12/08/2022
Beranda » Dukungan Moral Terus Mengalir

Dukungan Moral Terus Mengalir

Salah satu foto bentuk dukungan moral terhadap pasien positif terpapar virus Korona.

Pasca Lonjakan Kasus Pertama Padangpanjang

Padangpanjang, Rakyat Sumbar—Kota Padangpanjang langsung mencatat lonjakan kasus pertama positif virus Korona (Covid-19), Jumat (1/5). Totalnya 13 orang positif. Mereka yang terinfeksi, 11 diantaranya merupakan tenaga kesehatan (Nakes) di RSUD Padangpanjang.

“Mereka adalah tenaga kesehatan di RSUD Kota Padang Panjang mulai dari dokter, bidan dan perawat, sebanyak 11 orang. Anggota Satpol PP 1 orang dan security 1 orang. Rincian jenis kelaminnya adalah, 8 orang wanita dan 5 orang pria,” beber Kepala Biro Humas Setda Prov Sumbar, selaku Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal, kemarin (1/5).

Laporan tersebut berdasarkan hasil Swab (cairan dahak) dari Labor Unand, terhadap 70 orang Nakes RSUD setempat yang diperiksa pasca pernah merawat dan kontak dengan pasien positif terpapar virus Korona asal Nagari Panyalaian Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanahdatar berinisial NS,29.

Kekhawatiran dan kesedihan pun dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Padangpanjang, tidak hanya sesama rekan kerja, berbagai ucapan semangat, doa serta dukungan mereka sampaikan kepada Nakes yang telah berjuang merawat dan membantu dalam memutus rantai penyebaran Virus Korona.

Seperti yang disampaikan oleh Vemila Apri Yoza, salah seorang Nakes di RSUP M. Djamil yang dulu adalah perawat di RSUD Padangpanjang.  Ia menulis di laman Instagram pribadinya, “teruntuk kawan-kawan sejawat RSUD Kota Padangpanjang, tetap semangat. Mari kita tingkatkan kewaspadaan lebih baik lagi dan tingkatkan imunitas”.

“Semoga cepat sembuh team, disini kami juga mendoakanmu”, tutupnya.

Hal serupa juga disampaikan Nonovia bersama sang istri Julidar dan anaknya Ramadhani yang menggores secarik kertas atas dukungan yang ditujukan kepada Nakes yang tengah berjuang.

“Jaga selalu semangat dan senyummu dan jangan menyerah,” ujar bapak ini menyemangati Nakes yang terpapar virus Korona setelah menjadi garda terdepan dalam wabah ini, kemarin.

Nonovia menggores secarik kertas atas dukungan yang ditujukan kepada Nakes yang tengah berjuang.

Hal serupa juga di tunjukkan sang Istri ibu Julidar yang merasakan haru serta kesedihan atas perjuangan yang telah nakes Padang Panjang lakukan, “Your All Our Heroes“, tulisnya.

Mereka sekeluarga berharap semoga tenaga medis ini cepat sembuh dan pulih seperti semula, serta kembali berjuang membantu kami untuk terhindar dari Korona.

Riri Maryosel Padna dan Audryella juga memberikan spirit bagi tenaga kesahatan terkena Covid 19. “Kami bersamamu, “We Will Be Praying For U” itulah kata-kata yang digoreskan oleh mereka berdua untuk Abang-abang dan kakak-kakak tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan yang maju dan tak pernah mundur demi membantu kami agar kami semua terhindar dari Covid-19 ini.

“Kami akan berdoa untukmu, terimakasih pahlawan kesehatan, perjuangan mu tak kan sia-sia, kami doakan abang-abang dan kakak-kakak bisa melawan virus ini dan sembuh secepatnya agar bisa membantu kami kembali dalam merawat dan melawan Covid-19,”tulis mereka.

Pemerintah Kota Padangpanjang saat ini juga fokus mentracing orang-orang terpapar dan dicurigai melakukan kontak dengan 13 orang tenaga medis itu.

Langkah Pemko setempat melakukan tracing dan swab sejalan dengan harapan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Gubernur menyarankan Kota Padangpanjang menutup sementara RSUD Kota Padangpanjang.

“Yang perlu dilakukan,  RSUD untuk sementara waktu ditutup. Karantina atau isolasi yang positif,” ungkapnya saat menggelar Video Conference dengan Walikota Padangpanjang Fadly Amran, WawakoAsrul, Ketua DPRD Mardiansyahdan unsur Forkopinda serta Satgas PPVC setempat, kemarin.

Fadly Amran juga menyampaikan dukungan moril kepada tenaga kesehatan yang berjuang di garda terdepan. “Ini adalah ujian dan musibah kita bersama, semoga Allah SWT memberikan keselamatan dan kesehatan bagi kita semua. Terimakasih kepada tenaga kesehatan Padangpanjang yang telah memberikan pengabdian yang terbaik bagi masyarakat ,” ucap Fadly.

Terpisah, Ketua DPRD setempat, Mardiansyah mengatakan, menyikapi kasus tersebut, dia meminta tim gugus tugas setempat segera men-tracking dan melakukan awal tes bagi para keluarga pasien dan orang yang berhubungan langsung dengan pasien yang positif.

Lebih lanjut Mardiansyah menegaskan agar bantuan yang telah dianggarkan melalui APBD bisa direalisasikan selambat-lambatnya sepuluh hari dari hari Jumat ini.

“Kita DPRD selalu mendesak pemko, alhamdulillah walaupun agak telat tapi bisa di kucurkan secara merathon di mulai dari hari besok (Sabtu 2/5), dan itupun di rapel dari bulan 4 dan 5, jadi tidak bisa selesai dalam satu hari,” jelas Mardiansyah. (ned)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.