07/12/2022
Beranda » Dr Aqua Dwipayana: Komunikasi Senjata Utama Polri Kembalikan Kepercayaan Publik

Dr Aqua Dwipayana: Komunikasi Senjata Utama Polri Kembalikan Kepercayaan Publik

Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana menjelang Sharing Komunikasi dan Motivasi bertajuk “Strategi Komunikasi Organisasi untuk Upaya Peningkatan Tugas Pre-emtif Polri dalam Melindungi, Mengayomi, dan Melayani Masyarakat”. (Foto: dok Aqua Dwipayana)

Jakarta, rakyatsumbar.id – Komunikasi adalah senjata utama seluruh anggota Kepolisian Republik Indonesia. Jika mau sukses dalam melaksanakan tugas-tugasnya agar memperbaiki dan meningkatkan kemampuan komunikasinya.

“Strategi komunikasi organisasi Polri juga menjadi kunci dalam upaya mengembalikan kepercayaan publik yang selama ini semakin tergerus dalam tubuh Polri,” demikian disampaikan Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana menjelang Sharing Komunikasi dan Motivasi bertajuk “Strategi Komunikasi Organisasi untuk Upaya Peningkatan Tugas Pre-emtif Polri dalam Melindungi, Mengayomi, dan Melayani Masyarakat”.

Sharing tersebut menjadi bagian dari Diskusi Kelompok Terpumpun (Focus Group Discussion) dengan tema “Upaya Peningkatan Tugas Pre-emtif Polri dalam Melindungan, Mengayomi, dan Melayani Masyarakat” yang diselenggarakan oleh Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Kamis, 24 November 2022 di Hotel Sultan Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat mulai pukul 08.00 WIB.

Dr Aqua mengutip hasil survey Populi Center pada 9-17 Oktober 2022 yang menunjukkan tingkat kepercayaan publik masyarakat terhadap Polri saat ini cenderung menurun tajam. Hasil survei juga menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap Polri merosot dibandingkan survei sebelumnya.

Sementara itu, menurut survei Litbang Kompas, citra positif institusi Polri menurun tajam dalam empat bulan terakhir. Survei yang dirilis pada tanggal 27 Oktober 2022 mencatat, citra positif Polri merosot 17,2 persen dari periode Juni-Oktober 2022. Pada Juni lalu, citra positif Polri berada di angka 65,7 persen. Sementara, kini menyentuh angka 48,5 persen. Dalam dua tahun terakhir, citra institusi Bhayangkara itu berangsur-angsur turun.

“Hal ini tentu merisaukan dan menjadi kenyataan yang wajar ketika banyak persoalan melilit tubuh kepolisian kita. Diperlukan Langkah-langkah strategis untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat pada pelaksanaan tugas tugas kepolisian secara optimal. Termasuk dalam kaitan dengan bagaimana menjalin srategi komunikasi organisasi Polri,” ungkap Dr Aqua.

Doktor Komunikasi lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran tersebut menjadi salah satu dari narasumber lain yang diundang. Mereka adalah Kakorbinmas Polri, Irjen Pol Drs Hary Sudwijanto, S.I.K., M.Si dengan topik “Peluang dan Kendala Fungsi Binmas untuk melakukan Upaya Peningkatan Tugas Pre-emtif Polri dalam Melindungi, Mengayomi, dan Melayani Masyarakat”, Komjen. Pol Purn Drs Putut Eko Bayu Seno, S.H (“Upaya Peningkatan Tugas Pre-emtif Polri dalam Melindungi, Mengayomi, dan Melayani Masyarakat; Pengalaman ketika Bertugas”).

Kemudian, Komjen Pol Purn Drs Suparni Parto Setiono, M.M (“Posisi Strategis Intelijen untuk Upaya Peningkatan Tugas Pre-emtif Polri dalam Melindungi, Mengayomi, dan Melayani Masyarakat”) serta Ir Agus Pambagio, M.Eng.Mgt., CPN (Pakar Kebijakan Publik) dengan tema “Strategi Pemolisian Pre-emtif sebagai solusi kebijakan Polri dalam Melindungi, Mengayomi, dan Melayani Masyarakat”. Diskusi dipandu Moderator Poengky Indarti, S.H., LL.M (Anggota Kompolnas).

Menurut Dr Aqua belajar komunikasi itu tidak sulit. Terpenting memperhatikan dasarnya yakni memiliki hati yang bersih. Lakukan secara konsisten. “Jika hal yang mendasar itu dapat diwujudkan secara konsisten maka insya Allah komunikasinya sukses. Baik di internal maupun eksternal,” tegas Dr Aqua.

Bapak dua anak itu melanjutkan selama ini banyak persoalan yang terjadi baik di internal maupun eksternal institusi karena masalah komunikasi. Kondisi di dalam lembaga lebih mendominasi.

Terkait dengan itu Dr Aqua menyarankan kepada semua anggota Polri untuk lebih serius menuntaskan seluruh masalah komunikasi di internal institusi. Dengan menekankan dalam diri masing-masing bahwa para personil Polri adalah saudara sehingga harus saling mengasihi, menolong, dan bersama-sama mencari solusi atas seluruh persoalan yang muncul.

Solusi Optimalisasi

Salah seorang anggota Kompolnas Drs Pudji Hartanto Iskandar, MM menjelaskan maksud digelarnya diskusi tersebut untuk menggali pemikiran dan solusi optimalisasi tugas-tugas kepolisian dalam melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat guna mengembalikan kepercayaan publik terhadap Polri.

“FGD ini dilakukan juga untuk membahas pemikiran-pemikiran optimalisasi tugas pre-emtif Polri dalam melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat guna mengembalikan kepercayaan publik masyarakat terhadap Polri untuk menuju Polri yang PRESISI,” ucapnya.

Ia berharap dari FGD tersebut dapat tergali ide-ide kreatif dalam rangka upaya peningkatan tugas pre-emtif Polri dalam melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat guna mengembalikan kepercayaan publik masyarakat terhadap Polri untuk menuju Polri PRESISI. (ri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.