wirabraja Brigjen Arief Gajah Mada menjadi orang yang pertama divaksin yang di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Kamis (14/01/2021).

Padahal Telah 9 Bulan Menunggu dan 33  Kali Diswab

Padang, rakyatsumbar.idPencanangan vaksinasi Covid-19 di Sumbar telah dilakukan, Kamis (14/01/2021). Gubernur Sumbar Irwan Prayitno kecewa, tidak bisa menjadi yang pertama mendapatkan vaksin Covid-19 Sinovac yang dilaksanakan di Aula Kantor Gubernur Sumbar tersebut.

“Saya menunggu  telah 9 bulan, dari bulan Maret. Ini yang ditunggu-tunggu, cepek saya 38 kali diswab, kemarin masih diswab, tadi keluar hasilnya negatif. Saya maunya dapat hari ini, ternyata tak bisa, dan tak mungkin juga dipaksakan, ya harus menunggu besok atau lusa,” sebut Irwan Prayitno saat diwawancarai usai pencanangan vaksinasi.

Ia menyampaikan, ada beberapa pejabat Forkopimda di Sumbar yang juga batal menjadi yang pertama divaksin tahap 1 tersebut, karena permasalahan kesehatan, sama seperti dirinya yang salah satunya terkait hipertensi. Sehingga pihak kesehatan, tidak merekomendasikan untuk disuntik vaksin saat ini.

“Kalau sudah divaksin, tidak perlu sering-sering diswab lagi,  karena kecil kemungkinan kena. Ini (vaksinasi-red) yang ditunggu-tunggu. Ternyata tak bisa. Harusnya semua berebut untuk menjadi yang pertama, saya mau dapat, ternyata tak mungkin juga dipaksakan sekarang,” jelasnya.

Ia menyampaikan, dari 12 orang yang sebelumnya direncanakan untuk divaksin untuk tahap pertama tersebut, 6 orang ditunda karena persoalan kesehatan, sementara 6 orang lainnya lanjut untuk divaksin setelah berdasarkan pemeriksaan petugas kesehatan tidak masalah.

“Tadi yang pertama itu Pak Damrem, bagi yang batal hari ini mungkin bisa besok atau lusa. Masing-masing akan dicek lagi kesehatannya, kalau telah memenuhi persyaratakan akan divaksin. Sebab untuk tahap pertama ini dari Kemenkes sangat ketat sekali dengan kondisi kesehatan si penerima vaksin,” terangnya.

Gubernur menyatakan, salah satu penyebab ia tidak disarankan untuk divaksin karena persoalan hipertensi. Sementara untuk pejabat forkopimda yang batal, ada diantaranya karena tensinya diatas 170, ada yang gula, sehingga tidak boleh divaksin untuk yang perdana ini.

“Yang berikutnya persyaratan tidak seketat itu. Pejabat yang akan divaksin  tahap berikutnya akan cek kesehatan lagi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, setelah di tingkat provinsi, selanjutnya akan dilaksanakan untuk kabupaten/kota. Namun tidak semua kabupaten/kota di provinsi yang bisa melaksanakan mencananganan vaksinasi ini.

“Untuk Sumbar hanya dua , Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan yang ditentukan pusat untuk Provinsi Sumbar. Rencananya akan dilaksanakan besok, Jumat (15/01/2021) di Puskesmas Padang Pasir, di Padang,” jelasnya didampingi Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Arry Yuswandi.

Lebih lanjut, Irwan Prayitno menjelaskan, untuk Sumbar pada tahap pertama ini telah datang 36.920 dosis vaksin Covid-19. Itu yang nantinya akan dibagi untuk tenaga kesehatan dan pendukung kesehatan  yang memenuhi syarat untuk divaksin di Kota Padang dan Pesisir Selatan.

“Penyuntikan ini bertahap dilakukan, nanti akan ada ditambah vaksinnya. Itu upaya untuk menyelesaikan pandemi Covid-19 ini,” bebernya.

Terkait sanksi untuk  yang tidak mau divaksin, Irwan Prayitno menyampaikan hingga saat ini belum ada sanksi yang diberikan kepada masyarakat yang tidak mau divaksin. Pemprov Sumbat juga tidak akan membuat aturannya, sementara untuk di Perda AKB yang dimiliki Sumbar   hanya yang Covid-19  tidak mau diswab  yang disanksi.

“Kalau ada aturan yang dipusat, ya kita ikuti.  Untuk tenaga ksehatan yang tidak mau, sekarang kita himbau dan sosialisasikan, kecuali bagi yang kormobit itu terserah. Tidak ada paksaan juga untuk divaksin,” pungkasnya. (mul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here